Rabu, 20/07/2022, 20:07:13
Mengenang Peristiwa Heroik 75 Tahun Lalu, Jembatan Pemali Brebes Dibom. Hadang Pasukan Belanda
-LAPORAN TAKWO HERIYANTO

Jembatan Pemali Brebes/dok

PanturaNews (Brebes) - Tanggal 20 Juli (hari ini) merupakan hari yang memliki peritiwa heroik bagi masyarakat Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Pasalnya, pada tanggal tersebut 75 tahun yang lalu terjadi peristiwa bersejarah.

Yakni sebuah jembatan Pemali Brebes dibom Bupati Brebes ke-17, KH Syatori. Bukan tanpa alasan, Jembatan Pemali dibom untuk menghadang pasukan tank Belanda untuk memasuki wilayah Kota Brebes.

Bangunan jembatan Pemali sisi utara jalur Pantura Brebes yang saat ini tengah dibongkar itu, menjadi simbol perlawanan KH Syatori, terhadap tentara Belanda.

Sejarawan Pantura, Wijanarto menceritakan, jembatan yang berada di tengah Kota Brebes ini pernah dibom oleh para pejuang Brebes. Pemboman jembatan itu untuk menghalangi pasukan NICA (Netherlands Indies Civil Administration) masuk ke wilayah Brebes.

Menurutnya, jembatan Pemali Brebes sisi utara sudah berkali-kali diperbaiki. Perbaikan berat pernah dilakukan di tahun 1977. Kemudian perbaikan berat yang dilakukan saat ini.

“Jembatan Pemali sisi utara di jalur Pantura ini memang sudah beberapa kali diperbaiki. Tahun 1947 saat Agresi Militer Belanda I pada 21 Juli 1947 sampai 5 Agustus 1947. Jembatan itu dibom oleh Bupati KH Syatori,” kata Wijanarto, Rabu 20 Juli 2022.

Wijanarto mengungkapkan, Jembatan Pemali Brebes sisi utara menjadi saksi bisu peristiwa kelam. Namun, jembatan itu menjadi sebuah simbol perjuangan untuk mempertahankan wilayah Brebes dari pasukan NICA.

“Meskipun akhirnya pasukan NICA berhasil menduduki wilayah Brebes. Namun perlawanan pasukan Bupati Syatori terhadap pasukan NICA sempat membuat Belanda kewalahan,” cetus Wijanarto.

Pada saat itu, lanjut Wijanarto, Bupati Syatori mengumumkan perlawanan terhadap pasukan NICA pada khutbah salat Jumat di Masjid Agung Brebes pada Jumat 18 Juli 1947. Selanjutnya, tanggal 20 Juli 1947 pasukan NICA betul-betul berusaha memasuki wilayah Brebes.

“Pasukan NICA itu datang dari Bandung kemudian ke Cirebon. Dari situ, akhirnya berusaha untuk memasuki wilayah Brebes yang menjadi wilayah strategis perebuatan kekuasaan. Peristiwa ini terjadi setelah Belanda mengingkari Perjanjian Linggarjati,” terang Wijanarto.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita