Senin, 23/10/2023, 10:42:21
Universitas Peradaban Terapkan Teknologi Produksi Mocaf melalui Program Kosabangsa
Oleh: Kharisma Nurmeilinda
--None--

Penyerahan hibah alat produksi pada pelatihan dan workshop produksi mocaf. (Foto: Dok)

BANYUMAS merupakan penghasil ketela pohon atau singkong yang cukup besar di Jawa Tengah. Tahun 2022 diketahui bahwa luasan panen ketela pohon di Banyumas adalah 963,7 Ha dan produksi 19.888,5 ton.

Salah satu desa penghasil singkong terbesar di Banyumas adalah Desa Tamansari, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas. Meskipun memiliki potensi singkong yang besar, namun Desa Tamansari termasuk desa yang berpredikat miskin ekstrim.

Saat ini unit-unit usaha singkong di Desa Tamansari ini masih sangat sederhana seperti membuat lanting, ceriping, pekong (Keripik singkong) dan sejenisnya. Belum ada yang mampu mengolah menghasilkan nilai tambah yang lebih tinggi, misalnya tepung mocaf yang harganya bisa Rp 15.000/kg dari sebelumnya singkong mentah Rp/ 2.400 /kg.

Produksi ubi kayu/singkong di Kecamatan Karanglewas 666,7 kuintal. Produksi singkong sebesar 666,7 kuintal, 399 nya merupakan hasil produksi dari Desa Tamansari, Artinya 59,9 % berasal dari Tamansari sendiri (Karanglewas dalam angka 2022). Walaupun memiliki potensi yang besar namun hasil produksi tanaman pangan seperti ubi pohon/singkong, yaitu sebanyak 19.888.5 ton/tahun, belum diberdayakan secara maksimal.

Melalui program Kosabangsa (Kolaborasi Sosial Membangun Bangsa) yang pelaksanaannya diketuai oleh Dr. Sutarmin S.Si., M.M., dosen ilmu Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Peradaban Kabupaten Brebes dengan anggota tim Lina Krisnawati S.E., M.M dan Ivan Akmal Nur S.P., M.Ep, telah melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Kegiatan ini merupakan upaya optimalisasian pemberdayaan melalui penerapan teknologi produksi dan pemasaran tepung singkong termodifikasi (Mocaf), serta diversifikasinya di Desa Tamansari, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas.

Tim Pelaksana Universitas Peradaban berkolaborasi dengan Tim Pendamping Universitas Jendral Soedirman. Tim Pendamping dari Universitas Jendral Soedirman yaitu Dr. Santi Dwi Astuti, S.TP. M.Si selaku ketua tim pendamping, Prof. Dr. Nur Aini, STP. MSi., Istiqomah, S.E., M.Sc, PhD

Kegiatan Kosabangsa didanai oleh Direktorat Riset Teknologi dan Pengabdian Masyarakat (DRTPM) Kemendikbuddikti 2023. Kegiatan pengabdian yang melibatkan mitra kegiatan KWT Ciptoroso (Ketua Ibu Haryati) dan Bumdes Berkah Sari Kamandaka (Ketua Ibu Istiadi).

Dalam pembukaan kegiatan pengabdian ini, Dr. Sutarmin S.Si., M. M memaparkan bahwa Desa Tamansari sebagai salah satu desa penghasil Ubi pohon/singkong dan memiliki potensi yang tinggi terhadap pengolahan Ubi pohon/singkong menjadi produk yang memiliki nilai tambah, salah satunya dalam pendapatan masyarakat Desa Tamansari.

Berdasarkan hal tersebut menjadi dasar dari pelaksanaan kegiatan pengabdian, yaitu Workshop dan Hibah Inovasi dan Teknologi Program Kosabangsa 2023 di Desa Tamansari, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas.

Rangkaian kegiatan pengabdian dan pendampingan kepada masyarakat Program Kosabangsa 2023 yang didanai oleh DRTPM terdiri dari 12 kegiatan yang berkesinambungan yaitu Penyerahan hibah alat produksi, pelatihan dan workshop produksi mocaf, pelatihan dan workshop produksi mie bebas terigu (berbahan mocaf), workshop produksi bakery berbasis mocaf.

Pelatihan pengelolaan usaha (produksi, MSDM, keuangan), pelatihan daya saing dan keberlanjutan usaha, pelatihan dan  workshop pemasaran offline dan online, pelatihan pengendalian mutu serta keamanan pangan pangan, pelatihan dan pendampingan sertifikasi produk pangan (PIRT dan halal), pelatihan kompetensi dan Kualitas SDM, pelatihan Organisasi / Kelembagaan, pelatihan produk-produk kreasi berbasis singkong.

Kegiatan Penyerahan hibah alat produksi, pelatihan dan workshop produksi mocaf dilakukan pada Rabu, 11 Oktober 2023, menghadirkan narasumber Dr. Sutarmin, S.Si., M.M., selaku ketua LPPM Universitas Peradaban serta pelaku kewirausahaan UMKM. Penyerahan hibah alat produksi diberikan oleh tim pelaksana Dr. Sutarmin S.Si., M.M. dan Ivan Akmal Nur S.P., M.Ep., kepada Ibu Isdyanti selaku perwakilan mitra kegiatan KWT Ciptoroso dan Bumdes Berkah Sari Kamandaka.

Diharapkan dengan adanya Progran Kosabangsa 2023 dengan berbagai kegiatan dapat meningkatan perekonomian dan menuntaskan permasalahan miskin ekstrim Desa Tamansari, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Bapak Burhanudin Harahap, S.Ag., selaku Kepala Desa Tamansari beserta perangkat desa, Ibu Isdyanti selaku Perwakilan mitra kegiatan KWT Ciptoroso dan Bumdes Berkah Sari Kamandaka beserta anggotanya dan juga dihadiri oleh masyarakat kelompok wanita tani.

Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa Universitas Peradaban dari Prodi Manajemen, yaitu Kharisma Nurmeilinda, Eri Nanda Dewi Purwanti, Yoga Apriyan, Salsa Okta Nabila, Prodi Akuntansi, yaitu Yoka Lestari, Haydar Za’im Akbar dan Prodi Agribisnis yaitu, Ghulam Baits Rabbani, Restu Agus Prayitno- Universitas Peradaban.

Dari mahasisawa Universitas Jendral Soedirman prodi Teknologi Pangan yaitu Aza Aisyah Rahasticha, Gina Nazilah Lutfiyah, Silvia Puspanada, dan Dhea Maylita Putri.

(Kharisma Nurmeilinda adalah mahasiswa Prodi Manajemen Universitas Peradaban Bumiayu, Kabupaten Brebes Jawa Tengah. Email: Kharismanurmaelinda@gmail.com)

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita