PARA remaja akan terus berhadapan dengan situasi kehidupan dengan dinamika yang terus berkembang. apa lagi dunia ini di hadapkan dengan berbagai perubahan dengan kemajuan teknologi dan kehidupan global yang semakin melaju.
Sehingga banyak sekali nilai-nilai baru yang tentu belum positif bagi kehidupannya. Hal tersebut tentu menjadi desakan bagi manusia, terutama seorang pelajar untuk terus berproses menuju persaingan yang tentu harus di hadapi.
Dengan berkembangnya laju kehidupan tentu sangat berpengaruh terhadap kehidupan seorang pelajar dengan posisi mereka yang sedang memperoleh jati diri yang sesungguhnya, tentu mereka harus siap mengikuti perkembangan ini.
Apalagi setelah kita ketahui bahwa kondisi kehidupan saat ini banyak sekali fenomena yang terjadi pada seorang pelajar. Misalnya pada kasus bulying, perkelahian antar pelajar, kekerasan siswa terhadap seorang guru, dan lain sebagainya.
Hal ini tentunya sangat berpengaruh terhadap proses belajar siswa, yang tentunya akan semakin meresahkan untuk masa depannya. Padahal mereka akan selalu berhadapan dengan tantangan kehidupan yang semakin berkembang dan maju.
Situasi kehidupan yang semakin meresahkan seperti hal diatas, tentu sangat mempengaruhi seorang pelajar yang lainnya. Mereka akan cenderung kurang mandiri dalam belajar, yang tentu akan menggangu mental mereka sehingga akan terjadi proses belajar yang kurang baik.
Padahal seorang pelajar akan mampu dan siap mengikuti arus perkembangan zaman dan siap mengikuti berbagai tantangan yang akan datang yaitu dengan kemandiriannya, yang tentu akan membantu mereka, karena sikap kemandirian dapat mengarahkan mereka ke arah perilaku positif.
Sikap kemandirian yang dilakukan tentu akan membuat seorang pelajar dapat terlatih dan memiliki kebiasaan dalam melakukan tindakan baik yang dapat mengatur setiap tindakannya sehingga siswa memiliki kedisiplinan dalam proses belajarnya. Kemandirian ini menekankan seorang pelajar untuk selalu berfikir kritis, dan selalu belajar dengan penuh tanggung jawab sehingga mampu meraih hasil belajar yang baik.
Akan tetapi, tingkat kemandirian setiap pelajar tentu berbeda-beda. Ada pelajar yang sudah terbiasa mandiri, yang kemungkinan tidak akan merasakan kesulitan dalam belajar, karena sudah mengatur dan mengarahkan dirinya tanpa ketergantungan dengan orang lain sehingga dia akan tetap menunjukkan kesiapannya dalam hal apapun.
Sedangkan berbeda lagi dengan pelajar yang tidak terbiasa mandiri dalam proses belajar, mereka cenderung pasif dan tidak percaya diri dalam belajar sehingga menunjukkan ketidaksiapannya dalam proses belajar.
Maka dari itu, orang tua dan guru tentu juga ikut serta untuk mendisiplinkan para pelajar dalam proses belajarnya, dengan tetap memberikan sedikit arahan dan memantaunya dengan baik.
Kemandirian dalam proses belajar inilah yang akan menjadikan mereka berinisiatif, mampu mengatasi berbagai masalah/hambatan, memiliki rasa percaya diri, dan dapat melakukan sesuatu tanpa bantuan orang lain. Tanpa adanya kemandirian yang baik, seorang akan terlihat pasif, enggan berusaha sehingga tidak akan terciptanya pelajar yang bermental kuat, akan tetapi kepercayaan diri yang melemah sehingga akan berakibat seorang pelajar pasif, dan tidak mampu berproses menuju berbagai tantangan yang akan dihadapinya.
Jadi, dengan semakin berkembangnya zaman dari banyaknya fenomena kehidupan di dunia pelajar tentu sudah menjadi keharusan bagi para pelajar untuk mandiri, karena dengan kemandirianlah seorang pelajar akan selalu siap melawan segala tatangan yang harus dihadapinya.
Mereka akan terus berproses dan terus belajar dengan mengedepankan kedisiplinan, kretifitas, dan tanggung jawabnya sebagai pelajar, sehingga merekapun siap dan mampu menerima persaingan yang semakin kuat, dan siap untuk merubah diri menjadi seorang pelajar yang bermental kuat.