Selasa, 10/01/2023, 13:35:43
Kepedulian Masyarakat Terhadap Pendidikan Agama di Dusun Cijeruk
Oleh: Fadila Giri Anjani dan Anwar Ardani
--None--

Kepedulian Masyarakat Terhadap Pendidikan Agama

Pendidikan agama merupakan bagian Pendidikan dengan melalui ajaran-ajaran Islam yaitu berupa bimbingan dan asuhan terhadap anak didik agar nantinya setelah selesai dari Pendidikan ia dapat memahami, menghayati, dan mengamalkan ajaran-ajaran agama Islam yang telah diyakininya secara menyeluruh,serta menjadikan agama islam itu sebagai pandangan hidupnya demi keselamatan dan kesejateraan hidup didunia maupun di akhirat kelak.

Menurut Abuddin Nata (2010:36) Pendidikan agama adalah Pendidikan yang seluruh komponen atau aspeknya didasarkan pada ajaran Islam, visi, misi, tujuan proses belajar mengajar, pendidik, peserta didik, hubungan pendidik dan peserta didik, kurikulum, sarana prasarana, pengelola, lingkungan, dan aspek atau komponen Pendidikan lainya didasarkan pada ajaran islam.

Kepedulian Masyarakat, Kepedulian yaitu Keadaan perasaan, fikiran, dan Tindakan yang mengiraukan sekitarnya. Kepedulian merunjuk kepada sikap dan perilaku menepatkan diri sendiri dalam konteks kepentingan yang lebih luas, berusaha untuk memperhatikan kepentingan lain berdasarkan rasa memiliki dan tanggung jawab, sedangkan istilah Manusia dapat di artikan yaitu kelompok manusia yang tetap cukup lama hidup dan bekerja Bersama, sehingga mereka itu dapat mengorganisasikan dirinya untuk berpikir mengenai dirinya sebagai kesatuan sosial, yang mempunyai batas-batas tertentu. Dalam keterangan yang lain, Masyarakat adalah orang-orang yang hidup secara Bersama dalam waktu yang cukup lama,mempunyai aturan yang jelas dan menghasilkan kebudayaan. Jadi, kepedulian masyarakat adalah sikap dan tindakan sekelompok orang yang berbudaya yang saling menghiraukan atau mengindahkan sekitarnya.

Persepsi Masyarakat Terhadap Pentingnya Pendidikan Agama Di Dusun Cijeruk

Dusun Cijeruk adalah bagian wilayah desa Surusunda yang terletak paling selatan,Letaknya begitu strategis dengan hamparan sawah luas membuat suasana bertambah tenang dan nyaman. Bila hari menjelang sore anak-anak dengan penuh semangat, pakaian rapih, ada yang diantar ibunya untuk belajar mengaji.

Di madrasah Diniyah Al Karim menempati gedung 2 ruangan di atas tanah seluas 20 ubin. Tanah tersebut adalah tanah wakaf milik Bpk. H. Kamroji seluas 30 ubin dengan rincian 6 ubin ikut ke masjid, madrasah 20 ubin dan sisanya tinggal 4 ubin. Rencanya akan di bangun sebuah kantor, rencana mulia itu alhamdulillah ditanggapi langgsung oleh putra Bpk H Kamroji yaitu Bpk. H. Akum Tjahjono. Dia adalah putra daerah yang sukses besar sebagi pengusaha genteng munir dan pom bensin keuntungannya Sebagian besar di gunakan utuk kesejasteraan pendidiksn agama Islam dimana-mana, salah satunya adalah pembangunan 1 lokal lagi seluruh seluruh biaya di tanggung oleh Bpk H Akum Tjahjono. Pengeras tanah (ngarug) oleh masyarakat dusun Cijeruk bekerja secara gotong royong.

Dengan berdirinya Maddin Al Quran di tengah masyarakat cijeruk. Banyak sekali terjadi perubahan baik itu pola pikir maupun sikap. Tidak mengenal usia yang tua maupun muda, mereka giat sekali belajar membaca Al Quran.

Alhamdulilah di awal tahun , kami berhasil menghatamkan IQRO baik anak maupun orang tua. Senang rasanya melihat ibu-ibu setiap hari Kamis,jum’at dan sabtu mereka berangkat ke madrasah untuk belajar IQRO karena pada waktu itu ibu-ibu belum atau tidak bisa membaca Al Quran sama sekali mereka tidak mengenal huruf hijaiyah apalagi menulis, begitu juga dengan putra putri mereka semangat untuk belajar membaca Al Quran agar merangsang serta menghargai perjuangan para peserta didik maka pengasuh mengadakan IMTIHAN yaitu sebuah acara wisuda bagi peserta didik sudah Khatam IQRO Tujuannya ,yaitu :

1. Memberi Semangat dan motivasi dalam menuntut ilmu.

2. Sebagai bentuk penghargaan peserta didik.

3. Memberitaukan kepada semua orang bahwa mereka bisa membaca Al Quran dan wajib belajar lagi untuk mempelajari Al Quran selanjutnya,sambutan masyarakat luar bisa.

Terimakasih Bpk.H. Akum Tjahjono sudah mewakafkan tanah untuk kepentingan agama.

Bpk H Akum Tjahjono pengusaha genteng munir di magelang dan pom bensin di ciguling serta karang petir entah dimana lagi. Jelasnya Bp H Akum patut di acungi jempol di tengah-tengah kesibukanya sebagai seorang pengusaha mau meluangkan waktu untuk memperhatikan Pendidikan dari seragam santri,gedung sampai kesejahteraan pengajarnya.

Di desa Surusunda juga ada 2 maddin dan ponpes tahfidz Quran.

Kedua Maddin itu di persembahkan untuk kedua orang tuanya :

1. Maddin Ibu Hj. Aminah adalah penghargaan untuk ibunya

2. Maddin Al Karim adalah penghargaan untuk ayahnya yang berasal dari dusun Cijeruk.

Maddin Al Karim di Kelola oleh pangasuh :

1. Juni Junarni biasa di panggil bu pida.

2. Dede Hasanah biasa di panggil bu dede.

Bu Pida sudah 30 tahun mengabdi tapi baru 9 tahun mengasuh di Maddin Al Karim dan telah berhasil menuntaskan buta Al Quran sebanyak 171 santri.

Tanggal 1-12-2022 Atas Izin Allah SWT akan di banggun sebuah kantor,Minta doa restunya agar pembangunan kantor berjalan lancar,tidak ketinggalan zaman.

Di samping itu peran serta pemerintah daerah tidak ketinggalan juga terbukti tempat kami pinggir saluran air dan sawah jika hujan deras kami biasa memanggil P. Dewan di bangun talud sehingga dapat mencegah masuknya air ke madrasah.

Terimakasih P. Dewan. Yang telah ikut adil terhadap Pendidikan Agama di dusun Cijeruk. Pak Dewan nama aslinya Rahmat Harsono seorang anggota DPRD Kabupaten Cilacap .Putra daerah asal desa Surusunda, Putra dari seorang kepala desa Surusunda Bernama Bp Kayun .

Kepedulianya terhadap Pendidikan agama di dusun Cijeruk desa Surusunda sangat membantu kelancaran proses belajar mengajar di Maddin Al Karim.

(Fadila Giri Anjani adalah mahasiswa di Universitas Peradaban Bumiayu, Kabupaten Brebes Jawa Tengah)

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita