Kamis, 03/11/2022, 14:38:49
767 Jiwa Menjadi Korban Bencana Tanah Bergerak, Bantuan Logistik Belum Ada
LAPORAN ZAENAL MUTTAQIEN

Salah satu rumah warga kondisi nya miring nyaris ambruk akibat Bencana tanah bergerak di Dukuh Karanganyar Desa Sridadi, Kecamatan Sirampog (Foto: Zaenal Muttaqin)

PanturaNews (Brebes) - Bencana tanah bergerak di Dukuh Karanganyar Desa Seridadi Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes Jawa Tengah, mengakibatkan 65 rumah warga rusak berat dan harus dibongkar total. Sebanyak 767 jiwa terpaksa harus mengungsi ke tempat yang aman, namun belum ada bantuan untuk kebutuhan logistik.

Kepala Desa Sridadi, Sudiryo mengatakan bencana tanah gerak terjadi sudah sejak 2020 dan terus menerus dalam jangka dua tahun ini semakin parah. Saat ini ada 65 rumah dan dua bangunan tempat ibadah masjid serta mushola rusak berat.

"Semua bangunan rumah warga dan tempat ibadah rusak berat, bahkan ada yang sudah roboh," katanya, Kamis 03 November 2022.

Menurutnya, ada 185 kepala keluarga (KK) atau 767 jiwa, diantaranya 53 anak dan balita, tiga ibu hamil dan 49 siswa sekolah, di dukuh Karanganyar yang rumahnya rusak berat. Ada 16 KK yang telah mengungsi ke rumah keluarganya yang jauh dari lokasi dan aman.

"Ada 16 KK yang sudah mengungsi sementara yang lainnya masih bertahan karena belum ada tempat mengungsi," katanya.

Dikatakan, rencananya pada Sabtu 05 November 2022 akan dilakukan pembongkaran seluruh rumah dan material bekasnya akan digunakan untuk membuat hunian sementara (Huntara) di tanah bengkok desa.

"Kondisinya sudah sangat membahayakan dan harus dikosongkan selanjutnya harua membuat Huntara," katanya.

Tempat pengungsian sementara telah disiapkan di gedung Pondok Pesantren Al-Insaniyah Kaligiri. Warga akan mengungsi sementara, sambil menunggu pembuatan Huntara.

"Lokasi Huntara sedang disiapkan dan besok mulai pembongkaran rumah warga dan pembuatan Huntara," ungkap Sudiryo.

Selama pembongkaran dan warga mengungsi, disiapkan mobil dapur umum dari Dinsos Brebes, untuk menyuplai kebutuhan makan pengungsi dan para relawan. Sayangnya, hingga saat ini belum ada bantuan logistik untuk kebutuhan pangan pengungsi dan relawan.

"Mobil dapur umumnya sudah siap, tapi logistik untuk memenuhi kebutuhan pangan saat pembongkaran dan mengunsi belum ada," kata Sobar, relawan Tagana yang ada di lokasi.

Sementara itu bantuan untuk warga korban tanah bergerak di antaranya baru dari PMI Brebes, untuk bantuan sembako atau lainnya belum ada.

"Bantuan baru dari PMI, bantuan lainnya belum ada," ungkap Sobar.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita