Kamis, 09/02/2023, 15:47:33
Asyiknya Belajar Perkalian 6 sampai 10 dengan Menggunakan Jarimatika
Oleh: Muhamad Fariz Al Ghifari & Anwar Ardani, M.Pd
--None--

MATEMATIKA adalah satu dari mata pelajaran yang diberikan disetiap tingkatan sekolah. Pelajaran matematika merupakan keterampilan dasar yang harus dikuasai peserta didik sebelum mempelajari ilmu sains. Namun demikian banyak yang berpendapat bahwa materi Matematika adalah subjek yang paling susah, menakutkan, membosankan dan tidak menyenangkan.

Di sekolah dasar operasi hitung perkalian sudah diberikan sejak kelas dua, hal tersebut karena proses perkalian sebagai dasar yang dipakai pada perhitungan selanjutnya dan peningkatan subjek matematika yang terdapat di jenjang yang lebih tinggi.

Keterampilan menghafal perkalian 0 sampai 10 sangat memudahkan anak agar terampil berhitung. Apalagi banyak Siswa yang masih kesulitan bila mengoperasikan perkalian 6 sampai 10. Siswa mengingat di luar kepala dengan harapan berguna untuk memperkuat kecepatan dalam menjawab masalah penghitungan perkalian dari yang mudah hingga yang susah.

Pengertian Jarimatika

Jarimatika adalah teknik berhitung gampang dan menyenangkan dengan menggunakan jari-jari tangan (Septi Peni, 2008: 17). Septi Peni Wulandari (2008: 2) Jarimatika adalah cara berhitung (operasi kali bagi tambah kurang) melalui jari-jari tangan.

Jarimatika adalah sebuah cara sederhana dan menyenangkan mengajarkan berhitung dasar kepada anak-anak menurut kaidah. Metode hitung dengan jari tangan bertujuan untuk membantu siswa dalam mengoperasikan aritmatika terutama dalam berhitung perkalian.

Nyimas Aisyah (2007: 6.5) “Kemampuan berhitung merupakan salah satu kemampuan yang penting dalam kehidupan sehari-hari, dapat dikatakan bahwa semua aktivitas kehidupan manusia memerlukan kemampuan ini”.

Menurut Bismo kemampuan berhitung adalah kemampuan seseorang yang digunakan untuk memformulasikan persoalan Matematika sehingga dapat dipecahkan dengan operasi perhitungan atau aritmatika biasa yaitu tambah, kurang, kali, dan bagi.

Berdasarkan pernyataan-pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa kemampuan berhitung adalah kemampuan yang memerlukan penalaran dan keterampilan aljabar yang digunakan untuk memformulasikan persoalan Matematika sehingga dapat dipecahkan dengan operasi hitung yang diperlukan dalam semua aktivitas kehidupan manusia sehari-sehari. Contoh Penerapan Perkalian 6 - 10 Menggunakan Jarimatika

Tahapan-tahapan mempelajari cara berhitung perkalian dengan memakai jarimatika:

-1) Siswa diajarkan cara-cara menghitung dengan jarimatika dengan ketentuan sebagai berikut: Rumus: (T1 + T2) + (B1 x B2)

Keterangan: T1 = jari tangan kanan yang buka (puluhan) T2 = jari tangan kiri yang buka (puluhan) B1 = jari tangan kanan yang tutup (satuan)  B2 = jari tangan kiri yang tutup (satuan)

-2) Guru dan siswa melakukan operasi perkalian dengan mendemonstrasikan menggunakan jari tangan, dengan contoh perkalian 8 × 9 Tangan kanan (8) : kelingking, jari manis dan jari tengah ditutup (dilipat).

Tangan kiri (9) : kelingking, jari manis, jari tengah dan jari telunjuk ditutup (dilipat).7 x 8 dapat diselesaikan sebagai berikut. Jari yang ditutup bernilai puluhan, dijumlahkan. Jari yang terbuka bernilai satuan, dikalikan.

Formasi Jarimatikanya adalah sebagai berikut: 8 x 9 = (T1 + T2) + (B1 x B2) = (30 + 40) + ( 2 x 1)  = 70 + 2 = 72 3).

-3) Ajak siswa terus bergembira, jangan merepotkan anak untuk menghafal lambang-lambang jarimatika.

4) Melakukan latihan secara rutin dengan demikian anak merasa senang tanpa ada               paksaan untuk menghafal.

Kelebihan Perkalian Menggunakan Jarimatika

Menurut Dwi Sunar Prasetyono, dkk (2009: 19) “Jarimatika adalah suatu cara menghitung Matematika dengan menggunakan alat bantu jari”. Penggunaan alat bantu ini sejalan dengan penggunaan alat peraga agar konsep abstrak dalam matematika menjadi tampak kongkrit dengan adanya objek yang nyata.

Menurut (Wulandari, 2009) Kelebihan jarimatika sebagai media pembelajaran di antaranya adalah: 1) Jarimatika memberikan visualisasi proses berhitung. 2) Gerakan jari-jari tangan akan menarik minat anak. 3) Jarimatika relatif tidak memberatkan memori otak saat digunakan. 4) Alat yang digunakan tidak perlu dibeli.

Formasi Jarimatika Perkalian: Dalam perkembangan konsep matematika dengan menggunakan jarimatika, alat bantu yang digunakan  adalah jari tangan yang dimiliki siswa. Di bawah ini merupakan langkah-langkah pembelajaran perkalian kelompok dasar (bilangan 6-10):

-1) Siswa terlebih dahulu perlu memahami angka atau lambang bilangan. -2) Siswa mengenali konsep operasi perkalian.  -3) Siswa sebelumnya diajak bergembira, bisa dengan bernyanyi. -4) Mengenal lambang-lambang yang digunakan di dalam jarimatika. 

Pengenalannya jarimatika seperti pada gambar di bawah ini:

Pada praktiknya banyak siswa yang mudah dalam mengoperasikan perkalian 6 sampai 10, namun masih terdapat siswa yang kesulitan dalam mengoperasikannya. Ini yang harus dilakukan oleh guru untuk lebih membimbing, mengarahkan, dan mengajarkan untuk lebih sabar. Untuk perkalian 1 sampai 5 mempunyai peraturan dan ketentuan tersendiri dalam mengoperasikannya.

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita