Selasa, 26/12/2023, 23:51:41
Simulasi Pencoblosan Pemilu 2024, Surat Suara Terlalu Lebar Hingga Pendaftaran Pemilih Jadi Kendala
LAPORAN TAKWO HERIYANTO

Pemilih memasukkan lima surat suara ke dalam kotak suara sesuai jenisnya didampingi anggota KPPS.(Foto: Takwo Heriyanto)

 

PanturaNews (Brebes) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, menggelar simulasi pencoblosan surat suara Pemilu 2024, di Lapangan Islamic Centre Brebes, Selasa 26 Desember 2023.

Dalam simulasi tersebut, ada sebanyak sebanyak 256 pemilih di Kelurahan Pasarbatang, Kecamatan Brebes, yang antusias mengikuti simulasi pencoblosan.

Nampak, petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang bertugas mulai bersiap dari pintu masuk pendaftaran. Kemudian, petugas pengarah ke bilik suara, kotak suara, penjaga tinta hingga bukti hadir pengguna hak pilih. Termasuk, penempatan sejumlah saksi dari parpol peserta pemilu dalam mengawal jalannya pencoblosan.

Seperti diungkapkan Heru, 38, pemilih warga Kelurahan Pasarbatang yang menggunakan hak pilihnya di TPS 25. 

Menurutnya, simulasi pencoblosan hari H Pemilu presiden dan wakil presiden serta calon legislatif sangat membantu. Sebab, agar semua pemilih lebih memahami mekanisme dan tata cara menggunakan hak pilihnya.

"Secara menyeluruh, simulasi pencoblosan sudah bagus dan bisa menjadi gambaran masyarakat yang punya hak pilih. Tapi, kendalanya kertas surat suara terlalu lebar dan jumlahnya ada lima. Jadi agak susah memilih dan mencoblos pilihan," ungkapnya.

Selain kertas surat suara terlalu lebar, lanjut Heru, pengawasan KPPS saat pemilih mencoblos dalam tobong perlu dievaluasi. Sebab, masih terbukanya bagian belakang bilik suara berpotensi masyarakat mengintip saat pemilih menggunakan hak pilihnya. 

Terlebih, ukuran surat suara besar ada empat yakni DPR RI, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten Brebes.

Anggota Bawaslu Brebes Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi, Pendidikan, dan Pelatihan Rudi Raharjo segera merespon sejumlah kendala yang dihadapi pemilih. Termasuk, melakukan pemantauan dan memetakan kerawanan saat simulasi pemungutan suara berlangsung.

"Yang perlu dievaluasi, pemasangan penutup belakang bilik suara agar asas rahasia saat pemilih mencoblos bisa terjaga. Termasuk, antisipasi pelayanan saat pemilih hadir bersamaan agar tidak terjadi antrean terlalu banyak di TPS," terangnya.

Sementara, Ketua KPU Kabupaten Brebes, Manja Lestari Damanik mengatakan, terkait evaluasi dari simulasi pelaksanaan pencoblosan Pilpres dan Pileg 2024 akan segera ditindaklanjuti. 

Bahkan, pihaknya mengakui masih adanya sejumlah kelemahan petugas KPPS saat pemungutan suara berlangsung. Khususnya, rekomendasi Bawaslu dan teknis dalam proses penggunaan hak pilih pemilu. Sehingga, kekurangan dan pelaksanaan pemilu bisa berjalan sukses lancar serta damai.

"Hasil pelaksanaan simulasi, waktu tercepat yang dibutuhkan pemilih mulai menerima kertas hingga mencoblos paling cepat membutuhkan waktu 2,5 menit. Paling lama, 4 menit 14 detik, sedangkan yang perlu dievaluasi lagi memangkas waktu tunggu pemilih diTPS," imbuhnya. 


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita