Rabu, 27/07/2022, 21:28:03
Koordinator Konten dan Komunikasi Kemenparekraf RI, Elizabeth Hutagaol: Tegal Terkenal Kulinernya
LAPORAN JOHARI

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih

PanturaNews (Tegal) – Orang pusat jika mendengar nama Tegal, yang ada dalam benaknya adalah kota industri dan kuliner. Pasalnya banyak kuliner khas Tegal seperti sate dan warung Tegal (Warteg). Hal itu yang dikatakan Koordinator Konten dan Sarana Komunikasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Elizabeth Hutagaol, pada acara Bimbingan Teknik (Bintek) strategi komunikasi pemasaran pariwisata dan ekonomi kreatif, melalui penguatan konten fotografi, di Hotel Premier,Kota Tegal, Jawa Tengah, Rabu 27 Juli 2022.

Menurut Elisabeth, Kota Tegal itu kota enterpreanur, banyak wirausahawan dan pengusaha diantaranya pengusaha kuliner.

“Kapan-kapan bisa didatangkan chef nasional, seperti cehf Juna atau chef yang lain. Nanti makanan khas Tegal tapi dimasak menurut chef. Agar masyarakat bisa menambah ilmu,” kata Elisabeth.   

Elisabeth menambahkan, kegiatan Bintek ini kolaborasi antara Kemenkraf dan DPR RI dan Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata dan Kebudayaan Kota Tegal.  Hadir mewakili tuan rumah, Kepala Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata dan Kebudayaan Kota Tegal Irkar Yuswan dan para pelaku usaha ekonomi kreatif Kota Tegal.

Sementara Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih mendorong pelaku maupun pegiat kekayaan intelektual (HaKI) bagi produk jasa maupun barang yang dimiliki mereka terutama yang tergolong sebagai hasil karya kreatif.  

“Karena setiap pemegang HaKI saat ini berpeluang untuk mengakses pembiayaan keuangan, baik melalui perbankan maupun non-bank, serta pembiayaan dari pemerintah maupun swasta,” kata Fikri saat membuka acara Bimbingan Teknis (Bintek) Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif di Hotel Premier, Kota Tegal Rabu 27 Juli 202.

Pada kegiatan Bintek yang dihadiri seratus pelaku parekraf di Kota Tegal, Fikri menyatakan dirinya menyambut gembira atas terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 24 tahun 2002 tentang peraturan pelaksana UU nomor 24/ 2019 tentang ekonomi kreatif.

“Akhirnya peraturan turunan ini terbit karena sudah ditunggu-tunggu publik, khususnya industri kreatif tanah air. Sehinga pelaku usaha ekonomi kreatif kini bisa berhubungan dengan perbankan, asalkan sudah punya hak paten atau HAKI,” kata politisi PKS ini.

Menurutnya, selama ini pelaku usaha ekonomi kreatif kesulitan bekerjasama dengan perbankan karena tidak adanya agunan. Melaui Bintek ini, diharapkan pelaku usaha perekraf mempatenkan usahanya sehingga bisa berhubungan dengan lembaga keuangan atau perbankan untuk tambahan modal.

Mantan Ketua Panja RUU Ekonomi Kreatif ini menuturkan, terbitnya PP nomor 24/2022 memberi angin segar kepada pemegang HaKI untuk mengakses pembiayaan. “Dengan dasar hukum tersebut, kini HaKI bisa diagunkan sebagai jaminan kepada bank atau Lembaga keuangan,” ujar Fikri.

 

 


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita