Rabu, 03/08/2022, 13:40:29
BPSMP Sangiran Berikan Kompensasi pada Warga Pelestari Fosil Buton
LAPORAN ZAENAL MUTTAQIEN

Warga pelestari cagar budaya Situs Buton terima kompensasi dari BPSMP Sangiran (Foto: Zaenal Muttaqin)

PanturaNews (Brebes) - Warga pelestari situs Bumiayu-Tonjong (Buton), Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, menerima kompensasi dari Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran. Selain kompensasi juga diberikan piagam penghargaan sebagai pelestari cagar budaya.

Penyerahan diberikan secara langsung pada 12 warga pelestari di Balai Desa Galuhtimur Kecamatan Tonjong, Rabu 03 Juli 2022 oleh BPSMP Sangiran.

Kepala Pokja Cagar Budaya BPSMP Sangiran, Haris Rahmanendra mengatakan, pemberian kompensasi merupakan bentuk apresiasi pemerintah kepada warga pelestari.

"Pemerintah mengapresiasi warga yang peduli untuk melestarikan cagar budaya," katanya.

Menurutnya, semua temuan fosil purba yang bernilai sejarah berhak untuk mendapatkan kompensasi. Untuk penilaiannya sendiri ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi.

"Ada beberapa kriteria untuk dapat menentukan pemberian kompensasi," katanya.

Dikatakan, pemberian kompensasi kepada warga pelestari sesuai dengan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Pada undang-undang tersebut diatur di pasal 22 yang menyebutkan, setiap orang yamg memiliki dan/atau menguasai cagar budaya, berhak memperoleh kompensasi apabila telah melakukan kewajibannya melindungi cagar budaya.

"Pemberian kompensasi sesuai dengan aturan atau Undang-undang nomor 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya," ucap Haris.

Koordinator Pelestari Situs Buton, H Rafli Rizal menyambut baik adanya pemberian kompensasi terhadap para pelestari. Kompensasi yang diterima para pelestari ini untuk pertama kalinya akan menambah semangat warga dalam menjaga cagar budaya.

"Kami dari warga pelestari banyak terima kasih atas perhatian dari pemerintah yang dalam hal ini dari BPSMP Sangiran," katanya.

Diharapkan, perhatian pemerintah terhadap pelestari dapat terus berlanjut. Bagi para pelestari juga agar tetap semangat dan peduli untuk menemukan dan menjaga fosil-fosil purba di kawasan situs Buton.

"Nantinya agar lebih semangat dalam upaya menjaga dan melestarikan fosil-fosil purga yang memiliki nilai sejarah," kata Rizal.

Hadir dan menyaksikan pemberian kompensasi Kabid Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Brebes, Wijanarto.

Perlu diketahui, fosil-fosil purba yang jumlah ribuan potong telah ditemukan dan dikumpulkantim pelestari yang dikoordinatori H Rafli Rizal. Fosil-fosil itu ditemukan di sekitar aliran sungai yang ada di Kecamatan Bumiayu dan Kecamatan Tonjong.

Dipastikan fosil dari hewan-hewan zaman dahulu yang telah berusia antara 900 ribu tahun sampai 1,1 juta tahun. Fosil itu di antaranya fosil gajah, rusa, kura-kura darat dan jenis bovid atau beberapa spesies purba, bahkan juga fosil manusia purba.

Adanya temuan fosil-fosil itu menunjukkan di Bumiayu dan sekitarnya telah menjadi tempat kehidupan makhluk purba. Kondisi itu semakin jelas ketika adanya sumber-sumber kehidupan atau ketersediaan makanan dan kemungkinan juga adanya kehidupan di zaman purba.

Peneliti dari Balai Arkeologi Yogyakarta, telah beberapa kali melakukan identifikasi dan menyebutkan pada saatnya nanti akan terbukti, tinggal waktunya saja kapan ada temuan lagi yang akan membuktikan adanya kehidupan purba di Bumiayu.

Keberadaan situs Buton dan penemuan fosil-fosil itu telah diketahui serta tercatat di beberapa literatur geologi. Pada tahun 1920-an juga telah ditemukan berbagai fosil vertebrata, antara lain berupa kura-kura raksasa dan gajah purba atau Stegedon yang ditemukan di endapan aliran sungai. Fosil-fasil temuan itu kini tersimpan di Museum Geologi Bandung.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita