Selasa, 10/01/2023, 14:14:15
Dampak Bermain Game Online Terhadap Psikologi Anak
Oleh: Ina Kurniasih
--None--

BERMAIN adalah suatu kegiatan yang di dilakukan pada saat waktu luang untuk  menghibur diri dari segala aktifitas. Ada beraneka ragam aktivitas bermain ada yang menggunakan alat maupun tidak menggunakan alat. Bermain dilakukan oleh semua kalangan baik orang dewasa maupun anak-anak.

Saat kita mendengar kata bermain tentunya yang terlintas difikiran kita adalah anak-anak hal itu tentu saja wajar karena di usianya yang masih sangat muda dan belum bekerja maka bermain menjadi aktivitas prioritas anak-anak setelah belajar di sekolah. Oleh karena itu, tak heran jika anak menghabiskan semua waktunya untuk bermain.

Perlu menjadi perhatian dalam bermain adalah bermain sangat berpengaruh terhadap psikologi seorang anak, maka sangat diperlukan pengawasan orang tua terhadap anak dalam bermain. Orang tua menjadi pemeran utama yang sangat penting dalam proses pertumbuhan dan perkembangan anak karena anak belum bisa membedakan bermain apa yang bersifat mendidik atau justru sebaliknya.

Menurut K Khadijah (2017) bermain merupakan suatu kegiatan yang sangat mengasyikkan bagi anak-anak. sebab kegiatan ini dilakukan atas dasar motivasi internal, artinya kegiatan tersebut dilakukan bukan atas dasar perintah maupun kehendak orang lain tetapi karena keinginannya sendiri.

Kegiatan bermain sering dikaitkan dengan permainan. Permainan merupakan alat yang digunakan anak dalam kegiatan bermain, sehingga kegiatan tersebut menjadi begitu menarik dan berkesan bagi mereka.

Jika dulu anak-anak banyak menghabiskan waktu untuk bermain dengan teman-temannya seperti bermain petak umpet, lomat tinggi, congkak, bola kasti, bermain di sungai, maka anak-anak di zaman modern ini mereka lebih banyak menghabiskan waktu sendirian untuk bermain menggunakan gadget. Mereka banyak menghabiskan waktu untuk bermain game online.

Jean Piaget (dalam Catron dan Allen, 1999:7) mengungkapkan bahwa bermain mengalami perubahan dan tahap sensori motor, bermain khayal, sampai kepada bermain sosial yang disertai aturan permainan. Pertama, permainan latihan selama 2 tahun pertama yaitu dengan memperlakukan benda-benda untuk mengerti sifat-sifatnya, memperluas pengetahuannya.

Kedua, permainan simbolis sesudah tahun ke 2 banyak persamaan dengan permainan fiksi Buhler, anak belajar untuk menyesuaikan kebutuhan-kebuutuhannya dan keinginan-keinginannya pada kenyataan. Ketiga, permainan aturan antara 7 sampai 11 tahun anak sudah mengerti aturan-aturan objektif lepas dari waktu dan orang-orang tertentu. Dipelajari melalui aktivitas-ativitas permainan.

Game Online dan Psikologi Anak

Game adalah sesuatu yang dapat dimainkan dengan aturan-aturan tertentu sebagai sarana refreshing diri. Game di zaman dulu biasanya dimainkan secara tim ada game indoor yaitu game yang dimaikan di dalam ruangan, dan game outdoor yaitu game yang dimainkan di luar ruangan.

Namun di zaman sekarang ini orang dewasa bahkan anak-anak lebih banyak yang memainkan game di gadget ada game offline dan game online. Online merupakan suatu kegiatan yang terhubung dengan internet. Game offline merupakan game yang tidak memerlukan akses internet untuk memainkannya, Sedangkan game online adalah game yang harus terhubung dengan internet untuk bisa memainkannya.

Game online adalah sebuah game yang tersambung melalui internet dan dapat diakses oleh siapa saja di seluruh dunia. Genre game online bermacam-macam diantaranya action, fighting, sport, strategy, adventure, dll. Game online lebih banyak menggunakan kemampuan berfikir dan kelincahan jari jemari tangan untuk memainkannya.

Game online sangat digemari oleh anak-anak bahkan bukan cuma anak-anak tetapi orang dewasapun banyak yang memainkannya. Game online sangat berpengaruh terhadap psikologi anak. Anak yang bermain game online melewati 15 menit bahkan berjam-jam emosinya akan sulit terkontol. Orang tua harus membatasi anak dalam bermain game online.

Dampak lainnya yaitu menurunnya kesehatan anak karena sinar radiasi yang dipancarkan akan merusak penglihatan anak. Gamers adalah istilah yang digunakan untuk pemain game online. Saat ini game online sudah menjadi booming di masyarakat khususnya di kalangan remaja hingga anak-anak.

Bermain game online yang baik adalah yang bisa mengatur waktu. Tak sedikit dari mereka ketika bermain game online lupa waktu makan, tidur, ibadah, bahkan menghambat akktivitas belajar anak-anak. Game online memiliki daya tarik tersendiri hingga mereka lebih suka bermain game online daripada belajar.

Bobby Bodenheimer (1999) Game online adalah program permainan yang tersambung melalui jaringan yang dapat dimainkan kapan saja, dimana saja dan dapat dimainkan bersamaan secara kelompok di seluruh dunia dan permainan itu sendiri menampilkan gambar-gambar menarik seperti yang diinginkan.

Game online memiliki kecenderungan bersifat kecanduan bagi pemainnya dikarenakan dari segi permainaannya, game online memiliki fitur-fitur yang menarik, berisi gambar-gambar, dan animasi-animasi yang mendorong anak bahkan orang dewasa tertarik bermain game S Wijiati (2021).

Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia dan hubungan-hubungan antar manusia. Sedangkan anak adalah seseorang yang belum berusia 18 tahun dan masih dalam proses perkembangan. Jadi, psikologi anak adalah suatu cabang ilmu yang mempelajari tumbuh kembang seorang anak mulai dari lahir hingga remaja.

Psikologi anak dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor yaitu faktor lingkungan, genetik, sosial, dan orang tua. Lingkungan yang baik dapat membentuk psikologi yang baik. fenomena sosial saat ini yaitu boomingnya fenomena game online terhadap anak yang dapat berpengaruh besar terhadap psikologi anak.

J.P. Chaplin, Dictionary of Psychology, State Univ, NY Press, 1979: 231 “…. that branch of psychology which studies processes of pra and post natal growth and the maturation of behavior”. Maksudnya adalah “Psikologi perkembangan merupakan cabang dari psikologi yang mempelajari proses perkembangan individu, baik sebelum maupun setelah kelahiran berikut kematangan perilaku”. Psikologi seseorang dapat berkembang sejak bayi, anak-anak, remaja, dewasa hingga lansia.

Sigmund Freud pendiri aliran psikoanalisis dalam bidang ilmu psikologi, psikologi perkembangan anak adalah salah satu dari sekian banyak cabang psikologi yang penting untuk orang tua ketahui. Secara khusus psikologi anak mempelajari tentang pikiran dan perilaku si kecil. Orang tua dan lingkungan sekitar sangat berperan dalam membentuk kepribadian seorang anak.

Selain itu, peran guru di sekolah dasar juga berpengaruh besar terhadap pembentukan karakter anak. psikologi anak dapat dipengaruhi oleh bermain game online. Anak cenderung menjadi lebih emosional, mudah gelisah,depresi dan mengalami perkembangan sosial yang buruk karena kurangnya interaksi dengan orang lain.

Padahal di usianya yang merupakan tahap perkembangan sangat penting untuk berinteraksi dengan orang lain untuk melatih jiwa sosialnya. Anak akan sulit untuk dikontrol oleh orang tua karena di dunia game anak terbiasa memerintah sehingga di dunia nyata anak akan susah untuk diperintah.

Kecanduan bermain game online ternyata juga dapat merugikan waktu dan uang lho, mengapa demikian karena bermain game online dapat menyita waktu belajar, anak seringkali lupa akan waktu belajar karena terlalu asik dengan permainnya mereka juga seringkali lupa akan waktu makan, tidur dan ibadah, Konsentrasi belajarpun menjadi menurun, selain itu dapat merugikan uang karena tentunya harus membeli kuota internet. 

Bermain game online memang dapat memberikan dampak negatif bagi anak, jika dilakukan secara berlebihan. Namun tak selalu game online berdampak negatif ada juga dampak positif diantaranya, bermain game online yang menampilkan strategi dapat melatih anak dalam memecahkan masalah dan ada juga game asah otak yang dapat membantu mendorong kemampuan berfikir anak.

Oleh karena itu, dukungan dari keluarga dan lingkungan sangat penting bagi perkembangan psikologi anak dalam mengatasi kecanduan game online. Orang tua harus membatasi anak dalam bermain game online.

Ada masa dimana harus bermain dimana harus belajar, karena jika anak terlalu lama bermain game online bukan hanya menyita waktu tapi juga sangat berpengaruh besar terhadap psikologi dan mental anak menjadi kurang stabil.

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita