Kamis, 19/02/2026, 22:36:35
TPA Kaliwlingi Overload, DLH Brebes Dorong Pengolahan Sampah Organik di Hulu
LAPORAN TAKWO HERIYANTO

PanturaNews (Brebes) – Pengelolaan sampah di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, memasuki fase kritis. Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kaliwlingi di Kecamatan Brebes kini tidak hanya menghadapi persoalan kapasitas yang melampaui batas (overload), tetapi juga kendala operasional akibat rusaknya sejumlah alat berat utama.

Kondisi ini memaksa Pemerintah Kabupaten Brebes melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk menghentikan sementara aktivitas pembuangan sampah di lokasi tersebut guna menghindari penumpukan kendaraan pengangkut yang tak terkendali.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Brebes, Mochamad Sodiq, menjelaskan, bahwa penutupan sementara berlaku hingga Jumat (20/2/2026). 

Kerusakan alat berat di sel pembuangan menyebabkan penataan sampah terhenti, sehingga akses masuk bagi truk maupun armada roda tiga menjadi terhambat.

"Kami sedang mengupayakan perbaikan alat berat secepat mungkin agar penataan sampah di sel TPA kembali normal. Untuk sementara, alur pembuangan kami alihkan demi menjaga kelancaran operasional di lapangan," ujar Sodiq saat dikonfirmasi, Kamis (19/2/2026).

Menurut rencana, aktivitas pembuangan sampah baru akan dibuka kembali secara normal pada Sabtu (21/2/2026). Selama masa perbaikan, pihak DLH meminta para petugas kebersihan dan paguyuban pengangkut sampah untuk menahan diri tidak membuang sampah langsung ke TPA.

Krisis di TPA Kaliwlingi ini menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk mempercepat transformasi tata kelola sampah. 

Sodiq menyampaikan bahwa solusi permanen bukan sekadar memperbaiki alat berat, melainkan mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA sejak dari sumbernya.

Masyarakat, pelaku usaha, hingga instansi perkantoran kini didorong untuk melakukan pemilahan mandiri. Sampah organik diharapkan dapat diolah menjadi kompos, sementara sampah anorganik disetorkan ke bank sampah atau fasilitas 3R (reduce, reuse, recycle).

"Ke depannya, kami akan menerapkan sistem pengangkutan terpisah. Sampah organik akan langsung dibawa ke rumah kompos, sementara sampah anorganik akan dikirim ke pabrik Refuse Derived Fuel (RDF) untuk diolah menjadi bahan bakar," tambah Sodiq.

Data menunjukkan bahwa ketergantungan pada pola buang-angkut-tumpuk di TPA sudah tidak lagi relevan dengan kondisi lahan yang semakin terbatas.

Upaya mendorong pengolahan kompos di tingkat rumah tangga dianggap sebagai langkah paling efektif untuk menekan beban harian TPA Kaliwelingi yang kian mengkhawatirkan.

Pihak DLH menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan layanan ini dan berkomitmen untuk mempercepat pemulihan fasilitas agar rantai kebersihan kota tidak terganggu lebih lama.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita