Kamis, 29/09/2022, 10:45:09
Mengatasi Permasalahan Siswa dalam Pembelajaran
Oleh: Sugiarti

Gedung TK Pertiwi 2 Desa Baleraksa, Kecamatan Karangmoncol, Kabupaten Purbalingga Jawa Tengah (Foto: Dok. Sugiarti)

Sebagai guru di TK, pasti pernah mengalami beragam permasalahan anak. Bermacam-macam perilaku dan sikap mereka tidak jarang membuat kita bingung dan serba salah. Seperti yang dialami penulis sendiri yang kini menjadi guru di TK Pertiwi 2 Baleraksa Kecamatan Karangmoncol, Kabupaten Purbalingga Jawa Tengah.

Dari beberapa anak TK B usia 5 sampai 6 tahun di TK Pertiwi 2 Baleraksa ditemukannya masalah pada anak. Yaitu, anak belum mau antri atau bersabar menunggu giliran pada saat kegiatan.

Hal ini penting dan perlu dilakukan karena, budaya antri dan mau bersabar dalam melaksanakan kegiatan adalah salah satu bentuk pengembangan penanaman sikap pada bidang perkembangan sosial emosional anak.

Hal ini guru sangat berperan dan bertanggungjawab untuk mendidik anak menanamkan budaya antri. Tantangan untuk mencapai tujuan adalah kesulitan anak untuk mau bersabar (antri ) pada saat kegiatan. Yang terlibat yaitu guru, anak, dan pihak ketiga.

Langkah-langkah yang dilakukan guru dalam praktik baik ini untuk menghadapi tantangan tersebut adalah:

1. Guru menggunakan metode demonstrasi dan praktek langsung.

2. Guru terlebih dulu melakukan seting ruang kelas agar leluasa saat kegiatan pembelajaran.

3. Sebelum belajar guru mengenalkan lingkungan sekitar.

4. Guru mengajak anak untuk berkeliling kelas sebelum kegiatan dengan berbaris seperti kereta agar anak terkondisikan pada saat anak keluar dari ruang kelas.

5. Solusinya guru menggunakan media APE yang lebih menarik dan menyenangkan sekaligus menantang bagi anak, yaitu penggunaan media “BAKIAK PANJANG” yang terbuat dari papan kayu.

Sebelum melakukan kegiatan guru memberikan contoh bagaimana cara bermain bakiak dan melakukan aturan main dengan anak sebelum bermain bakiak.

Dampak dari aksi tersebut adalah anak yang sebelumnya tidak tahu menjadi tahu nama media (bakiak) yang diperlihatkan guru, yang sebelumnya anak tahu kalau media yang diperlihatkan itu adalah papan ski yang dimainkan di salju karena terinspirasi dari sebuah film kartun.

Langkah yang dilakukan efektif, anak menjadi senang, lebih semangat dan antusias dalam melakukan kegiatan tidak hanya duduk tenang mendengarkan guru.Dengan adanya aturan main dan membuat kesepakatan dengan anak sebelum kegiatan anak menjadi tertib saat bermain bakiak. Respon dari anak-anakpun sangat baik, antusias dan anak menjadi tahu akan budaya antri serta mau menunggu giliran pada saat kegiatan.

Faktor yang menjadi keberhasilan praktik baik ini adalah kerjasama dan komunikasi dengan anak dan rekan sejawat yang baik, metode pembelajaran yang digunakan serta penggunaan media yang riel sehingga anak-anak senang saat melakukan kegiatan dengan pembelajaran yang nyata dan tidak lupa yaitu doa, usaha serta semangat yang luar biasa.

Pembelajaran dari proses ini adalah peningkatan aspek perkembangan anak yaitu pada bidang perkembangan sosal emosional anak udia dini di TK Pertiwi 2 Baleraksa. Apabila kita mau berusaha dan bekerja keras maka Allah akan memberi petunjuk menuju kesuksesan.

(Sugiarti, pendidik di TK Pertiwi 2 Desa Baleraksa, Kecamatan Karangmoncol, Kabupaten Purbalingga Jawa Tengah)

 

 

 

 

 

 

 

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita