Selasa, 24/01/2023, 22:45:32
Kurangnya Minat Dan Bakat Belajar Matematika
Oleh: Imroatun Nada & Dian Purwaningsih, M. Pd.

PENDIDIKAN merupakan sebuah hal yang penting bagi kehidupan dan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari, baik dalam kehidupan keluarga, bangsa, dan negara. Kemajuan suatu bangsa ditentukan oleh pendidikan itu sendiri.

Dari perspektif teoritis, pendidikan sering ditafsirkan oleh orang secara berbeda, tergantung pada titik atau pandangan dan teori pendidikan yang diyakini benar. Perbedaan dalam penafsiran pendidikan dalam konteks akademis sudah umum, bahkan ini dapat memperkaya kekayaan pemikiran manusia dan berguna untuk pengembangan teori (Novalia, dkk., 2018).

Pendidikan di Indonesia belum seperti yang diharapkan, karena lembaga–lembaga pendidikan belum mampu menghasilkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas. Pendidikan yang dibutuhkan oleh bangsa Indonesia adalah pendidikan yang dapat mengembangkan potensi masyarakat, mampu menumbuhkan kemauan, serta membangkitkan semangat generasi bangsa untuk menggali berbagai potensi, dan mengembangkan secara utuh dan menyeluruh (Elfindri dkk, 2012). 

Aunurrahman (dalam Wahyudi & Sufyarma, 2019) mengatakan hasil belajar merupakan perubahan kebiasaan melalui berpikir sehingga mampu untuk memecahkan masalah. Matematika adalah salah satu ilmu pengetahuan dasar yang dapat memberikan andil yang sangat besar dalam kemajuan bangsa. Mengingat peranan matematika yang sangat penting itu, maka siswa dituntut untuk menguasai pelajaran matematika secara tuntas di setiap satuan dan jenjang pendidikan.

Namun, pada kenyataannya hasil belajar siswa khususnya mata pelajaran matematika masih rendah. Hal ini dapat dilihat dari rata-rata nilai hasil ujian nasional pada tahun 2019 tingkat sma yang hanya berkisar antara 37,53% - 39,33%. (Pusat Penilaian Pendidikan KEMENDIKBUD, 2019).

Rendahnya hasil belajar matematika siswa disebabkan oleh beberapa faktor diantarannya adalah matematika merupakan salah satu pelajaran yang dianggap menjadi pelajaran yang sulit oleh peserta didik sehingga kurangnya minat belajar peserta didik terhadap pembelajaran matematika, banyak rumus-rumus yang harus dipelajari dan soal-soal yang sulit untuk dipahami, sehingga membuat minat dan bakat peserta didik tidak berkembang dalam mempelajari pelajaran matematika.

Oleh karena itu minat dan bakat siswa dalam pembelajaran matematika harus dikembangkan, sehingga bakat merupakan potensi bawaan yang dimiliki manusia, sedangkan minat tercipta karena adanya ketertarikan kuat atas sesuatu. Kedua hal ini seringkali dikaitkan dengan faktor kecerdasan dan kesuksesan seseorang dalam belajar matematika memperoleh hasil yang maksimal.

Menururt Sirait, E. D(2016) minat belajar sangat berpengaruh terhadap prestasi belajar matematika. Berdasarkan penelitian Fadillah, A. (2016) juga menunjukkan bahwa minat dan belajar matematika sangat berpengaruh terhadap hasil belajar matematika siswa.

Dari penelitian-penelitian tersebut sangat terlihat bahwa minat dan bakat sangatlah penting dalam proses pembelajaran, siswa akan suka dinamis, suka berkembang dan bersemangat untuk melakukan aktivitas-aktivitas untuk menjadikan hidupnya lebih bergairah bila dalam diri seseorang itu memiliki minat. Kurangnya minat dalam suatu pelajaran dapat menentukan sukses atau tidaknya kegiatan seseorang.

Kecenderungan pembelajaran matematika hanya pada menghafal rumus dan menerapkannya untuk menyelesaikan soal dirasa kurang menguntungkan siswa, karena akan kesulitan dalam menghadapi persoalan yang memerlukan pemecahan masalah.

Dalam menumbuhkan minat peserta didik dalam belajar terutama belajar matematika dapat dilakukan dengan berbagai cara. Misalnya saja dengan memberikan metode dan model pembelajaran kepada peserta didik agar minat peserta didik bertambah didalam belajar matematika meningkat dan peserta didik yang memiliki bakat dalam dirinya akan lebih mudah mencapai keberhasilan dalam kegiatan belajar.

Salah satu metode yang dapat digunakan adalah model pembelajaran yang dapat digunakan adalah model pembelajaran Gerlach and Elly. Model pembelajaran Gerlach and Elly merupakan suatu perencanaan metode pengajaran yang sistematis. Model ini menjadi suatu pedoman garis atau suatu peta pembelajaran karena dalam model ini diperlihatkan secara keseluruhan proses belajar mengajar yang baik, sekalipun tidak digambarkan secara rinci setiap komponennya.

Dalam model ini juga diperlihatkan hubungan antara elemen yang satu dengan yang lainnya serta menyajikan suatu pola yang urutan dapat dikembangkan dalam suatu rencana mengajar (Rusman, 2012).

Disamping itu, model pembelajaran Gerlach and Elly sangat teliti sekali dalam melaksanakan atau merencanakan pembelajaran, terbukti dengan diadakannya tahapan pengelompokkan belajar, penghitungan pembagian waktu, serta pengaturan ruang belajar. Hal ini merupakan kelebihan tersendiri dari model Gerlach and Elly yang telah dikenal dan dikembangkan sejak 1971. (Rusman, 2012).

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita