Minggu, 14/05/2023, 19:15:25
Video Penari Sintren Didorong dan Dilecehkan Penonton Hingga Terjatuh Saat Pentas Viral
LAPORAN TAKWO HERIYANTO

Seorang penari sintren terjatuh dari panggung usai didorong seorang penonton. (Foto : Ist)

PanturaNews (Brebes) - Beredar sebuah video penari sintren mendapat perilaku tak mengenakan saat menggelar pentas di sebuah hajatan di Desa Tengguli, Kecamatan Tanjung Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. 

Bahkan, video yang terjadi pada Kamis 11 Mei 2023 kemarin itu, sudah tersebar luas di berbagai media sosial (medsos), seperti di grup WhatsApp.

Dalam video tersebut, seorang penari sintren terjatuh dari panggung usai didorong seorang penonton. Bahkan, penonton itu juga melakukan pelecehan terhadap penari lain dan melakukan kekerasan pada anak di bawah umur. 

Korban adalah TMO (32) yang merupakan sintren, kemudian PNC (12) seorang penari, dan MSS (12) yang merupakan anak dari ketua kelompok seni sintren. 

Mereka merupakan kelompok seni sintren Sanggar Aji Putra dari Desa Prapag Lor Kecamatan Losari Kabupaten Brebes. Atas aksi tersebut, pelaku pun dilaporkan ke polisi. Pelaku dikabarkan sering melakukan aksi kekerasan terhadap pelaku seni. 

Ketua Sanggar Aji Putra, Danaji alias Kabul saat dikonfirmasi menjelaskan, aksi kekerasan itu terjadi saat kelompoknya manggung di sebuah hajatan di Desa Tengguli, Kecamatan Tanjung. Saat itu ada salah satu penonton yang menaiki panggung dan merangsek pada saat pertunjukan. Dikira oleh orang-orang yang berada di atas panggung, penonton itu hendak menyawer sintren. 

"Dikiranya itu mau melakukan sawer, tetapi kemudian ternyata yang terjadi adalah penonton yang diduga pelaku itu mendorong penari sehingga terjatuh. Sang sintren pun mengalami luka memar di bagian pinggang dan kaki terkilir," kata Danaji, Minggu 14 Mei 2023.

Tidak hanya itu, pelaku, menurut Danaji, rupanya tidak hanya melakukan aksinya di ruang pentas. Namun, di beberapa adegan pada saat kegiatan, pelaku juga melakukan aksi pelecehan terhadap penari lain dan aksi kekerasan terhadap anak dari pemilik kelompok sanggar Aji Putra di lokasi hajatan tersebut. 

Kelompok seni sintren ini merasa dilecehkan hingga akhirnya pelaku dilaporkan ke polisi. 

Menyikapi insiden itu, Ketua Dewan Kesenian Daerah (DKD) Kabupaten Brebes, Wijanarto, menyayangkan adanya insiden terkait aksi vandalisme dalam ruang berkesenian. Menurutnya, kejadian itu menjadi catatan bagi semua pekerja seni. Atas kejadian itu, ia mendorong pihak Kepolisian setempat agar diproses secara hukum.

"Ini menjadi catatan bagi semua pekerja seni dan kami juga mengapresiasi langkah aparat kepolisian dalam menangani ini. Kami berharap peristiwa ini menjadi pertama dan terakhir kalinya di Kabupaten Brebes. Setelah pandemi Covid-19, ini waktunya mereka bisa mencari nafkah. Jangan sampai mereka mengalami problem yang menjadi hambatan di dalam melakukan gelar berkesenian yang menjadi tumpuan hidup mereka," terangnya.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita