Rabu, 02/11/2022, 19:55:48
Kejari Brebes Tahan Tiga Tersangka Kasus Kredit Fiktif Bank BUMN
LAPORAN TAKWO HERIYANTO

Kejari Brebes menahan tiga tersangka kasus kredit fiktif bank BUMN usai menjalani pemeriksaan yang selanjutnya ketiganya di titipkan di Lapas kelas II Brebes. (Foto:Takwo Heriyanto)

PanturaNews (Brebes) - Kejaksaan Negeri (Kejari) Brebes, Jawa Tengah, menetapkan sekaligus menahan tiga tersangka kredit fiktif di salah satu Bank BUMN di wilayah hukumnya, Rabu 2 Oktober 2022.

Hal itu, terungkap setelah ketiganya menjalani pemeriksaan selama beberapa jam. Bahkan, satu dari tiga tersangka yang ditahan berstatus perangkat desa. Pasalnya, diduga menyebabkan kerugian negara mencapai Rp 2,9 Miliar.

Ketiga tersangka yang ditahan, bernisial H (41), yang merupakan perangkat salah satu desa di Kecamatan Tonjong. Kemudian, bernisial W (45) dan S (31). Ketiga tersangka merupakan warga Desa Rajawetan, Kecamatan Tonjong, Brebes.

Kepala Kejaksaan Negeri Brebes Mernawati melalui Kasi Pidsus Naseh mengungkapkan, penahanan ketiga tersangka itu merupakan hasil pengembangan. Yakni, kasus kredit fiktif dengan tersangka mantan karyawan bank BUMN di Brebes, berinisial ACN (33), warga Desa Gunungagung Kecamatan Bumijawa Kabupaten Tegal, pada 14 Oktober 2021 lalu.

Peran ketiga tersangka, membantu pengumpulan data berkas kredit fiktif. Diantaranya, Kartu Tanda Penduduk, Kartu Keluarga dan data persyaratan lainnya. Setelah data terkumpul, kemudian diserahkan kepada tersangka Aditya Cahya Nugroho.

"Sebenarnya, ada 4 tersangka yang akan ditahan hari ini. Tapi, satu orang tidak mengindahkan panggilan ini. Padahal sudah tiga kali kami panggil, dan sekarang sedang kami cari keberadaannya," terangnya.

Praktik kredit fiktif, lanjut Naseh, sudah dilakukan sejak tahun 2018 hingga 2021. Dalam aksinya itu, mereka telah membuat kredit fiktif sebanyak 115 nasabah. Sambil menunggu kelengkapan berkas, tiga tersangka dititipkan ke Lapas Kelas IIB Brebes. Atas perbuatannya, ketiga tersangka dijerat pasal berlapis.

Yakni, primer pasal 2 Ayat (1) Jo pasal 18 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas undang-Undang Republik Indonesia No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo pasal 55 Ayat (1) ke 1 KUHP Jo pasal 64 Ayat (1) KUHP. Kemudian, subsidair pasal 3 Jo pasal 18 UU Nomor 20/ 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31/ 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo pasal 55 Ayat (1) ke 1 KUHP Jo pasal 64 Ayat (1) KUHP.

"Atas perbuatannya, tiga tersangka terancam hukuman minimal 5 tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara," tandasnya.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita