Sabtu, 11/12/2021, 02:20:43
Pengurus FPMSI Jawa Tengah, Dikukuhkan
LAPORAN JOHARI

Nur Cahyo dariPerpusnas RI Kukhkan Pengurus FPMSI Jateng, di Sekolah Laut PAI

PanturaNews (Tegal) – Pengurus Forum Perpustakaan Sekolah Madrasah Indoensia (FPSMI) Jawa Tengah (Jateng) dikukuhkan oleh pejabat Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) Nur Cahyo di Sekolah Laut Sakila Kerti Pantai Alam Indah (PAI) Tegal, Jumat 10 Desember 2021. Dan Dr Yusqon sebagai Ketua FPSMI Jawa Tengah.

 Menurut Nur Cahyo, di Indonesia ada 113.541 perpustakaan sekolah/ madrasah nanun belum seluruhnya memenuhi ketentuan standar nasional perpustakaan atau dengan kata lain belum banyak yang terakreditasi.

Diharapkan, dengan dikukuhkannya pengurus FPSMI Jateng ini,  menjadi kepanjangan tangan Perpusnas RI, sehingga perpustakaan sekolah atau madrasah bisa berkembang sesuai dengan ketentuan yang ada.

“Harapan kami dengan pengurus FPSMI Jateng yang baru, bisa meningkatkan mutu perpustakaan di Jateng,  sesuai standar ketentuan yang ada,” kata Nur Cahyo.

Lebih lanjut kata Nur Cahyo, saat ini perpustakaan sudah banyak di sekolah maupun madrasah. Namun Akan tetapi banyak pula perpustakaan yang belum memenuhi standar nasional perpustakaan. Padahal sudah diatur dalam ketentuan perpustakaan sekolah maupun madrasah.

“Untuk pengembangan perpustakaan bisa melibatkan pemerintah daerah ataupun pihak swasta yang peduli dengan literasi,” ujarnya.

Menurut Ketua FPSMI Jateng Dr Yusqon bahwa perpustakaan menjadi ladang pengetahuan. Untuk itu, pengelola harus paham bagaimana ladang bermanfaat dan bisa mencapai keberhasilan. Sebagai ketua terpilih, ia akan berupaya agar perpustakaan di Jawa Tengah menjadi agen perubahan.

“Bahwa Perpustakaan itu menjadi ladang pengetahuan,” tegas Yusqon.   

Apalagi menuju kurikulum 2022 lanjut Yusqon akan lebih semakin ketat, perpustakaan harus menjadi wadah referensi agar bisa semakin hidup. “Program kerja kami ke depan yakni fokus pada peningkatan, pemberdayaan dan pengembangan,” tandasnya.

Sulasmo Sudharno selaku CEO Aksaramaya mengatakan, pemerintah melalu Perpusnas sudah banyak memberikan lebijakan dan bantuan untuk perpustakaan sekolah ataupun madrasah agar semakin berkembang.

Sayangnya kebijakan yang telah diberikan kepada pengelola perpusatakaan, tidak berkesinambungan atau bersinergi, seperti ruang perpustakaan sempit, sepi dan tidak ada aktifitas membaca buku. Karenanya upayakan perpustakaan menjadi jantungnya sekolah. Terlebih saat ini perpustakaan sudah menuju era digital, dengan segala sesuatunya yang dihubungkan dengan konten-konten yang ada.

“Perpustakaan akan semakin berkembang jika metode pembelajaran guru dengan selalu melibatkan konten ataupun media yang ada di perpustakaan. Contoh, guru mengajar dividiokan kemudian diputar berulang-ulang, pasti si anak tidak akan lupa,” tegasnya.

Pengukuhan pengurus dan seminar dihadiri perwakilan dari perpustakaan SD, SMP, SMA, SMK dan madrasah se Jateng.

 


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita