APAKAH pendidikan itu sangat penting untuk modal berusaha? Banyak orang yang mengatakan bahwa menjadi seorang pengusaha tidak perlu sekolah tinggi-tinggi, yang penting punya semangat dan kerja keras. Namun sekedar sukses dengan tidak diiringi pendidikan yang tinggi, akan membuat seseorang tidak mempunyai wawasan ataupun keterampilan lebih.
Pendidikan adalah hal penting dalam membangun kesuksesan seseorang, melalui pendidikan seseorang dapat menambahkan ilmu untuk bisa menunjang karir sukses kedepannya. Orang yang hanya lulusan SMA bukan berarti tidak sukses dalam berkarir dan orang yang lulusan kuliah tidak selamanya bisa sukses. Karena kesuksesan bisa terwujud ada pada usaha individu masing-masing.
Maka dari itu, pendidikan dalam era globalisasi seperti sekarang ini, sangat penting untuk membangun bisnis ataupun berwirausaha, karena Pendidikan merupakan modal dasar untuk seseorang yang akan memulai membuka usaha. Dengan demikian, seseorang akan memperoleh segala sumber daya sosial dan perekonomian. Karena peran ekonomi sangat penting untuk menunjang kelancaran, agar manusia selalu memiliki etos kerja yang produktif.
Peran penting pendidikan dalam kehidupan di era globalisasi ini, menuntut sumber daya manusia agar menjadi bermutu dan berkualitas. Oleh karena itu, dunia Pendidikan harus menciptakan wadah dalam bentuk tenaga kerja yang terampil. Pendidikan sebagai modal terpenting investasi dalam bersaing di era global.
Lulusan pendidikan formal saja tidak bisa menjamin manusia dapat bekerja, bahkan yang lulusan perguruan tinggi saja, tidak sepenuhnya bisa mengahadapi pasar tenaga kerja. Oleh karena itu kita perlu adanya kemampuan ataupun keahlian untuk menghadapi pasar tenaga kerja yaitu dengan cara melanjutkan pendidikan yang unggul dan bermutu tinggi untuk menghadapi persaingan Internasional
Modal utama pembisnis zaman sekarang adalah manusia yang memiliki pendidikan terutama untuk pembangunan ekonomi. Semakin banyak orang yang berpendidikan semakin maju negara dalam membangun perekonomiannya, karena dengan hal tersebut pembisnis sudah mengusai keterampilan, ilmu teknologi dan pengetahuan. Dengan demikian pemerintah juga mudah untuk meningkatkan pembangunan Nasiomal.
Menjadi Pembisnis merupakan profesi yang banyak diminati di masa sekarang ini. Banyak orang yang menganggap untuk memulai bisnis hanya memerlukan modal berupa uang. Namun tidak sepenuhnya hal itu benar, karena jika kita membuka lapangan kewirausahaan tanpa berbekal pendidikan yang matang, justru akan sulit mempertahankan keberlanjutan usaha untuk kedepannya.
Konsep pendidikan sebagai sebuah investasi dalam modal untuk berbisnis telah berkembang pesat dan selalu diyakini oleh orang-orang sebagai kunci bagi pertumbuhan sektor pembangunan. Dalam hal ini, pendidikan merupakan proses perolehan pengetahuan dan ketrampilan untuk membentuk kualitas pengembangan sumber daya manusia.
Schultz (1961) dan Deninson (1962) kemudian menjelaskan bahwa pembangunan sektor pendidikan dengan manusia sebagai fokus, intinya telah memberikan kontribusi langsung terhadap pertumbuhan ekonomi suatu negara, malalui peningkatan keterampilan dan kemampuan produksi tenaga kerja. Cara pandang ini telah mendorong ketertarikan sejumlah ahli untuk meneliti mengenai nilai ekonomi dari pendidikan.
Pembentukan modal berbisnis melalui pendidikan akan memperoleh peningkatan jumlah orang yang mempunyai banyak keahlian. Pendidikan juga sebagai sarana pengembangan kualitas manusia untuk memiliki kontribusi langsung terhadap peningkatan pendapatan negara, melalui ketrampilan produksi tenaga kerja.
Mengembangkan kemampuan untuk berbisnis bukanlah suatu hal yang mudah, diperlukan berupa pengetahuan keilmuan yang lengkap. Memiliki banyak potensi sukses hanya ada pada mereka yang paham akan kegunaan pendidikan serta bisa belajar meningkatkan pengetahuan.
Pendidikan itu sendiri merupakan alat untuk mengembangkan sistem perekonomian, maka dari itu diperlukannya usaha dan program sumber daya manusia yang unggul untuk menghadapi persaingan internasional. Persaingan tenaga kerja dipengaruhi oleh seberapa tingginya pendidikan yang dimiliki oleh individu masing-masing. Misalnya, diwujudkan melalui pendidikan formal dalam bentuk ijazah Pendidikan, serta pendidikan nonformal ditunjukkan melalui penerimaan sertifikat yang dimiliki.
Menurut Sumara (2005), pada tahun 1970-an penelitian mengenai hubungan antara pendidikan dan pertumbuhan ekonomi sempat berhenti, karena timbulnya kesangsian mengenai peranan pendidikan terhadap pertumbuhan ekonomi di beberapa negara, khususnya di Amerika serikat dan negara berkembang yang menerima bantuan dari Bank Dunia pada waktu itu.
Penelitian Hick (1980), Wheeler (1980) dan beberapa peneliti neoklasik lain, telah dapat meyakinkan kembali secara ilmiah akan pentingnya manusia yang terdidik menunjang pertumbuhan ekonomi secara langsung, bahkan seluruh sektor pembangunan makro lainnya.