Rabu, 15/06/2022, 23:45:44
Ngaku PNS, Pria Ini Ditangkap Karena Tawarkan Proyek Bernilai Milyaran Rupiah Tapi Bohong..
LAPORAN TAKWO HERIYANTO

Tersangka Sp ditangkap dan dibawa ke rumah tahanan Mapolres Brebes usai melakukan tindakan penipuan dan atau penggelapan. (Foto : Takwo Heriyanto)

PanturaNews (Brebes) - Bermodal menggunakan mobil dengan mengganti plat merah, pria berinisal Sp, mengaku sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah BPJ Wilayah Tegal, melakukan penipuan dan atau penggelapan terhadap rekanan bernama Ade Risdianto.

Pria berinisal Sp yang berprofesi sebagai tenaga buruh lepas ini, merupakan warga Desa Mendala Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes. Sedangkan korban (Ade Risdianto)merupakan warga Kecamatan Bumiayu.

Modusnya adalah dengan menawarkan sejumlah pekerjaan fiktif kepada korban. Mulai dari proyek embung, jembatan gantung, hingga proyek perbaikan jalan yang ada di wilayah Kabupaten Brebes yang nilainya milyaran rupiah.

Aksi penipuan dan atau penggelapan itu akhirnya terungkap setelah korban melaporkannya ke polisi. Kini, pria berinisal Sp mendekam di sel tahanan Mapolres Brebes setelah ditetapkan tersangka oleh Polres Brebes.

Sebelum ditahan, tersangka Sp terlebih dahulu menjalani pemeriksaan penyidik yang dipimpin Kanit Idik II Satreskrim Polres Brebes Aiptu Arief Puji N. Atas perbuatannya, tersangka kini disangkakan dengan Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KHUP.

Kasat Reskrim AKP Syuaib Abdullah membenarkan, bahwa kasus dugaan penipuan dan atau penggelapan proyek fiktif itu terungkap setelah korban lapor ke polisi.

“Kasus dugaan tindak pidana itu dilakukan dua orang, yakni tersangka Supriyadi dan rekannya Fih. Mereka menawarkan proyek fiktif dari mulai bulan Maret 2020 hingga April 2021 lalu,” kata AKP Syuaib.

Dalam pemeriksaannya itu, lanjut Suaib, tersangka menawarkan pekerjaan sejumlah titik ruas jalan, proyek embung hingga proyek pembangunan jembatan gantung kepada korban.

Setelah ditawarkan, korban kemudian mengerjakan sejumlah pekerjaan hingga selesai. Namun setelah mengurus pencairan di dinas, baru diketahui pekerjaan itu tidak ada di Dinas Pekerjaan Umum atau fiktif.

“Korban tidak hanya mengeluarkan uang Rp. 1,15 miliar, namun korban juga telah mengeluarkan uang untuk menggarap pekerjaan fiktif hingga mencapai Rp 1,69 miliar. Jadi total kerugian korban mencapai Rp 2,84 miliar,” terang Syuaib.

Adapun, barang bukti berupa plat nomor merah palsu dan id card sebagai PNS DPU Provinsi Jateng diamankan guna penyelidikan lebih lanjut.

Sementara, dihadapan polisi, tersangka Sp mengakui perbuatannya. Bahkan untuk mengelabui korban, tersangka bersama temannya mendatangi korban dengan mengaku sebagai PNS Provinsi Jawa Tengah.

“Saya menemui korban dengan memakai mobil yang plat nomornya diganti warna merah. Termasuk saya menunjukkan id card sebagai pegawai DPU provinsi,” aku Sp.

“Untuk proyek yang saya tawarkan ke korban nilainya miliaran rupiah. Tetapi saya minta comitment fee sebesar Rp 1,15 miliar kepada korban untuk dibagi dengan teman saya," imbuhnya.

Untuk plat nomor merah dan id card sebagai PNS gadungan di provinsi, tersangka mengaku memesannya di jasa percetakan di daerah Bumiayu.

“Kalau uang yang saya dapatkan sebesar Rp 500 jutaan, setelah dibagi sama teman saya. Saya gunakan untuk membeli sepeda motor, DP rumah dan sisanya untuk bersenang-senang,” tandasnya.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita