Rabu, 21/02/2024, 16:31:21
Mahasiswa KKN UP dan UIN Zainzu Kolaborasi Ajarkan Pembuatan Briket Bonggol Jagung
Oleh: Tim KKN Mahasiswa UP

TIM Universitas Peradaban (UP) Bumiayu, Kabupaten Brebes dan UIN Saizu Purwokwerto melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Dukuh Tengah Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal.

Desa Dukuh Tengah merupakan salah satu desa di Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal. Desa Dukuh Tengah merupakan desa yang memiliki potensi besar dibidang peternakan sapi. Dengan letak geografis Desa Dukuh Tengah yang berbatasan langsung dengan hutan jati, sehingga memiliki lahan gembala yang luas. 

Desa Dukuh Tengah berada pada ketinggian 50.00 meter diatas permukaan laut, memiliki luas wilayah 296.19 m². Penduduk berjumlah 7291 jiwa yang terdiri dari 2120 kepala keluarga, 3723 laki-laki, dan 3568 perempuan. 

Selain memiliki potensi dibidang peternakan, Desa Dukuh Tengah memiliki potensi di bidang pertanian jagung. Oleh karena itu banyaknya limbah bonggol jagung, mahasiswa KKN 2024 di Desa Dukuh Tengah memiliki ide program kerja pembuatan briket bonggol jagung yang dilakukan oleh mahasiswa KKN dengan memanfaatkan limbah pertanian bonggol jagung yang dikelola menjadi briket. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 09 Februari 2024.

Briket arang adalah salah satu alternatif bahan bakar yang cukup berkualitas. Bahan bakar ini dapat dimanfaatkan dengan teknologi sederhana, tetapi panas (nyala api) yang dihasilkan cukup besar, cukup aman dan tahan lama. Bahan bakar ini cocok digunakan untuk para pedagang atau pengusaha yang membutuhkan pembakaran terus menerus dalam jangka waktu yang lama.

Briket arang merupakan bahan bakar padat yang mengandung karbon, mempunyai nilai kalori yang tinggi, dan dapat menyala dalam waktu yang lama. Bioarang adalah arang yang diperoleh dengan membakar biomassa kering tanpa udara (pirolisis). 

Dalam roses pembuatannya dengan alat tradisional yaitu menggunakan lumpang batu sebagai alat penumbuk, dan lilin sebagai alat bakar.

Proses Pembuatan Briket: Dalam proses pembuatannya dengan alat tradisional yaitu menggunakan lumpang batu sebagai alat penumbuk, dan lilin sebagai alat bakar.

-Pertama, bongol jagung dibakar sampai menjadi arang dan lalu ditumbuk.

-Kedua, bonggol yang sudah menjadi bubuk dicampuri tepung kanji.

-Ketiga, setelah adonan bonggol yang telah diolah langkah selanjutnya proses pencetakan dengan menggunakan paralon ukuran kecil.

-Keempat, proses menjemuran briket bonggol jagung yang sudah dicetak selama 3 hari normalnya tergantung pada cuaca.

Manfaat yang didapat pemanfaatan limbah bonggol jagung yang dimanfaatkan sebagai briket yang merupakan bahan bakar sejenis arang, karena briket memiliki kelebihan sebagai energi terbarukan dapat mengurangi sampah lebih murah dan ramah lingkungan.

Metode Pemasaran briket bonggol jagung tersebut dapat dipasarkan melalui media online dan offline. Proses penjualan media online dapat melalui e-commerce sosial media WhatsApp, Facebook, Instagram, Tiktok dll dengan bahan konten iklan berupa video atau foto yang menarik konsumen. 

Sedangkan metode penjualan offline melalui pasar atau orang perorangan secara langsung dengan target langsung ke para penjual sate terdekat. Pemasaran ini meliputi berbagai kegiatan, mulai dari penjelasan mengenai produk, desain produk, promosi produk, pengiklanan produk, komunikasi kepada konsumen, sampai pengiriman produk agar sampai ke tangan konsumen secara cepat.

TIM KKN UP terdiri dari 11 anggota Yoga Apriyan, Salsa Okta Nabilla, Sopani Siswantoro, Mall Riska, Nesi Lastriyani, Annisa Ayu, Alfian Lutfiana Lestari, Pria Insawan, Lulu Hanin Afifah, Moh. Algi Faris, Vania Rahmawati.

TIM KKN UIN Sainzu terdiri dari 9 anggota Abit Basyit, Wahyu Romadon, Nita Eti Ah, Avivah U.A. Beta Febriyanti, Luthi latifa, Fadli Adya, Oktarina, dan Tegar Annafi.

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita