Jumat, 03/06/2022, 13:16:57
Pentingnya Pendidikan Karakter
Oleh: Ade Nur Khakim

Pendidikan karakter adalah suatu sistem penamaan nilai-nilai karakter yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut, baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama, lingkungan, maupun kebangsaan. Seperti yang ada pada UU RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab 2 Pasal 3 menyatakan bahwa Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Pendidikan merupakan hal yang terpenting dalam kehidupan manusia, ini berarti setiap manusia Indonesia berhak mendapatkannya dan diharapkan untuk selalu berkembang didalamnya, Pendidikan tidak akan ada habisnya, Pendidikan secara umum mempunyai arti suatu proses kehidupan dalam mengembangkan diri tiap individu untuk dapat hidup dan melangsungkan kehidupan.

Sehingga menjadi seorang yang terdidik itu sangat penting. Manusia di didik menjadi orang yang berguna baik bagi negara, nusa dan bangsa. Lingkungan pendidikan pertama kali yang diperoleh setiap insan yaitu di lingkungan keluarga (Pendidikan Informal), lingkungan sekolah (Pendidikan Formal), dan lingkungan masyarakat (Pendidikan Nonformal). Pendidikan Informal yaitu pendidikan yang diperoleh seseorang dari pengalaman sehari-hari dengan sadar atau tidak sadar, sejak seorang lahir sampai mati.

Pendidikan merupakan hak setiap anak bangsa. Undang-Undang Negara Republik Indonesia Tahun 1945 alenia ke-4 (2002), menyatakan bahwa kemudian dari pada itu untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia dan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Penumbuhan budi pekerti diwujudkan melalui dua karakter yaitu karakter moral dan karakter kinerja, karakter moral yang dapat ditumbuhkan, seperti kejujuran, ketakwaan, sopan dan santun, serta tatakrama.
Sedangankan karakter kinerja seperti, kerja keras, tangguh, tuntas, ulet, dan rajin. “Kita ingin sekolah menjadi tempat di mana budi pekerti tumbuh di dalam keseharian peserta didik”. Penumbuhan budi pekerti, tidak dapat dilakukan melalui program, tetapi dilakukan melalui gerakan. Hal tersebut dilakukan karena penumbuhan budi pekerti melibatkan segala komponen, yaitu orangtua, guru, kepala sekolah, dan lingkungan masyarakat. “Budi pekerti pun dapat ditumbuhkan dengan diajarkan, didisiplinkan, dibiasakan, lalu akan menjadi budaya dalam keseharian anak-anak kita. Mari kita contohkan kepada seluruh komponen tersebut untuk bersama-sama menjadi teladan bagi anak-anak bangsa dalam menumbuhkan budi pekerti luhur.
“Pada dasarnya setiap pribadi manusia memiki nilai-nilai budi pekerti. Oleh sebab itu pendidik tidak lagi menanamkan, tetapi menumbuhkan nilai-nilai budi pekerti yang sudah ada melalui keteladanan luhur. Untuk itu mari bersama-sama menjadi contoh yang dapat diteladani.
Pembelajaran karakter secara digital sangat membantu siswa mencapai kompetensi yang telah ditetapkan. Akan tetapi, masih terdapat kesalahan pemahaman guru terhadap pembelajaran digital. Pembelajaran karakter secara digital sering hanya diterjemahkan sebagai pembelajaran dengan penggunaan alat digital. Hal ini ada simplifikasi dan kegagalan dalam memahami sebuah konsep. Pembelajaran digital adalah upaya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan tidak hanya sekadar pemanfaatan alat digital di kelas. Oleh karena itu, pembelajaran digital tidak dapat sebagai tren untuk menggunakan alat-alat digital melainkan suatu tanggung jawab untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Saat ini semua profesi menuntut keahlian dalam TIK sehingga pembelajaran campuran membantu untuk menjadikan pengalaman TIK peserta didik. Peserta didik yang terlibat dalam blended learning memperoleh kemampuan untuk mengeksploitasi teknologi yang tersedia untuk manfaat sepenuhnya (Simarmata, 2019:6).
Implementasi pendidikan karakter harus sejalan dengan orientasi pendidikan. Pola pembelajarannyapun harus dilakukan dengan cara menanamkan nilai-nilai moral tertentu dalam diri anak yang bermanfaat bagi perkembangan pribadinya sebagai makhluk individual sekaligus makhluk sosial menurut Koesoema (2007: 18). Implementasi pendidikan karakter melalui orientasi pembelajaran di sekolah lebih ditekankan pada keteladanan dalam nilai pada kehidupan nyata, baik di sekolah maupun di wilayah publik.
Gerakan Penguatan Pendidikan Karakter menempati kedudukan fundamental dan strategis pada saat pemerintah mencanangkan revolusi karakter bangsa sebagaimana tertuang dalam Agenda Nawacita nomor 8 sebuah kebijakan untuk memperkuat karakter bangsa. Pemerintah ingin melakukan penguatan revolusi karakter bangsa melalui budi pekerti dan pembangunan karakter peserta didik sebagai bagian dari revolusi mental. Oleh sebab itu, Gerakan Penguatan Pendidikan Karakter dapat dimaknai sebagai pengejawantahan Gerakan Revolusi Mental sekaligus bagian integral dari Nawacita.
Pada permasalahan yang berkaitan dengan karakter ini, upaya perbaikan pendidikan tidak hanya membutuhkan perbaikan pada sisi manajerial, dibutuhkan juga usaha perbaikan pendidikan yang bersifat pemberian keterampilan peserta didik atau biasa disebut dengan soft skill, pengembangan diri dan pembinaan karakter melalui pemberian kegiatan-kegiatan yang akan membentuk karakter dalam ekstra kurikuler. Pernyataan di atas semakin dikuatkan dengan adanya sebuah penelitian di Harvard University Amerika Serikat, yang membuktikan bahwa kesuksesan seseorang tidak ditentukan semata-mata oleh pengetahuan dan kemampuan teknis (hard skill) saja, tetapi oleh kemampuan mengelola diri dan orang lain (soft skill). Dalam penelitian ini diungkapkan, kesuksesan hanya ditentukan sekitar 20% oleh hard skill dan sisanya 80% oleh soft skill.
Bahkan orang-orang tersukses di dunia bisa berhasil dikarenakan lebih banyak didukung kemampuan soft skill daripada hard skill. Hal ini mengisyaratkan bahwa penerapan pendidikan karakter pada peserta didik sangat penting untuk ditingkatkan.
Saatnya kita lakukan sebuah kesadaran dalam diri kita serta perubahan, perkembangan dan pergerakan dalam memahami pentingnya sebuah pendidikan karakter untuk proses kehidupan dalam mengembangkan diri tiap individu untuk dapat hidup dan melangsungkan kehidupan serta kemajuan bangsa dan negaranya. Seperti yang dikatakan oleh Mendiknas adanya sebuah pendidikan karakter moral dan karakter kinerja dapat menumbuhkan sebuah pendidikan dasar hingga sampai perguruan tinggi mejadi lebih terarah bila mana peserta didik yang kurangnya kecerdasan dalam dunia pendidikan formalnya maka pendidikan karakter akan bisa memberi sebuah nilai plus dalam hidupnya dengan berkarakter baik kita bisa menjadi contoh bagi para penerus generasi muda yang milenial. Dengan adanya pembelajaran karakter secara digital adalah sebuah kemajuan dimasa kini dengan tetap tidak mengurangi rasa hormat seorang murid kepada gurunya walaupun secara virtual.
Tetap tingkatkan dan berikan yang terbaik bagi negara, nusa dan bangsa lewat pentingnya pendidikan karakter, kalo bukan kita sebagai pemuda penerus generasi bangsa mau siapa lagi, tetap utamakan karakter atau adab yang baik dimanapun dan kapanpun.

(Ade Nur Khakim, Mahasiswa Universitas Peradaban Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia yang bertempat tinggal di Dukuh Mingkrik, Tonjong, Brebes, Jawa Tengah.)

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita