Senin, 26/09/2022, 18:15:32
Bea dan Cukai Tegal Musnahkan 5,3 juta Batang Rokok Ilegal
LAPORAN JOHARI

Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tegal, bersama Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono serta Forkopimda melakukan pemusnahan rokok ilegal (Foto: Johari)

PanturaNews (Tegal) - Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tegal, bersama Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono serta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), melakukan pemusnahan 5.3 juta batang rokok ilegal dari berbagai merek.

Pemusnahan dilaksanakan secara simbolis di halaman Pendopo Ki Gede Sebayu, Komplek Balai Kota, Senin 26 September 2022.

Sementara sisanya dilakukan pemusnahan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Kota Tegal, oleh Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tegal, disaksikan oleh Instansi Terkait, Instansi vertikal Kementerian Keuangan dari KPKNL, yang menerbitkan izin pemusnahan barang milik negara tersebut dan Aparat Penegak Hukum serta Pemerintah Kota Tegal.

Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tegal, Yudhi Hendrawan mengatakan barang milik negara yang dimusnahkam tersebut berasal dari hasil 64 penindakan periode 01 Juni-31 Desember 2021.

"Dari 5,3 juta batang rokok ilegal yang dimusnahkan potensi kerugian negara sekitar Rp. 3,6 miliar. Ini merupakan nilai cukai yang tidak terbayarkan," kata Yudhi Hendrawan.

Yudi menambahkan, untuk tahun 2022 ini, dari 01 Januari-September 2022, pihaknya sudah melakukan 99 kali penindakan, terhadap hasil tembakau ilegal dari berbagai merek dengan jumlah total 15 juta batang, dengan nilai barang sekitar Rp. 17,4 miliar dan potensi kerugian negara sekitar Rp. 11,7 milar.

"Ada yang masih dalam proses penyidikan dan ada yang sudah dalam proses penetapan barang milik negara, hasil sitaan 2022 ini kemudian yang nantinya akan dilakukan pemusnahan pada periode selanjutnya," ujar Yudi.

Sementara Tegal, H. Dedy Yon Supriyono seusai melakukan pemusnahan rokok ilegal, menyebutkan melalui pemusnahan barang milik negara ini sebagai upaya memberikan pesan moral kepada masyarakat agar tidak menggunakan lagi rokok ilegal.

Menanggapi meningkatnya peredaran rokok ilegal, Dedy Yon mengajak semua pihak untuk turut bersama-sama memerangi peredaran rokok ilegal.

"Tentunya masyarakat jangan membeli rokok yang ilegal," tegas Dedy Yon.

Wali Kota Tegal menyampaikan bahwa keberadaan rokok ilegal ini merupakan salah satu bentuk pelanggaran hukum yang merugikan negara. Jumlah kerugian negara yang ditimbulkan oleh rokok-rokok ilegal ini setiap tahunnya dapat mencapain milyaran rupiah. Karena itu sudah semestinya peredaran rokok ilegal ini dihentikan.

Tugas tersebut tentunya bukan hanya menjadi tanggung jawab dari pihak Bea dan Cukai saja tapi juga merupakan sinergi bersama antara Pemerintah Daerah dalam hal ini pemerintah Kota Tegal serta aparat penegak hukum mulai dari pihak kepolisian hingga kejaksaan di Kota Tegal.

"Kita harapkan secara bersama-sama lebih gencar lagi agar kita semua bersama-sama menggempur rokok ilegal," pungkas Dedy Yon.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita