Minggu, 08/03/2026, 18:22:20
Jalan Cilibur-Langkap Putus Total akibat Longsor, Pemkab Brebes Siapkan Skema Relokasi
.
LAPORAN TAKWO HERIYANTO

PanturaNews (Brebes) — Akses transportasi yang menghubungkan Desa Cilibur dengan Desa Langkap di Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, putus total akibat tanah longsor pada Minggu (8/3/2026).

Pemerintah Kabupaten Brebes kini tengah menyiapkan skema relokasi jalur sebagai solusi permanen mengingat kondisi geografis di lokasi bencana yang dinilai terlalu berisiko untuk diperbaiki di titik yang sama.

Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma menegaskan, prioritas utama pemerintah daerah saat ini adalah memastikan keselamatan warga dan memulihkan akses mobilitas yang menjadi urat nadi perekonomian desa tersebut.

"Kami segera berkoordinasi dengan seluruh instansi terkait setelah mendapatkan informasi pertama kali. Keselamatan masyarakat serta kelancaran akses transportasi menjadi prioritas utama," kata Paramitha dalam keterangan tertulisnya, Minggu.

Bencana bermula dari curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Brebes Selatan sejak Sabtu malam. Hal ini memicu banjir pada Kali Longkrang yang kemudian menggerus kaki tebing di sisi utara.

Sekitar pukul 01.00 WIB, tebing setinggi ±30 meter longsor dengan dimensi panjang mencapai ±20 meter. Akibatnya, badan jalan kabupaten sepanjang 50 meter dengan lebar 3 meter amblas total terbawa material tanah.

Kondisi diperparah dengan adanya longsor susulan pada pukul 08.30 WIB yang merusak fasilitas pendidikan.

"Longsor susulan mengenai talud penahan tebing dan bangunan kamar mandi SMP Muhammadiyah 03 Paguyangan. Kami tidak bisa mengabaikan ancaman terhadap sekolah ini," terang Paramitha.

Rencana relokasi ini nantinya akan menggunakan tanah bengkok desa dan lahan milik warga, yang akan diproses sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Guna mempercepat penanganan, Pemkab Brebes juga telah berkomunikasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

"Sudah koordinasi dengan Gubernur juga. Pak Gubernur akan menurunkan tim untuk membantu asistensi penanganan relokasi di sana," ungkap Bupati.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU) Kabupaten Brebes, Dani Asmoro, menjelaskan bahwa tim teknis telah melakukan asesmen lapangan. 

Hasilnya, perbaikan jalan di jalur eksisting tidak direkomendasikan karena kemiringan lereng yang sangat curam dan adanya retakan tanah baru.

"Relokasi jalur jalan menjadi pilihan utama. Kami merencanakan relokasi ke sebelah timur dari posisi eksisting," jelas Dani.

Meski tidak ada korban jiwa, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan menjauhi area retakan. Petugas lapangan telah disiagakan untuk memantau pergerakan tanah secara berkala guna mengantisipasi dampak yang lebih luas.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita