Selasa, 11/11/2025, 00:38:41
Puisi dan Orasi Kebangsaan Hidupkan Semangat Pahlawan di Mbesaran PG Jatibarang
LAPORAN TAKWO HERIYANTO

PanturaNews (Brebes) — Sore itu, Senin 10 November 2025, halaman eks Rumah Mbesaran Pabrik Gula (PG) Jatibarang tampak hidup kembali. Bangunan tua peninggalan masa kolonial itu seolah diselimuti semangat baru. Ratusan warga dari berbagai desa larut dalam suasana khidmat memperingati Hari Pahlawan.

Acara bertajuk “Orasi Kebangsaan” digelar oleh Dewan Kesenian Kabupaten Brebes (DKB) bersama komunitas seni lokal dan Pemuda Serumpun Pati. Acara ini memadukan seni, sejarah, dan nasionalisme, bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan ruang refleksi tentang makna perjuangan di masa kini.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan pembacaan teks Pancasila oleh Ketua KONI Brebes, Aris Asad Hada, dilanjutkan dengan pembacaan teks Undang-Undang Dasar 1945 oleh Camat Jatibarang, Rade Andriana Younansyah.

Setelah upacara pembuka, suasana semakin hangat dengan berbagai penampilan seni. Dewan Kesenian Brebes membawakan sendratari perjuangan yang memadukan gerak tradisional dengan pesan nasionalisme. 

Sementara itu, para pendekar dari PSHT Brebes menampilkan atraksi pencak silat yang memukau dan mengundang tepuk tangan meriah dari para tamu undangan.

Namun yang paling memikat perhatian warga adalah penampilan musikalisasi puisi. Para penyair dari DKB dan komunitas Masjaka (Masyarakat Jaga Kali) tampil bergantian membacakan karya mereka. Puisi “10 November: Api yang Tak Padam” karya Abu Ma’mur MF, misalnya, menggema penuh emosi, seolah menyalakan kembali bara semangat perjuangan di hati para hadirin.

Dalam sambutan yang dibacakan oleh Asisten I Pemkab Brebes, Khaerul Abidin, mewakili Bupati Brebes, disampaikan bahwa Hari Pahlawan adalah momentum penting untuk terus membangun negeri, bukan hanya mengenang masa lalu.

“Kita isi pembangunan dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Jangan pernah puas dengan capaian yang ada, masih banyak perjuangan yang harus dilanjutkan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DKB Pamor Wicaksono, yang juga anggota DPRD Brebes, menyampaikan pesan kuat perjalanan sejarah Hari Pahlawan dan Kemerdekaan Republik Indonesia dalam orasinya.

“Puisi dan musik bisa jadi jembatan emosional agar kita tak lupa jasa para pahlawan,” katanya. “Seperti pesan Bung Karno: Jas Merah — jangan sekali-kali meninggalkan sejarah.”

Menjelang senja, cahaya matahari jatuh lembut di dinding rumah tua Jatibarang itu. Di tengah hiruk-pikuk zaman modern, acara ini menjadi pengingat bahwa perjuangan tidak selalu dilakukan dengan senjata. Kadang, cukup dengan orasi kebangsaan yang dipadukan dengan bait puisi dan nada musik, semangat kebangsaan bisa kembali hidup di hati masyarakat.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita