Kamis, 26/05/2022, 01:32:07
Sah, SMP Negeri 2 dan SMP Negeri 10 Kota Tegal Menjadi Sekolah Literasi
LAPORAN JOHARI

Bunda Baca Kota Tegal, Menyelempangkan Duta Baca Kota Tegal kepada guru SMP Negri 2 

PanturaNews (Tegal) – Sekolah-sekolah baik SD, SMP dan SMA di Kota Tegal, Jawa Tengah, berlomba-lomba menjadi sekolah Literasi. Setelah SMP 7 dan SMP 6 Kota Tegal mendapat anugerah Sekolah Literasi dari Bunda Baca, kini giliran SMP 2 dan SMP 10, dianugerahi sekolah Literasi, Rabu 25 Mei 2022.

Bunda Baca Kota Tegal dr Roro Kusnabilla Erfa Dedy Yon dalam roadshow ke SMP 2 dan SMP 10, selain meresmikan perpustakaan di SMP tersebut juga menyelempangkan Duta Baca kepada guru dan siswa yang peduli dan berkarya dalam literasi.

Dalam kunjungan pertama di SMP Negeri 2, dikemas Penganugerahan Sekolah Literasi Budaya dan Kewargaan “Bergerak Dari Hulu ke Hilir Tingkatkan Minat Baca Anak Dengan Berkarya Mutu.

Kepala SMP 2 Kota Tegal Neni Legiyatmi mengatakan literasi sangat penting sekali untuk anak didik. Mereka bisa mendapatkan ilmu dan pengetahuan tambahan dari literasi. Saat ini literasi sudah digalakkan di SMP N 2 Kota Tegal, dan secara bertahap terus menata perpustakaan serta menghadirkan ruang-ruang baca untuk warga sekolah. Meskipun saat ini sudah banyak pojok-pojok baca yang dihadirkan untuk warga sekolah, namun untuk lebih menggiatkan membaca dan literasi akan terus dikembangkan.

“Kami menempelkan bendera negera yang ada di seluruh dunia di setiap pilar sekolah dan tempat yang strategis, dengan harapan siswa membaca dan hapal akan bendera dari negera mana saja,” kata Neni.

Kunjungan selanjutnya di SMP Negeri 10 dalam acara Festival Literasi Top Ten bersama Bunda Baca Kota Tegal. Dengan acara Festival Literasi Top Ten dan peresmian perpustakaan ‘Cafe Top Ten Pustaka dan Maskot Umica’.

 Kepala SMP 10 Kota Tegal Dwi Setiawan mengatakan bahwa untuk meningkatkan literasi di sekolah dengan menghadirkan cafe top ten pustaka untuk siswa-siswi dengan maskot Umica (Undang Minat Baca).

“Jadi ketika menikmati waktu istirahat setelah kegiatan belajar mengajar bisa ke perpustakaan dengan nyaman. Pada intinya SMP 10 akan terus berinovasi tiada henti untuk peningkatan mutu pendidikan. Termasuk Festival Literasi yang digelar merupakan acara rutin tahunan yang menghadirkan lomba menulis ataupun menerbitkan karya-karya tulisan dari guru maupun siswa,” kata Dwi Setiawan Kepala Sekolah SMP 10 Kota Tegal.

 Ketua Forum Perpustakaan SD/MI (FPSMI) Jawa Tengah Dr Yusqon, menegaskan Kota Tegal pernah mendapatkan predikat Kota Literasi, karenanya apa yang sudah didapat harus bisa dikembangkan dan ditingkatkan mulai dari sekolah-sekolah. Dengan literasi yang sudah ada di sekolah, diharapkan akan membudaya dan menjadi kebiasaan yang positif untuk membentuk karakter anak-anak yang cerdas.

“Kami berharap semua sekolah dari SD, SMP dan SMA Kota Tegal mempunyai perpustaakan dan mendapat anugerah sekolah literasi. Literasi itu ada 3, Literasi sekolah, keluarga dan di lingkungan masyarakat,” tegas YUsqon

Mewakili Kepala Disdikbud Kota Tegal, Kabid PAUD dan Pendidikan Non Formal dan Informal Dewi Umaroh mengatakan literasi tidak hanya berbicara tentang membaca saja, tetapi juga banyak macamnya, seperti melalui seni, budaya dan kewargaan, dengan banyak kegiatan yang bisa mewujudkan literasi. Diharapkan dengan kunjungan yang dilakukan, yakni di SMP 2 dan SMP 10 bisa menerapkan, mengembangkan dan meningkatkan literasinya di sekolah untuk peserta didiknya, dan warga sekolah. Sehingga apa yang sudah dikembangkan dengan baik, bisa memotivasi sekolah-sekolah lain.

Bunda Baca Kota Tegal dr Roro Kusnabilla Erfa Dedy Yon dalam sambutannya mengatakan bahwa setiap sekolah memiliki kelebihannya masing-masing. Namun demikian, sebagai Bunda Baca Kota Tegal mengharapkan adanya inovasi-inovasi terkait literasi baik dari guru ataupun siswa. Meski sudah banyak sekolah yang menerapkannya, namun pembiasaan literasi harus sudah dilakukan siswa-siswi agar membentuk karakter yang luar biasa.

Roro Kusnabilla juga meminta sekolah lain untuk bisa mencontoh sekolah yang sudah menerapkan inovasi literasi.

“Tidak perlu studi banding ke luar kota, tetapi bisa mencontoh sekolah di Kota Tegal yang sudah menerapkan Literasi,” pinta Roro.

 


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita