Selasa, 10/01/2023, 14:59:01
Pembelajaran Menyenangkan di Abad 21 Melalui Media Augmented Reality
Oleh: Aas Khoeiriah
--None--

PEMBELAJARAN secara umum adalah proses interaksi antara pesetra didik atau siswa dengan pendidikan atau guru. Sementara itu, menurut Munif Chatib pembelajaran merupakan proses transfer ilmu dua arah, antara guru sebagai pemberi informasi dan siswa sebagai penerima informasi.

Augmented reality (AR) merupakan teknologi yang menggabungkan objek maya dua dimensi atau tiga dimensi lalu di proyeksikan terhadap dunia maya secara real time. Menurut Azuma (Emerging Techonologies of Augmentd Reality: Interfaces and Design).

Augmented Reality adalah sebuah konsep yang mencitrakan gambar tiga dimensi yang seolah nyata. Proses ini bisa diperinci menjadi beberapa proses dan komponen, untuk mencitrakan gambar tiga dimensi tersebut, sistem Augmented Reality terlebih dahulu harus melakukan penglihatan atau vision terhadap lingkungan yang padanya akan dicitrakan objek vritual.

Kemudian, dilakukan proses tracking terhadap objek spesifik yang menentukan letak citraan objek vritual tersebut. Kemudian objek tersebut akan dikenali, atau dianalisis. Setelah dikenali dan dianalisis posisi dan orintasinya, maka komputer akan melakukan proses pencitraan objek tersebut, dan akan tampak pada perlengkapan display.

Pembelanjaran Augmented Reality

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang sangat maju pada era digital abad 21 saat ini telah merubah pola hidup masyarakat. Perubahan tersebut terjadi pada semua aspek kehidupan masyarakat dan berbagai bidang salah satunya bidang Pendidikan.

Dalam bidang pendidikan, pendidik, peserta didik, dan semua pihak terkait harus mampu beradaptasi dengan kemajuan tersebut guna mewujudkan pendidikan yang berkualitas. Pendidik diharuskan mampu mempersiapkan peserta didik untuk bekerja dan memanfaatkan teknologi sebagai penyelesaian masalah yang dihadapi dalam proses pembelajaran maupun dalam lingkungan masyarakat, maka dari  itu, seorang pendidik diharapkan memahami karakteristik pembelajaran abad 21 dengan baik.

Pembelajaran abad 21 adalah pembelajaran yang mengintegrasikan kemampuan literasi, kecakapan pengetahuan, keterampilan dan sikap, serta penguasaan terhadap teknologi. Pendidikan Abad 21 dapat dikembangkan melalui berbagai model pembelajaran berbasis aktivitas yang sesuai dengan karakteristik kompetensi dan materi pembelajaran. Menghadapi tantangan global, peserta didik juga perlu dipersiapkan agar memiliki keterampilan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills (HOTS)) sesuai dengan kecakapan yang dibutuhkan di Abad 21.

Media Augmented Reality merupakan salah satu media pembelajaran yang berbasis teknologi dan sedang berkembang di dunia pendidikan. Media ini dapat menciptakan sensasi penjelajahan dan pembelajaran dengan cara yang menyenangkan dan unik karena bisa terlibat langsung di dalam pembelajaran tersebut.

Pembelajaran menyenangkan (joyful lerning) menurut (Fadilah, 2004) adalah rancangan pembelajaran dengan tujuan menciptakan suasana yang membebaskan siswa untuk berani mencoba, bertindak, bertanya dan mengemukakan pendapat sehingga perhatian siswa dapat di pusatkan secara penuh pada pembelajaran.

Fadilah juga berpendapat bahwa joyful yuuklearning merupakan suatu proses pembelajaran dengan tanpa adanya perasaan terpaksa atau tertekan (not under pressure) antara guru dan siswa yang memiliki kohesi yang kuat. Penelitian oleh (Kurniawati, 2017), menyebutkan beberapa pendapat ahli tentang pembelajaran menyenangkan.

Menurut Fararie, joyfu learning adalah pembelajaran yang tidak ada didalamnya tekanan fisik maupun mental. Adanya tekanan hanya akan mengerdilkan pikiran siswa.  Media Augemeted Reality sangat berpeluang besar di dunia edukasi.

Materi-materi dalam bidang pendidikan dapat disimulasikan dan diterapkan dengan membuat objek 3D dan animasinya, sehingga pelajar bisa langsung berinteraksi dengan objek yang terdapat dalam media Augmented Reality tersebut. Berdasarkan segitiga pengalaman Edgar Dale dimana aktivitas observasi akan memberikan tingkat pemahaman pada peserta didik sebanyak 50% mengenai apa yang mereka lihat dan mereka baca.

Menurut Moedjino (1992), salah satu media yang bisa memberikan pemahaman peserta didik secara jelas dengan menampakan objek yang sebenarnya adalah media visual 3D. Hal ini dikarenakan media 3D memiliki kelebihan dalam menyampaikan pengalaman ekslusif, bisa menunjukan objek secara utuh baik konstruksi juga cara kerjanya, dan dapat memberikan ilustrasi struktur organisasi secara jelas.

Kelebihan media 3D adalah lebih realitis, banyaknya elemen yang bisa digunakan kembali (reusable) , serta proses animasi yang lebih cepat. Sementara itu, kekurangan animasi 3D terdapat pada mahalnya modal yang di perlukan, seperti personal komputer menggunakan sepesifik tinggi serta prangkat lunak grafis 3D yang mahal.

Teknologi  ini menggunakan informasi virtual untuk meningkatkan pengalaman dunia nyata, berbeda dengan Virtual Reality (VR) yang hanya menempatkan dunia virtual 360 derajat. Media Augmented Reality bekerja dengan memetakan objek virtual 3 dimensi ke lingkungan nyata. Beberapa media Augmented Reality menampilkan objek virtual di atas lensa yang jelas, sementara yang lain menempatkan umpan kamera langsung antara pemirsa dan dunia fisik.

Media Augmented Reality dapat digunakan dengan berbantu aplikasi assemblr edu. Penggunaan media Augmented Reality dapat digunakan dengan menyecan barcode QR yang sudah dicetak. Media ini dapat memudahkan siswa untuk memahami dan mengetahui hal yang tidak bisa dilihat secara langsung serta mengenalkan siswa dengan penggunaan teknologi dalam pembelajaran. Manfaat dari penggunaan aplikasi assemblr edu yaitu:

-1. Berbasis visual: Gambar dan animasi 3D adalah media terbaik untuk menarik perhatian dan memicu keingintahuan, khususnya bagi pelajar-pelajar di usia muda.

-2. Mudah dimengerti: Assemblr memungkinkan membuat konsep-konsep yang rumit dan abstrak terasa lebih nyata dengan menghadirkannya tepat di ruang kelas, sehingga dapat menghidupkan materi apapun dan memudahkan siswa menangkap pelajaran dengan lebih cepat.

-3. Materi tak terbatas: Assemblr sudah menyediakan konten-konten pendidikan yang dapat di gunakan secara gratis. Baik itu model, diagram, hingga simulasi, dapat menemukan sebagian besar materi yang di butuhkan dari mata pelajaran yang diajarkan di sekolah.

-4. Mendorong kreativitas: Pengalaman belajar interaktif di mana semua siswa dilibatkan, tentunya siswa akan memahami materi apa pun dengan lebih baik dan cepat.

Editor Augmented Reality dan fitur scan-to-see, memberi kemungkinan tanpa batas untuk menjadikan aktivitas belajar terjadi secara dua arah, dan mengubah momen-momen belajar menjadi lebih bermakna.

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita