Selasa, 10/01/2023, 14:02:06
Minuman Sehat Berbahan Kedelai
Oleh: Zahra Dianti Malik
--None--

MINUMAN adalah semua jenis cairan yang dapat diminum selain obat obatan. Minuman mempunyai beberapa fungsi yang mendasar yaitu menjaga kadar cairan tubuh, sehingga tubuh tidak mengalami gangguan pada fungsi pencernaan dan penyerapan makanan.

Sirkulasi, ginjal, dan penting dalam mempertahankan suhu tubuh yang normal, membantu memberikan energi pada otot dan melumasi sendi-sendi agar tetap lentur, penghilang rasa haus, perangsang nafsu makan, penambah tenaga, dan sarana untuk membantu proses pencernaan makanan (Ekawatiningsih, 2008).

Susu adalah cairan berwarna putih yang disekresikan oleh kelenjar mammae (ambing) pada binatang mamalia betina, untuk bahan makanan dan sumber gizi bagi anaknya. Sebagian besar susu yang dikonsumsi manusia berasal dari sapi, yang biasa disebut susu sapi.

Sedangkan susu ternak lain biasanya di ikuti nama ternak asal tersebut, misalnya susu kerbau, susu kambing, susu unta dan sebagainya dan susu manusia disebut ASI atau dapat disebut air susu ibu. (Sediaoetama, 1985). Selain air susu ibu (ASI) terdapat dua jenis susu yaitu susu hewani dan susu nabati.

Hingga saat ini, sebagian besar masyarakat Indonesia atau bahkan di dunia lebih banyak mengkonsumsi susu hewani yang biasanya diambil dari susu sapi. Hal ini menyebabkan harga susu sapi semakin mahal.

Susu merupakan bahan makanan yang seimbang dan bernilai gizi tinggi, karena mengandung hampir semua zat-zat makanan seperti karbohidrat, protein, mineral, dan vitamin. Perbandingan zat-zat tersebut sempurna sehingga cocok untuk memenuhi kebutuhan manusia. Dengan semakin meningkatnya kebutuhan akan susu hewani, menyebabkan harga susu sapi semakin mahal.

Dan disinyalir susu hewani dapat meningkatkan kadar kolesterol sehingga tidak dianjurkan dikonsumsi secara berlebihan, terutama bagi seseorang yang menderita beberapa penyakit tertentu dan alergi terhadap protein hewani. Selain itu, beberapa balita alergi terhadap laktosa sehingga dianjurkan mengkonsumsi produk pangan lain yang mempunyai kandungan gizi hampir sama dengan susu hewani.

Bila seseorang tidak boleh atau tidak dapat makan daging atau sumber protein hewani lainnya, kebutuhan protein sebesar 55 gram per hari dapat dipenuhi dengan makanan yang berasal dari 157,14 gram kedelai. Oleh karena itu orang mulai mencari alternatif lain untuk mengganti susu sapi. Sampai orang menemukan susu nabati yang terbuat dari bahan baku kedelai.

Susu Kedelai

Kedelai merupakan salah satu jenis kacang-kacangan yang mengandung protein nabati yang tinggi, sumber lemak, vitamin, dan mineral telur ayam, kedelai mempunyai kandungan protein yang lebih tinggi, hampir menyamai kadar protein susu skim kering (Setiavani 2012).

Apabila cukup tersedia di dalam negeri akan mampu memperbaiki gizi masyarakat melalui konsumsi kedelai segar maupun olahan seperti tahu, tempe, tauco, kecap, susu, dan lain seba-gainya (Widowati et al. 1999). Salah satu produk olahan kedelai nonfermentasi modern adalah susu kedelai.

Semua biji-bijian dapat diproses menjadi susu, dengan diolah menjadi susu akan menaikkan nilai cerna dari biji-bijian tersebut. Susu kedelai memiliki bentuk menyerupai susu sapi, cara menyiapkannya mudah sehingga memungkinkan untuk menjadi minuman bergizi di negara-negara berkembang.

Pembuatan susu kedelai pada dasarnya adalah memproses biji kacang kedelai untuk diambil sarinya. Proses pembuatan susu kedelai meliputi tahap-tahap: penyortiran, pencucian, perendaman, penghancuran hingga berbentuk bubur, kemudian penyaringan sehingga diperoleh sari kacang kedelai, kemudian pemanasan.

Susu kedelai adalah hasil ekstraksi dari kedelai. Susu kedelai dapat menjadi pelengkap atau pengganti susu sapi pada balita dan anak-anak, mengingat kandungan gizi susu kedelai hampir sama dengan susu sapi. Susu kedelai memiliki komposisi protein yang komplit, yang penting bagi pertumbuhan dan daya tahan tubuh anak-anak.

Protein kedelai mempunyai kandungan asam amino esensial yang paling tinggi dibanding dengan kacang-kacangan lainnya. Biji kedelai juga mengandung karbohidrat, vitamin B, vitamin D dan kalsium yang berguna bagi pertumbuhan tulang dan gigi, juga mengandung lecithin yang membantu perkembangan sel otak. Selain itu susu kedelai juga mengandung lemak, fosfor, zat besi, provitamin A, vitamin B kompleks (kecuali B12), dan air (Ridawati dan Kurnia, 2007).

Kabupaten Banyumas merupakan salah satu daerah pengrajin olahan kedelai seperti tahu, tempe, dan susu kedeai. Olahan susu kedelai banyak dilakukan oleh ibu-ibu rumah tangga salah satunya ibu Mun beliau merintis usaha susu kedelai sejak tahun 2014. Olahan susu kedelai yang dibuat dengan alat yang sederhana dan di kemas dengan plastik tidak mengurangi semangat beliau.

Beliau membuat susu kedelai sebanyak 2-3 kali dalam seminggu, dalam 1 kali masakan biasanya mendapatkan 50 bungkus susu kedelai. Beliau menjual disekitar rumahnya saja dengan harga yang sangat terjangkau untuk ukuran penjualan didesa yaitu 1.000/bungkus.

Beliau menciptakan inovasi baru untuk mencuri perhatian anak-anak dengan cara menjual susu kedelai dengan keadaan dingin atau sudah di masukan kulkas terlebih dahulu, dengan cara itu anak-anak yang sebelumnya tidak suka susu kedelai menjadi suka karena susu kedelai tersebut dingin. Biasanya beliau menjual susu kedelai laku sampai 40 bungkus dalam 1 hari jika tersisa biasanya di masukan kedalam kulkas.

Biji kedelai tersedia melimpah di pasar pertanian Indonesia, jika dibandingkan dengan susu sapi harganya jauh lebih terjangkau dan bisa dinikmati semua kalangan masyarakat. Oleh sebab itu, susu kedelai adalah produk susu inovasi yang sangat cocok untuk pertumbuhan anak-anak, ibu hamil, orang dewasa dan lansia.

Biji kedelai diminati oleh masyarakat luas karena dalam biji kedelai terkandung gizi yang tinggi, terutama kadar protein nabati. Kacang kedelai mengandung kadar asam amino yang paling lengkap, dan produk susu olahannya mempunyai susunan asam amino yang mirip susu sapi sehingga baik dipakai sebagai pengganti susu sapi.

Pembuatan susu kedelai relatif mudah sehingga semua lapisan masyarakat dapat membuatnya sendiri di rumah, disamping itu bahan dasar pembuatan susu kedelai, yaitu biji kedelai sangat banyak tersedia di pasaran dengan harga yang lebih terjangkau. Oleh sebab itu pembuatan dan konsumsi susu kedelai perlu dikembangkan dan dimasyarakatkan sebagai upaya untuk meningkatkan status gizi masyarakat.

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita