Rabu, 16/11/2022, 22:05:17
Kades di Brebes Dinonaktifkan Karena Terlibat Dugaan Beberapa Kasus Korupsi
LAPORAN TAKWO HERIYANTO

Foto : Ilustrasi

PanturaNews (Brebes) - Kepala Desa (Kades) Pamedaran, Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, berinisal "Wj", kini diberhentikan sementara alias dinonaktifkan dari jabatannya.

Pemberhentian sementara ini dilakukan, karena "Wj" berstatus sebagai tersangka atas dugaan beberapa kasus korupsi. Di antaranya Dana Desa (DD), Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Bantuan Keuangan Provinsi.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinpermades) Brebes, Subagya, mengatakan, Pemerintah Daerah memberhentikan sementara "Wj" dari jabatannya sebagaimana tertuang di Peraturan Bupati Nomor 100.

Yakni tentang Penyelenggaraan Pemerintah Desa. Dalam aturan tersebut dijelaskan bahwa pihak pemerintah desa yang terlibat dugaan tindak pidana korupsi, akan diberhentikan sementara sampai dengan adanya putusan pengadilan.

"Jadi, sesuai dengan aturan yang ada, apabila kepala desa yang ditetapkan tersangka tindak pidana korupsi, berapa pun ancaman hukumannya itu, maka diberhentikan sementara sampai dengan ada kekuatan hukum yang tetap atau inkrah," ujar Subagya saat dihubungi awak media, Rabu 16 November 2022.

Menurut Subagya, "Wj" diduga menyelewengkan Dana Desa, ADD dan Bantuan Keuangan Provinsi dengan total hingga Rp 500 juta. Pihaknya sudah melakukan pembinaan kepada yang bersangkutan, ketika laporan dari Inspektorat Brebes turun.

Bahkan, saat itu sudah diberi waktu waktu 60 hari untuk menyelesaikannya. Namun yang bersangkutan tidak mengindahkan, hingga ditetapkan sebagai tersangka oleh Polisi.

Terkait dengan kekosongan jabatan kades Pamedaran, pihaknya menunjuk pejabat di Kecamatan Ketanggungan untuk menjadi PJ kepala desa. Penunjukan itu bersamaan dengan SK penonaktifan tersangka dari jabatannya.

Kuasa hukum tersangka "Wj", Ahmad Soleh menegaskan, pihaknya menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Namun demikian, pihaknya tidak sepakat terkait jumlah kerugian negara yang ditimbulkan.

"Terus terang mengenai jumlah kerugian yang disangkakan itu kami keberatan. Karena pekerjaan bronjong dan jalan usaha tani sudah dikerjakan. Jadi kerugiannya tidak sampai Rp 500 juta," terangnya.

Terpisah, KBO Reskrim Polres Brebes, Iptu Puji Haryati membenarkan Kades Pamedaran telah ditetapkan sebagai tersangka. Saat ini berkas perkara dugaan tindak pidana korupsi tersebut sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Brebes.

"Sudah jadi tersangka dan sudah dilimpahkan ke Kejaksaan. Saat ini belum ditahan, nunggu berkasnya P21," tutupnya.

 


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita