Selasa, 26/07/2022, 11:40:21
Wahana Permainan Pemancingan Diamankan Satpol PP, PKL Lapor Polisi
LAPORAN JOHARI

Edi Kurniawan usai laporan kehilangan di Mapolres Tegal Kota (Foto: Johari)

PanturaNews (Tegal) - Salah satu pedagang kaki lima (PKL) Edi Kurniawan (42) warga Jalan Serayu Gang 1, Masjid, Kelurahan Mintaragen, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal melaporkan Satpol PP Kota Tegal, Senin 25 Juli 2022 malam.

Pasalnya, wahana permainan pemancingan miliknya yang digelar di trotoar sebelah selatan Taman Pancasila, dibawa Satpol PP tanpa sepengetahuan dirinya pada Senin 25 Juli 2022 sore. 

Meski sempat dilakukan mediasi yang difasilitasi petugas Kepolisian Polres Tegal Kota, namun menemui jalan buntu. PKL itu tetap melanjutkan laporannya sampai diterbitkannya laporan Polisi.

Dalam laporannya, Edi mengatakan kejadian bermula saat dirinya menaruh perlengkapan di lokasi yang biasanya dia gunakan untuk berdagang sekitar pukul 15.00 WIB. Setelahnya, dirinya pergi untuk menjemput anaknya yang baru saja pulang dari sekolah.

"Saya juga sempat mandi dan salat. Kemudian kembali lagi ke lokasi berjualan,"katanya.

Namun, lanjut Edy tiba di lokasi, ia tidak mendapati perlengkapan dagangnya di sana. Sehingga, dia berusaha menanyakan kepada para pedagang yang berada di lokasi itu.

"Saat itu, saya ketemu dengan petugas Satpol PP dan menyampaikan kalau barang milik saya sudah dibawa,"ujarnya.

Menurut Edy, dirinya menyayangkan sikap dari petugas itu yang mengambil perlengkapannya tanpa sepengetahuan dirinya. Sehingga, dirinya terpaksa melaporkan kejadian itu kepada pihak Kepolisian untuk diproses sesuai dengan ketentuan yang ada.

"Karena saya tidak mengetahui barang saya diambil, maka saya laporkan kepada polisi atas dugaan tindak pidana pencurian,"jelasnya.

Edy menambahkan, akibat kejadian itu pihaknya mengalami kerugian hingga Rp8 juta. Dia pun berharap agar laporannya bisa segera diproses oleh pihak Kepolisian.

Sementara Kepala Satpol PP Kota Tegal Hartoto mengatakan awalnya ada salah satu anggota masyarakat meletakkan sarana dagangan di trotoar sebelah selatan Jalan Pancasila. Padahal sesuai aturan yakni Peraturan Daerah (Perda) 9/2019, itu tidak diperbolehkan.

"Sesuai perda, fungsi trotoar diperuntukkan untuk pejalan kaki. Namun, saat itu ada wahana permainan yang diletakkan di atasnya,"kata Hartoto.

Selanjutnya, kata Hartoto, pihaknya menunggu pemiliknya datang dan mengambilnya. Namun, setelah lama ditunggu pemilik tidak kunjung mengambil, sehingga petugas Satpol mengamankan barang itu ke Markas.

"Sifatnya kita mengamankan di bawa ke Mako. Saya juga sudah berpesan kepada anggota, kalau ada yang merasa kehilangan bisa diambil di kantor," tandasnya.

Hartoto menambahkan, memang sempat dilakukan mediasi yang difasilitasi petugas Kepolisian. Tetapi, yang bersangkutan tetap melanjutkan laporannya.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita