Rabu, 29/12/2021, 18:30:26
Korean Wave, Wujud Diplomasi Publik Korea Selatan di Indonesia
Oleh: Moh. Rafi Ilyas

GELOMBANG Korean Wave (Hallyu) Adalah fenomena global dimana menjadi perhatian. Gelombang Korean Wave menjangkau di hampir semua produk budaya, drama televisi, film, variety show, industry musik yang dimana kemudian merambah ke kegemaran masyarakat luar atas produk budaya lain sebagaimana kuliner, busana, bahasa korea, dan masih banyak lagi.

Meningkatnya permintaan pasar dari produk Budaya Korea Selatan, dengan hal ini dimanfaatkan dengan baik oleh Pemerintah Korea Selatan. Pemerintah Korea Selatan sangat mendukung persebaran Gelombang Korea ini.

Pemerintah Korea Selatan juga menggunakan Gelombang Korean Wave dalam memuluskan langkah diplomasi publik dan soft power Korea Selatan di mata negara lain. Dengan ini tentunya memudahkan pencapaian kepentingan nasional Korea Selatan.

Diplomasi Budaya Korea Selatan mengalami kesuksesan dan berdampak positif kepada korea selatan pada sektor ekonomi. Dengan itu, akibat popularitas dibanyak sektor seperti Industry film, Drama, dan Variety Show. Korea Selatan yang dimana tadinya tidak pernah menjadi tempat destinasi wisata, dan mendadak menjadi tempat impian paling utama bagi para pecinta budaya.

Diplomasi Publik Korea Selatan mengalami kesuksesan dengan dua konsep, yaitu Cultural Hybridity dan Cultural Diplomasi dimana dua konsep ini sebagai salah satu faktor kesuksesan korea selatan dalam menyebarkan gelombang koreanya.

Cultural Hybridity dimana kebudayaan Korea Selatan mudah diterima oleh orang-orang diseluruh dunia karena adanya perpaduan antara budaya tradisional Korea Selatan dengan budaya populer, bukan hanya itu diplomasi publik korea selatan juga dijalankan oleh Korea Selatan di Indonesia.

Diplomasi Publik Korea Selatan juga menjadi daya tarik utama bagi sasarannya di Indonesia, tahapan pencapaian diplomasi publik Korea Selatan dengan menggunakan budaya populer dikalangan generasi muda. Korea Selatan juga menunjukkan soft powernya melalui diplomasi publik dalam kulinernya.

Diplomasi Publik Korea Selatan ini juga dilakukan oleh negara lain di Asia tenggara seperti Thailand, melalui budaya kulinernya dan dalam hal ini gastrodiplomasi juga efektif untuk mengubah citra.

Citra ini dapat dilihat dari imej wisatawan yang melihat kedua negara, dimana baik Thailand maupun Korea Selatan yang mampu menonjolkan kuliner sebagai salah satu citra positif dari negara. Upaya-upaya Diplomasi kuliner yang dilakukan dua negara serta citra yang dihasilkan pada wisatawan, hal ini mempengaruhi gelombang Korea terhadap kaum muda di Indonesia.

Gelombang Korean Wave ini juga menghasilkan produk kuliner dengan popularitas korean foods yang dimana semakin mendunia dan dampak dari suatu produk budaya gelombang Korea, hal ini secara khusus adalah merek mie instan Samyang di masyarakat Indonesia.

Korean foods juga menarik karena masyarakat Indonesia mayoritas muslim yang kebanyakan tidak makan daging babi, sementara itu produk-produk kuliner Korea Selatan tentu tidak mengharuskan produknya berlogo halal. Masyarakat Indonesia juga mengkonsumsi mie instan dari produk lokal. Produk-produk mie instan ini dari Indonesia juga menguasai konsumsi mie instan.

Korean wave ( Hallyu ) dalam hal ini juga berada dimana dalam posisi yang diuntungkan dengan adanya globalisasi karena banyaknya industri hiburan di Korea Selatan, ternyata bisa dengan mudah masuk dan kemudian dikonsumsi dengan masif di negara-negara lain, salah satunya negara Indonesia dan produk budaya populer dari negara lain dapat menembus batas-batas geografis sehingga cakupannya menjadi sangat besar.

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita