s PanturaNews - "Proyek Malioboronya Tegal Molor, Rekanan Didenda Rp 8,8 Juta/Hari" | LAPORAN JOHARI
Selasa, 11/01/2022, 10:30:54
Proyek Malioboronya Tegal Molor, Rekanan Didenda Rp 8,8 Juta/Hari
LAPORAN JOHARI

Proyek city walk ‘Malioboronya’ Tegal di Jalan Ahmad Yani Kota Tegal tidak selesai sesuai target. (Foto: gh)

...ya jangan segitulah terlalu berat bagi kami. Sedangkan progresnya menurut perhitungan konsultan sudah lebih dari 60 persen...

PanturaNews (Tegal) - Apes, rekanan proyek city walk ‘Malioboronya’ Kota Tegal, di Jalan Ahmad Yani, Kota Tegal, Jawa Tengah, terhitung tanggal 09-29 Januari 2022, dikenai denda sebesar Ro 8,8 juta perhari karena keterlambatan pekerjaan.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Tegal, Sugiyanto kepada sejumlah wartawan di DPRD setempat, Senin 10 Januari 2022.

Menurut Sugiyanto, denda diberikan karena pihak rekanan belum menuntaskan pekerjaan proyek hingga 08 Januari 2022, sesuai perpaanjangan waktu yang diberikan.

“Sampai hari ini, Senin 10 Januari 2022 progresnya baru 60 persen,” kata Sugiyanto.

Menurutnya, semestinya proyek selesai tanggal 25 Desember 2021, karena mengalami kendala seperti didemo oleh warga sehingga pekerjaan berhenti maka diberikan waktu hingga 8 Januari 2022.

“Karena sejak awal pekerjaan sering berhenti akibat didemo warga, kami beri toleransi perpanjangan selama 14 hari, yakni tanggal 08 Januari 2022. Mestinya hari ini sudah selesai,” ujar Sugiyanto.

 “Konsekuensinya rekanan kena pinalti sekitar Rp 8,8 juta per hari, waktunya berarti sampai sekitar 29 Januari. Kalau belum selesai juga maka putus kontrak,” tegasnya.

Diharapkan, proyek senilai Rp 9.730.107.200 dari APBD II Kota Tegal rampung tepat waktu. Salah satunya dengan menambah pekerja dan jam kerja hingga malam hari. Sebab, saat ini proyek masih menyisakan di antaranya pemasangan granit dan atau paving dekoratif. Apalagi beberapa hari sebelumnya, sempat tidak ada pekerja di lapangan.

Direktur CV Dua Putra Perkasa, Iskandar Affa pelaksana proyek city walk mengakui keterlambatan pekerjaan, karena banyak faktor. Terkait denda Rp 8,8 juta perhari menurutnya terlalu berat.

“Soal denda Rp 8,8 juta perhari, kami sedang nego, ya jangan segitulah terlalu berat bagi kami. Sedangkan progresnya menurut perhitungan konsultan sudah lebih dari 60 persen,” kata Iskandar.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita