Kamis, 08/05/2025, 18:57:22
Pembangunan Hunian Sementara di Desa Mendala Capai 30%
Warga Korban Bencana Siap Tinggalkan Tenda Pengungsian
LAPORAN TAKWO HERIYANTO

Pembangunan Huntara kini tengah berlangsung di lahan seluas 400 meter persegi milik desa, tepat di depan Balai Desa Mendala.

PanturaNews (Brebes) – Setelah hampir sebulan tinggal di tenda-tenda pengungsian, ratusan warga yang menjadi korban bencana tanah bergerak di Desa Mendala dipastikan akan segera menempati hunian sementara (Huntara) yang saat ini tengah dibangun.

Kepala Desa Mendala, Muhammad Basori, mengungkapkan bahwa pembangunan Huntara kini tengah berlangsung di lahan seluas 400 meter persegi milik desa, tepat di depan Balai Desa Mendala. 

Menurutnya, saat ini, proses pembangunan telah mencapai lebih dari 30 persen, dan diharapkan bisa selesai pada pertengahan Mei 2025. 

"Targetnya, pertengahan Mei ini Huntara sudah bisa ditempati," ujar Basori, Kamis 8 Mei 2025.

Basori menjelaskan, Huntara yang dibangun terdiri dari 130 unit rumah, yang sesuai dengan jumlah rumah warga yang rusak berat akibat bencana tanah bergerak. 

Setiap unit rumah berukuran 3 x 6 meter persegi dan dilengkapi dengan satu kamar tidur serta ruang keluarga. Bangunan ini menggunakan konstruksi baja ringan, dengan lantai semen, atap galvalum, dan dinding calsiboard.

Basori menambahkan bahwa fasilitas pendukung seperti dapur dan MCK akan dibangun terpisah di setiap blok untuk kenyamanan bersama. 

"Dapur dan MCK nanti akan dibuat tersendiri, di tiap bloknya," jelas Basori.

Pembangunan Huntara ini, lanjutnya, diharapkan dapat menjadi titik awal pemulihan bagi warga, sebelum mereka menempati hunian tetap di lokasi relokasi yang saat ini masih dalam proses penentuan oleh Badan Geologi.

"Semoga pertengahan bulan ini, warga bisa segera menempati Huntara dan keluar dari tenda-tenda darurat," pungkas Basori.

Sebagaimana diketahui, bencana tanah bergerak yang melanda sejak 17 April 2025 telah menerjang empat pedukuhan di Desa Mendala, yaitu Karanganyar, Babakan, Cupangbungur, dan Krajan. 

Bencana ini mengakibatkan 569 jiwa terdampak, dengan 444 jiwa terpaksa mengungsi. Selain itu, 120 rumah rusak berat, 15 rumah rusak sedang, serta merusak lahan pertanian dan akses jalan.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita