PanturaNews (Brebes) — Warga Desa Kamal, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mengeluhkan buruknya kondisi infrastruktur di wilayah mereka.
Pasalnya, selama puluhan tahun, pembangunan jalan dan jembatan di desa berpenduduk lebih dari 5.000 jiwa itu dinilai terabaikan oleh pemerintah daerah.
“Pemkab Brebes tutup mata terhadap kondisi kami. Setiap tahun hanya janji, jalan akan dibangun tahun depan. Tapi sampai sekarang tidak ada realisasi,” kata tokoh masyarakat setempat (65), warga Dusun Kamal 2, Selasa (25/8/2025).
Menurut dia, akses jalan masuk desa rusak parah. Dua jembatan di wilayah pemukiman ambruk dan belum juga diperbaiki. Jalan penghubung sepanjang dua kilometer masih berupa batu, sementara beton lama sudah hancur.
“Apakah harus menunggu semua hanyut diterjang banjir?” ujarnya.
Atas kondisi tersebut, pihaknya meminta Bupati Brebes beserta anggota DPRD meninjau langsung kondisi desa.
“Kami berharap warga tidak perlu datang berbondong-bondong ke kantor bupati. Lebih baik ibu bupati yang datang ke sini,” katanya.
Keluhan serupa disampaikan Ketua RT 03/RW 03 setempat, Sunarto. Ia menilai pemerintah daerah belum memberi perhatian yang adil.
“Kami masih warga Kabupaten Brebes. Jangan sampai Desa Kamal terus diperlakukan seperti dianaktirikan,” ujarnya.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Brebes, Sutaryono, menjelaskan bahwa pada tahun 2025 pemerintah daerah telah mengalokasikan sejumlah anggaran pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur di Desa Kamal dan wilayah sekitarnya.
Alokasi tersebut meliputi peningkatan Jalan Pamulihan–Jemasih senilai Rp 2,8 miliar, pemeliharaan berkala Jalan Kamal–Sindangjaya sebesar Rp 200 juta, serta perbaikan Jembatan Pengasinan di Desa Kamal senilai Rp 1 miliar.
“Untuk tahun 2026, kami juga mengusulkan perbaikan Jembatan Pamulihan 6 yang pondasi abutmennya rusak. Saat ini masih dilakukan penanganan darurat,” ujarnya.