Selasa, 24/01/2023, 11:18:11
Solusi Bosan Pada Pembelajaran Matematika
Oleh: Hafiz Multazam Azhar & An Nur Ami Widodo, M.Pd

PENDIDIKAN merupakan suatu hal yang sangat penting untuk masa depan. Dengan adanya pendidikan, masalah-masalah nasional seperti kebodohan dan kemiskinan akan teratasi. Akan tetapi pendidikan akan berhasil jika sistem pendidikan berjalan dengan baik.

Dalam Undang-Undang No.2 Tahun 1989 Pasal 1 tentang Sistem Pendidikan Nasional, kurikulum merupakan seperangkat rencana dari pengaturan mengenai isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman dalam penyelenggaraan proses kegiatan belajar mengajar. Implementasi kurikulum pendidikan pada tingkat sekolah dasar merupakan tanggung jawab guru dan pihak sekolah dalam bentuk kegiatan belajar mengajar.

Menurut Undang-undang nomor 20 tahun 2003, tujuan pendidikan nasional adalah untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Dari tujuan pendidikan nasional, maka peran satuan pendidikan lebih khusus lagi peran tenaga pendidik harus mampu menyelenggarakan pendidikan yang berkualitas. Untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas, maka seorang pendidik harus melakukan inovasi untuk meningkatkan peserta didik tentang, betapa pentingnya manfaat pendidikan itu sendiri dan juga harus secara terus menerus berinovasi dalam mendesain di dalam kelas sesuai dengan karakteristik peserta didik.

Banyak permasalahan pendidikan yang terjadi, salah satunya pada saat pembelajaran berlangsung, siswa merasa kurang memahami materi. Hal ini disebabkan oleh karena sebagian besar guru masih menggunakan paradigma lama dalam mengajar, yaitu dengan menggunakan metode ceramah dimana siswa hanya datang, duduk, dengar, diam, catat, dan hafalkan.

Selain itu, hal ini juga disebabkan karena kurangnya dasar siswa dalam matematika, kurangnya minat untuk belajar serta siswa juga tidak mendapatkan pengalaman agar menjadi pengetahuan yang berarti.

Banyak guru yang mengeluh karena merasa kurang puas terhadap keberhasilan belajar siswanya. Di lain pihak siswa menggerutu karena dinilainya kelas menjadi ruangan dengan empat dinding yang yang mirip dengan sel tahanan karena selama ia tidak dapat menikmati kegiatan belajar dan pembelajaran di selenggarakan oleh guru tertentu.

Oleh karena itu perlu adanya solusi untuk permasalahan tersebut, yaitu dengan merubah cara atau metode pembelajaran yang sesuai. Dari berbagai metode pembelajaran yang tersedia, guru harus mampu mengolah pembelajaran yang dapat mengembangkan kreativitas siswa, menciptakan kondisi belajar yang menyenangkan serta memberikan pengalaman belajar langsung kepada siswa, salah satunya dengan penggunaan metode pembelajaran karya wisata.

Menurut Primanita, dkk (2022) karyawisata merupakan proses pembelajaran yang dilakukan dengan cara mengajak siswa ke suatu tempat di luar lingkungan sekolah. Metode karyawisata dapat membuat siswa untuk melihat secara langsung kemudian siswa mampu menafsirkan apa yang menjadi bahan pembelajaran.

Menurut Muchsin (2013), keunggulan menggunakan metode karyawisata antara lain siswa dapat mengamati objek secara nyata dan bervariasi seperti peninggalan sejarah, pasar, stasiun, pantai, pabrik, kelurahan, kecamatan, dan sebagainya. Siswa dapat menjawab dan memecahkan masalah-masalah dengan cara melihat, mencoba, dan membuktikan secara langsung suatu objek yang dipelajari. Siswa bisa mendapatkan informasi langsung dari narasumber ataupun penjelasan langsung dari manajer pabrik.

Metode pembelajaran karyawisata ini sudah banyak diteliti. Misalnya pada penelitian yang dilakukan oleh Primanita, dkk (2022), terdapat (54,3%) menyatakan bahwa metode pembelajaran karya wisata ini efektif untuk diterapkan. Metode pembelajaran karya wisata dianggap efektif dengan jawaban mayoritas terbanyak yaitu dapat menimbulkan minat serta ketertarikan, menambah wawasan dan meningkatkan motivasi belajar pada anak. Sisanya beranggapan tidak begitu efektif karena adanya pertimbangan lain-lain.

Sejalan dengan hal tersebut, pada penelitian yang dilakukan oleh Lulu (2012) yang menyatakan bahwa hasil belajar siswa pada pelajaran matematika kelas XI IPA MAN 1 Makassar sebelum penerapan strategi pembelajaran berwisata berada pada kategori rendah dengan jumlah rata-rata 37,98. Sedangkan hasil belajar siswa siswa pada pelajaran matematika kelas XI IPA MAN 1 Makassar setelah penerapan strategi pembelajaran berwisata berada pada kategori tinggi dengan jumlah rata-rata 62,23.

Adapun penelitian yang dilakukan oleh Muhammad Nuh Nasution (2018) menyatakan bahwa metode karya wisata menjadikan siswa lebih bersemangat dalam belajar, lebih berkonsentrasi pada materi, membuat daya pikir siswa lebih berkembang, suasana belajar lebih nyaman, siswa lebih dapat memahami materi pelajaran, siswa lebih berani mengemukakan pendapat dan membuat siswa lebih aktif.

Berdasarkan uraian diatas, penulis dapat menyimpulkan bahwa penyebab siswa merasa bosan pada saat pembelajaran matematika yaitu karena siswa tidak mengeksplor secara langsung apa yang menjadi bahan pembelajaran. Sehingga diperlukan adanya solusi dengan merubah metode pembelajaran menggunakan metode pembelajaran karyawisata.

Dari beberapa hasil penelitian yang telah disebutkan diatas, dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode pembelajaran karyawisata sangat efektif dilakukan, terutama pada saat pembelajaran matematika karena dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita