Selasa, 02/08/2022, 06:00:52
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Tidur Remaja
Oleh: Nurul Fitriyani

TIDUR adalah salah satu istirahat terbaik bagi tubuh untuk mendapatkan kembali energi. Sehingga seseorang dapat bekerja keesokan harinya. Saat Anda tidur, otak Anda menghapus racun tak berguna yang menumpuk saat Anda berpikir sepanjang hari. Pada awal masa remaja, meningkatnya jumlah kegiatan sekolah seringkali mengganggu kualitas tidur. Selain itu, kebiasaan memainkan gawai sebelum tidur menyebabkan remaja lupa bahwa hal itu mengganggu waktu tidur mereka.

Gangguan tidur tidak dianggap sebagai masalah bagi sebagian orang, tetapi bisa menjadi masalah yang serius. Cleveland Clinic melaporkan bahwa hampir 30% gangguan tidur terjadi pada anak-anak dan remaja. Jika kondisi ini terus berlanjut, kualitas tidur akan menurun. Akibatnya, mereka tidak dapat berkonsentrasi penuh pada pelajaran mereka, kelelahan, dan menderita masalah emosional seperti depresi di kemudian hari.

Kelly Baron, asisten profesor neurologi di Northwestern University di Chicago, mengatakan, kegembiraan emosional dan menyebabkan kecemasan, kesedihan, atau kemarahan.

Remaja membutuhkan tidur yang cukup untuk beraktivitas di siang hari agar tidak cepat lelah atau mengantuk. Ketika remaja tidak cukup tidur, hal berikut terjadi:

1-Suasana hati yang tidak bagus 

Kurang tidur dapat menyebabkan perubahan suasana hati. Saat Anda tidur, otak dan tubuh Anda pulih dari kejadian tersebut. Jika Anda tidak mendapatkan cukup istirahat, tubuh Anda tidak akan mendapatkan cukup penyegaran. Jadi, jika Anda kurang tidur, Anda bisa menjadi murung. Anda juga cenderung membuat keputusan yang salah sepanjang hari dan lebih sering meneriaki orang.

2-Kondisi Stres

Kondisi stress dapat mengakibatkan kekurangan tidur, dan sebaliknya, kekurangan tidur dapat mengakibatkan stress. Ini terjadi karena pengaturan tidur, perilaku, dan emosi secara fundamental terkait. Tidur singkat meningkatkan hormon stres, dan perubahan hormon ini mengganggu tidur.

3-Ingatan Menurun

Otak bekerja menyimpan hal-hal telah Anda pelajari dan alami sepanjang hari dalam sistem memori jangka pendek Anda di saat tidur. Disaat itu pula, terjadi penguatan koneksi antar saraf yang mendukung memori manusia. Ketika waktu tidur terganggu, kemampuan otak untuk memproses dan menyimpan memori terganggu.

Satu studi juga menunjukkan bahwa kurang tidur dapat menyebabkan penurunan kemampuan otak untuk berpikir dan memproses informasi. Mengantuk akibat kurang tidur juga bisa menjadi salah satu penyebab orang mudah lupa dan kehilangan konsentrasi serta kemampuan mengambil keputusan.

4-Menaikkan risiko kematian 

Dalam Studi Whitehall II, peneliti Inggris melihat bagaimana pola tidur mempengaruhi kematian lebih dari 10.000 pegawai negeri Inggris selama 20 tahun. Hasil yang dipublikasikan pada tahun 2007 menunjukkan bahwa orang yang tidur 7 hingga 5 jam atau kurang per malam memiliki risiko kematian hampir dua kali lipat. Kurang tidur secara khusus dapat mengakibatkan kematian akibat penyakit penyempitan jantung. 

Untuk menghindari risiko yang timbul dari penyakit tidur, Anda harus: 

1-Makan sehat 

Makan makanan yang sehat dan bergizi juga dapat membantu mengatasi insomnia. Hindari makan makanan tinggi lemak jenuh dan karbohidrat kompleks di malam hari. Makanan ini dapat membuat sistem pencernaan Anda bekerja lebih keras, sehingga membuat tubuh Anda lebih sulit untuk beristirahat. Sementara itu, makanan ringan dan sehat seperti yogurt tawar dan biskuit direkomendasikan untuk dikonsumsi larut malam. 

2-Hindari makanan yang mengandung alkohol dan kafein 

Hindari minuman beralkohol dan kafein sebelum tidur. Kedua jenis minuman tersebut bisa membuat tubuh sulit beristirahat dan bangun larut malam. Sebagai gantinya, Anda bisa minum minuman sehat seperti susu dan air putih. 

3-Relaksasi 

Cara pertama untuk mengatasi insomnia adalah dengan rileks. Misalnya melalui yoga atau pilates. Kegiatan tersebut dapat menanamkan rasa tenang dan nyaman serta membantu Anda tidur nyenyak di malam hari. Selain itu, Anda bisa membaca buku, mandi air hangat, atau mendengarkan musik dengan irama yang lembut.

4-Menerapkan gaya hidup sehat 

Pola hidup sehat juga bisa menjadi cara mengatasi insomnia. Pola hidup sehat yang bisa Anda terapkan antara lain mengatur asupan makanan, mengurangi stres, dan berolahraga secara rutin minimal 30 menit sehari. Olahraga yang bisa dipilih antara lain berenang, yoga, dan jogging.

(Nurul Fitriyani adalah mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Peradaban Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah)

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita