Selasa, 24/01/2023, 22:49:08
Jadilah Guru Matematika Idaman Siswa!
Oleh: Relia Eka Agustina & Sofri Rizka Amalia, M.Pd.

LANDASAN pendidikan adalah cinta, dasar pendidikan adalah Pancasila, sedangkan tujuan kurikuler dari pendidikan adalah cipta, rasa, karsa dan karya. Peran guru dalam proses kemajuan pendidikan sangatlah penting. Oleh karena itu, tugas guru tidaklah mudah. Guru harus mengerti dan paham tentang hakikat sejati seorang guru.

Salah satu pelajaran yang dianggap sulit oleh siswa ialah matematika. Mengapa demikian? Seperti yang dikatakan Wasiah:2019 dalam jurnal pendidikan matematika, bahwasannya matematika dianggap sulit karena beberapa faktor yaitu Pertama banyak menggunakan rumus, Kedua tidak paham konsep materi, dan Ketiga ruang interaksi siswa dengan guru terbatas.

Untuk mengatasi masalah tersebut, seorang guru dituntut untuk memiliki pemahaman yang baik terkait pelajaran matematika. Namun bukan hanya sebatas paham, tapi juga perlu tahu bagaimana cara membuat pelajaran menjadi interaktif. Dan membuktikan bahwa matematika bukan pelajaran yang begitu sulit.

Bagaimana contoh yang tidak interaktif? Jika seorang guru matematika melakukan pengajaran bukan pembelajaran, guru yang seperti ini tidak mempunyai tujuan lain selain melakukan tugas rutin yang diembannya. Tidak punya keinginan memperbaiki cara mengajar dengan cara banyak interaksi dalam kegiatan pembelajaran.

Dalam hal ini guru hanya berperan sebagai pentransfer ilmu yang ia anggap penting bukan yang siswa anggap penting, pembelajaran seperti inilah yang sering terjadi. Padahal terciptanya interaksi yang hidup dapat menciptakan pembelajaran yang menarik dan menyenangkan.

Guru idaman adalah guru yang mampu mendidik muridnya dengan hati. Kunci untuk mendidik dengan hati hanya satu yaitu ikhlas. Ikhlas berbagi ilmu, ikhlas berbagi kasih sayang, dan ikhlas mengajar karena Allah SWT (Blog Guru:2017). Maka dari itu, aktivitas mengajar (pembelajaran) yang dilakukan guru itu perlu dilandasi dengan niat ibadah. Dengan niat seperti itu, mengajarpun akan terasa enjoy (menyenangkan) sehingga siswa akan tertarik mengikuti pembelajaran dengan baik.

Menjadi seorang guru idaman oleh siswa merupakan cita-cita semua guru. Kedekatan antara murid dan guru sebisa mungkin harus dibangun agar proses pembelajaran bisa menyenangkan dan siswa juga akan merasa nyaman selama berada di dalam kelas. Karakter apa saja yang diidamkan siswa kebanyakan di sekolah yaitu:

-1. Interaktif: Jika gurunya interaktif, siswa akan lebih mudah menjalin komunikasi dan memposisikan dirinya sebagai partner belajar sehingga akan lebih nyaman baginya untuk bertukar informasi dengan guru.

-2. Memahami peserta didik: Guru yang disenangi oleh siswanya adalah guru yang mampu memahami perasaan anak didiknya. Guru adalah orang tua siswa di sekolah. Guru akan lebih mudah memahami kemampuan dan kendala yang dialami siswanya selama proses pembelajaran.

-3. Dinamis dan kretif: Kreativitas seseorang memanglah berbeda-beda. Namun bukan berarti guru tidak perlu kreatif ketika mengajar. Guru mampu memberikan hal-hal baru dalam proses pembelajaran, akan meminimalisir rasa bosan siswa.

-4. Humoris: Mengapa guru harus bisa bersifat humoris, suasana yang awalnya tegang akan kembalu menyenangkan dengan adanya hiburan yang diberikan oleh guru

Guru matematika juga perlu mengetahui beberapa tips agar dapat menyampaikan pelajaran secara menyenangkan kepada siswa dan harapannya siswa ikut tertarik dengan pelajaran yang disampaikan.

Beberapa tipsnya yaitu: memahami konsep dengan benar, mampu membuat matematika dekat dengan kehidupan nyata, dan mengajar dengan teknik.

Bagi guru idaman itu, mengajar tidak hanya jika masuk di kelas melainkan jika bertemu dengan siswanya. Yaitu mampu  melaksanakan tugasnya sebagai guru teladan siswa dan menertibkan segala hal yang kurang baik.

Guru idaman sangatlah dibutuhkan oleh siswa, guru yang selalu memberikan kebaikan sekecil apapun kebaikan itu mampu mengarahkannya. Guru yang memiliki cita-cita besar untuk melihat siswanya terus tumbuh dalam ilmu dan budi pekerti.

Guru yang terus berupaya memotivasi anak didiknya untuk bermetamorfosa, dan menyempurna menjadi insan yang mampu memberdaya dan mengaktualisasikan dirinya. Itulah sesungguhnya hal yang dimiliki oleh para guru idaman.

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita