Selasa, 08/11/2022, 12:01:32
Proyek Bersumber DAK Bisa Jadi Beban APBD, Bayu: Jika Tak Tuntas Sampai Akhir Tahun
LAPORAN SL. GAHARU

Anggota Komisi III DPRD Kota Tegal dari Fraksi PKS, Bayu Arie Sasongko.

…jika tidak sesuai tenggat waktu yang rugi ya semuanya rugi…

PanturaNews (Tegal) - Jelang akhir tahun 2022, kegiatan pembangunan terus dilakukan di sejumlah titik di Kota Tegal. Baik itu dari yang bersumber dari APBD maupun dari Dana Alokasi Khusus (DAK).

Demikian dikatakan Anggota Komisi III DPRD Kota Tegal dari Fraksi PKS, Bayu Arie Sasongko di kantornya, Selasa 08 Nopember 2022.

“Program pembangunan yang bersumber dari DAK memiliki konsekuensi, dan kemungkinan bisa menjadi beban APBD jika tidak selesai susuai tenggat waktu sampai akhir tahun ini,” tegas Bayu.

Dikatakan, Fraksi PKS DPRD Kota Tegal memberikan perhatian khusus bagi proyek pembangunan yang bersumber dari DAK Pemerintah Pusat. Salah satu yang disoroti adalah proyek penggantian pipa PDAM yang saat ini sedang dikerjakan di Tegal Selatan.

“Saat rapat banggar dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah, saya sampaikan dua hal, pertama masalah tenggat waktu. Pelaksanaan harus benar-benar diawasi,” tuturnya

Apalagi, lanjut Bayu, mengingat program penggantian saluran pipa itu krusial dan dibutuhkan, sebab PDAM selama ini menyampaikan banyak terjadi kebocoran pada pipa jaringan yang lama.

Anggota Fraksi PKS DPRD Kota Tegal juga menyampaikan, jangan sampai program itu kemudian merusak program yang lain.

“Proyek penggalian itu kan imbasnya kemana-mana. Saat ada penggalian, itu berarti kondisi jalan yang sudah bagus akan digali,” ungkap Bayu.

Lebih lanjut dijelaskan Bayu, dalam pelaksanaannya Dana DAK harus mengcover juga biaya perbaikan kondisi jalan yang terkena penggalian, agar bisa kembali seperti semula.

“Kalau jalan aspal yang kena galian, ya harus kembali ke aspal lagi. Jika paving, ya paving lagi,” ujarnya.

Ditambahkan Bayu, bahwa hal tersebut harus dilakukan segera karena benturannya dengan banyak hal. Perbaikan jalan akibat pennggalian, jika dibiarkan atau tidak segera diselesaikan, galian akan masuk saluran air.

“Padahal kita sedang berupaya unuk menormalisasi saluran, pembersian saluran,” tandas Bayu.

Pihaknya juga meminta kepada Dinas Pekerjaan Umum, agar bisa memaksimalkan penyerapan program yang bersumber pada APBD murni 2022 maupun APBD perubahan 2022. Program yang sudah diluncurkan harus selesai tepat waktu. Jangan sampai melewati batas waktu pengerjaan sehingga menimbulkan masalah baru.

“Kita bisa belajar dari pembangunan Jalan Ahmad Yani. Jika tidak sesuai tenggat waktu, yang rugi ya semuanya rugi. Pemerintah Kota rugi, pelaksana rugi. Terutama yang dirugikan sekali adalah masyrakarat,” pungkas Bayu.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita