Kamis, 16/03/2023, 20:41:45
Workshop Media Pembelajaran Berbasis Smartphone Terhadap Kemampuan Literasi Sekolah
Oleh: Diyah Ayu Retoningsih

Workshop media pembelajaran berbasis smartphone terhadap kemampuan literasi sekolah di SD Islam Ta'allumul Huda Bumiayu. (Foto: Dok)

DALAM melaksanakan kegiatan bidang Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang merupakan salah satu bagian realisasi Tri Darma Perguran Tinggi, Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Peradaban melakukan kegiatan PKM di SD Islam Ta'allumul Huda Bumiayu, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes.

PKM dilaksanakan pada Sabtu 11 Maret  2023, bertempat di salah satu kelas SD Islam Ta'allumul Huda Bumiayu, dengan peserta kegiatan yaitu seluruh Guru SD Islam Ta'allumul Huda Bumiayu.

Adapun kegiatan yang diusung adalah Workshop Media Pembelajaran Berbasis Smartphone Terhadap Kemampuan Literasi Sekolah. PKM ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam memanfaatkan media komunikasi berbasis smartphone sebagai media pembelajaran, serta dalam upaya meningkatkan kemampuan literasi sekolah melalui smartphone.

Dalam PKM ini bertindak sebagai ketua yaitu Diyah Ayu Retnoningsih, M.Pd dan anggota dari Dosen yaitu Dian Purwaninsih, M.Pd dari mahasiswa yaitu Anjar dan Tomi serta Mitra Alumni Yusril Amron, S.Pd.

Dalam sambuatanya Kepala SD Islam Ta'allumul Huda Bumiayu, Indra Gautama, S.SoS. S,Pd memberikan apresiasi kepada Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Peradaban yang telah berkenan datang SD Islam Ta'allumul Huda Bumiayu untuk berbagi ilmu dan pengalaman kepada para guru.

Indra Gautama mengaharpkan kegiatan ini dapat bermanfaat bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran di kelas yang kreatif dan inovatif, sesuai dengan perkembangan zaman.

Di akhir sambutan dia berharap pertemuan PKM ini bukan yang terahir melainkan awal untuk PKM selanjutnya, sehingga dapat menambah ilmu dan pengetahuan baru bagi guru khususnya di SD Islam Ta'allumul Huda Bumiayu.

Selanjutanya dalam kegiatan inti PKM yang mengusung  tema Workshop Media Pembelajaran Berbasis Smartphone Terhadap Kemampuan Literasi Sekolah, yang bertindak sebagai narasuber pertama yaitu Diyah Ayu Retnoningsih. M.Pd menyatakan bahwa mengangkat dari konsep aplikasi pendidikan, pastilah mengingat konep trisentra/tricita pendidikan dari Ki Hajar Dewantara yang meliputi tiga jeis pendidiakn yatu pendidikan keluarg, pedidikan sekolah dan pendidikan masyarakat.

Pada dasarnya Ketiga konsep ini dapat memaksimalkan outcome proses pendidikan jika realisasinya dapat terhubung satu sama lain. seperti contoh ketika disekolah mengajarkan siswa tentang nilai kebersihan akan menjadi feedback  baik jika di lingungan keluarga dan masyarakat menanamkannya juga, sehingga dari pola ini kompetensi siswa tidak hanya pada konsep pemahaman tahu saja tapi mampu mengaplikasikannya. 

Berkaitan dengan pencapaian kopetensi siswa erat kaitanya dengan tujuan pendidikan Indonesia emas tahun 2025 yang menyiapakan genarasi unggul dalam tiga komponen dasar yaitu:

-1. Kualitas Karakter (Religiusitas, Nasionalisme,  Kemandirian, Gotong Royong, dan  Integritas) melalui PPK dan P5,

-2. Keterampilan 4’C (Critical Thinking, Creativity and  Innovation, Communication, and  Collaboration) dan,

-3. Penguatan Literasi (Literasi Baca Tulis, Literasi  Numerisasi, Literasi Digital, Literasi  Sains, dan Literasi Budaya  Kewargaan).

Literasi dapat dipahami sebagai proses kompleks yang melibatkan pembangunan pengetahuan sebelumnya, budaya dan pemahamannya untuk mengembangkan pengetahuan baru dan pemahaman yag lebih dalam.

Berkaitan dengan penguatan literasi di era revolusi 4.0 dan society 5.0 siswa harus dapat memahami tiga literasi dasar yaitu; 1. Literasi Digital, 2. Literasi Teknologi, 3 Literasi Manusia. Untuk mencapai  kualitas siswa yang paham literasi.

Sekarang ini, memaksimalkan peran Literasi Sekolah menjadi wadah dasar membekali siswa menghadapi era revolusi 4.0 dan society 5.0 yang menekankan pada pencapaian indikator Kemampuan mengakses, memahami, dan menggunakan sesuatu secara cerdas melalui berbagai aktivitas, antara lain membaca, melihat, menyimak, menulis, dan/ atau berbicara.

Sebagai narasumber kedua yaitu Dian Purwaningsih, M.Pd dosen  pendidikan Matematika mengatakan, bahwa Alasan Guru harus memahami pentingnya literasi adalah:

-1. Munculnya kesadaran yang mendasar tentang pentingnya kemajuan dan masa depan bangsa indonesia,

-2. Masyarakat dan pemerintah indonesia semakin sadar bahwa kemajuan dan keunggulan individu, masyarakat, dan juga bangsa, ditentukan oleh adanya tradisi dan budaya literasi yang baik,

-3.  Faktor pendukung dari komunitas-komunitas yang peduli dan punya semangat untuk menumbuhkan dan menyebarluaskan kegiatan, tradisi, dan budaya literasi di lingkungan masyarakat dan lingkungan pendidikan.

Oleh sebab itu, tujuan utama literasi seolah antara lain adalah: 1. Menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajaran berbudaya literasi, 2. Membentuk warga sekolah yang literat dalam hal (Baca tulis, Numerasi, Sains, Digital, Finansial, Budaya dan kewargaan).

Dasar pengembangan GLS (gerakan literasi sekolah) berdasar pada sembilan agenda prioritas (Nawacita) yang terkait dengan tugas dan fungsi Kemendikbud, khususnya Nawacita nomor 5, 6, 8, dan 9 yang berbunyi:

(5) Meningkatkan kualitas hidup manusia dan masyarakat Indonesia, (6) Meningkatkan produktivitas rayat dan daya saing dipasar internasional sehingga Indonesia bisa maju dan bangkit bersama bangsa asia lainnya. Melakukan revolusi karakter bangsa dan (9) Memperteguh kebinekaan dan memeperkuat resstorasi sosial Indonesia.

Landasna literasi sekolah tidak lepas pada pecapian kopetensi indikator literasi abad 21 yang terbagi menjadi enam kometensi yaitu lierasi usia dini, literasi permuaan, literasi perpustakaan, literasi teknologi, literasi media an literasi visual.

Berkaitan dengan upaya megaplikasikan GLS, ada tiga strategi penting penerapan budaya liteasi sekolah yaitu:

-1. Menggunakan lingkungan fisik ramah literasi melalui Penumbuhan budaya literasi dan minat baca di sekolah, salah satunya melalui kegiatan 15 menit membaca,

-2. mengupyakan lingkungan ssial dan afektif melalui  pengembangan kecakapan literasi melalui kegiatan nonakademis, misalnya kegiatan ekstrakurikuler dan kunjungan wajib ke perpustakaan (waktu literasi) dan

-3. mengupayakan sekolah sebagai lingkungan akademis yang literast melalui kegiatan Intrakurikuler/pembelajaran menggunakan strategi literasi

Sebagai narasumber ketiga yaitu Yusril Amron, S.Pd mengatakan bahwa media berbasis Pengembangan media pembelajaran berbasis Smartphone Android, tentunya membutuhkan perangkat lunak (software/aplikasi) dalam membuatnya.

Beberapa Software yang bisa digunakan oleh guru untuk mengembangakn sendiri media berbasis Andorid salah satunya adalah Flip PDF professional yaitu suatu aplikasi atau software yang dapat mengubah format file pdf menjadi flipbook/ebook/emodul yang dapat disisipkan gambar, video, suara dan animasi serta dapat menampilkan halaman pdf persis seperti buku aslinya yang dapat dibuka secara perlembar.

Fitur flip pdf professional memiliki banyak menu multimedia untuk pendukung pembuatan buku interaktif dengan tampilan yang lebih menarik yang membuat si pembaca meras senang dan tidak membosankan.

(Diyah Ayu Retoningsih, M.Pd adalah Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Peradaban Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah)

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita