s PanturaNews - "Gegara Harta, Ibu Rumah Tangga Dipenjarakan Mantan Suami" | LAPORAN JOHARI
Selasa, 28/12/2021, 20:00:25
Gegara Harta, Ibu Rumah Tangga Dipenjarakan Mantan Suami
LAPORAN JOHARI

Binton Sianturi SH, Sri Dewi dan Petugas Lapas IIB Tegal

PanturaNews (Tegal) – Suasana haru bercampur suka terpancar dari raut wajah Sri Dewi (33) warga Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal, saat dijemput oleh keluarga, kolega dan lawyer-nya, di depan pintu Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB, Kota Tegal setelah menjalani masa hukuman selama 3 bulan, Selasa 28 Desember 2021 siang.

Putusan itu 3 bulan lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nursodik SH yang pada sidang sebelumnya menuntut selama 6 bulan penjara. Setelah menjalani hukuman 3 bulan, akhirnya pada Selasa 28 Desember 2021, Sri Dewi dapat menghirup udara bebas dan bisa berkumpul dengan keluarga. Kedatangan Sri Dewi, di rumahnya disambut, suka cita dan isak tangis oleh keluarga yang sudah menanti kedatangannya.  

Keluar dari pintu Lapas, Sri Dewi didampingi penasehat hukumnya Binton Sianturi SH dan koleganya Neli, mata Sri Dewi nampak berkaca-kaca. Ia mengaku merasa bersukur dan senang karena akhirnya bisa menghirup udara bebas namun dia juga menyesali atas perbuatannya. “Saya gembira karena hari ini bebas, namun saya juga menyesal atas perbuatan saya dan saya berjanji tidak akan mengulani lagi,” kata Sri Dewi sambil menyeka air mata.

Dalam petikan putusan Pengadilan Negeri (PN) Tegal, yang ditanda tangani hakim ketua Hendra Hermawan SH MH, hakim anggota Srituti Wulansari SH MHum dan Sami Angraeni SH MH, menyatakan terdkawa Sri Dewi terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana memberikan keterangan palsu dalam akta otentik.

Sementara menurut penasehat hokum terdakwa Binton SIanturi  SH, kasus ini bermula Budi Santos melaporkan mantan Sri Dewi (mantan sitri) Ke Polda Jawa Tengah, dengan tuduhan penipuan dan penggelapan pasal 372 jo 378 KUHP tentang kapal. Karena masih harta bersama maka Polda menolak atas laporan tersebut.  

“Karena belum puas memenjarakan mantan istrinya, akahirnya  Budi Santoso melaporkan lagi Sri Dewi dengan tuduhan memberikan keterangan palsu atas dokumen kapal dan Polda Jateng memprosesnya ,” kata Binton.

Menurutnya, pada Januari 2020 atas perintah suaminya Sri Dewi membuatkan akta jual beli kapal. Namun pada bulan Maret 2020, Budi Santoso menggugat cerai Sri Dewi,namun  dalam gugatan cerai, Dan Budi santoso tidak melampirkan KM Lama Jaya Mina 01, sebagai harta bersama.

“Pada bulan April 2020, Budi Santoso melaporkan istrinya ke Polda Jateng. Akhirnya diproses oleh kejaksan negeri Tegal sampai ke persidangan dan akhirnya Sri Dewi divonis 3 bulan dan hari ini bebas,” ujarnnya.,

Lebih lanjut kata Binton, meski dalam persidangan telah mengahadirkan sejumlah saksi yang meringankan, diantaranya saksi ahli Dr Azmi Syahputra SH MH dosen faklutas hokum Unversita Trisakti,  yang mengatakan kasus ini tidak layak untuk dipersidangkan. Edi Suyitno pembuat kapal dari Batang dan Cukup Lisbon Lingga pembuat Freezer kapal yang menyatakan pembayaran dari Sri Dewi dengan bukti transfer bank, namun menjelis hakim tetap menyatakan Sri Dewi bersalah dengan menghukum selama 3 bulan penjara.

 

 

 


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita