Wakil Ketua Komisi X DPR RI, H. Abdul Fikri Faqih membuka “Diskusi Pengembangan Atraksi dan Event Budaya Sebagai Media Promosi Daerah” di Premier Hotel Kota Tegal. (Foto: Dok/Tim)
“Karena kita tidak bisa berjalan sendirian, semua elemen harus berperan penting dalam peningkatan sektor parekraf di Kota Tegal,”
PanturaNews (Tegal) - Pandemi Covid-19 berdampak ke semua sektor, terlebih kepada para pegiat seni pertunjukan. Karenanya, Pusat dan Daerah harus membangun sinergitas untuk menggenjot potensi yang sangat besar dari sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (Parekraf) ini.
Demikian disampaikan Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Dr. H. Abdul Fikri Faqih pada “Diskusi Pengembangan Atraksi dan Event Budaya Sebagai Media Promosi Daerah” di Premier Hotel Kota Tegal, Sabtu 23 Oktober 2021.
“Pusat dan daerah harus membangun sinergitas dalam menggenjot potensi sektor Parekraf di Kota Tegal,” ujar Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.
Kegiatan yang digelar atas inisiasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) / Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Baparekraf) RI ini, menampilkan narasumber Dr. H. Abdul Fikri Faqih dan dari berbagai unsur.
Diantaranya Direktur Wisata Minat Khusus Kemenparekraf/ Baparekraf RI, Alexander Reyaan, Kepala Bidang Pariwisata Dinas Porapar Kota Tegal, Maman Suherman, dan Ketua Dewan Kesenian Kota Tegal, Yono Daryono dan sejumlah seniman.
Menurut Fikri, potensi dari pariwisata secara nasional sudah mencapai USD 21 Miliar, dan saat ini bergabung dengan ekonomi kreatif yang potensinya mencapai USD 23 Miliar.
“Sehingga saat keduanya menjadi satu urusan, yakni pariwisata dan ekonomi kreatif, potensinya mencapai USD 41 miliar, bahkan kontribusi terhadap PDB secara nasional melampaui sektor andalan negara seperti CPO dan migas,” urai Fikri.
Lebih lanjut dikatakan Fikri, pada level daerah, kolaborasi berbagai elemen dalam model pentahelix yang melibatkan akademisi, pelaku bisnis, pemerintah, komunitas, dan media perlu diterapkan dalam mencapai tujuan tersebut.
“Karena kita tidak bisa berjalan sendirian, semua elemen harus berperan penting dalam peningkatan sektor parekraf di Kota Tegal,” ucap Fikri yang ke Senayan dari Dapil Jawa Tengah IX (Kota-Kabupaten Tegal dan Brebes).
Program untuk para pelaku ekonomi kreatif harus dipilihkan yang tepat. Juga perlu bantuan agar mereka bisa tampil, berikan event dan fasilitasi agar mereka tetap bisa kreatif.
“Saya berpesan kepada kementrian agar anggaran yang membantu para pegiat seni pertunjukan bisa diusulkan. Kepada pemerintah daerah sesuai amanat UU No.5 tahun 2017 tentang Kemajuan Kebudayaan, agar memfasilitasi tumbuh kembangnya seni budaya bisa menjadi payung hukum,” pinta Fikri.
Pada kesempatan itu, Direktur Wisata Minat Khusus Kemenparekraf/ Baparekraf RI, Alexander Reyaan memaparkan tentang tiga strategi pemulihan sektor Parekraf pasca dihantam badai pandemi Covid-19.
“Tiga strategi utama itu adalah melalui Adaptasi dengan sosialisasi CHSE, Inovasi dalam pengembangan produk wisata dan penyelenggara kegiatan, dan Kolaborasi bersama stakeholder,” tuturnya.
Untuk itu Alexander meminta pemerintah daerah serius memperhatikan aspek promosi dalam rangka mengangkat potensi budaya di Kota Tegal.
Pada sesi diskusi, Ketua Dewan Kesenian Kota Tegal, Yono Daryono menyinggung tentang belum efektifnya unsur kesenian dan budaya daerah mengambil peran dalam kegiatan untuk mendongkrak sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
“Bagaimana seharusnya UU Nomor 5 tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan membantu pelaku seni budaya dalam mengakses pendanaan dan bantuan dari pemerintah,” katanya.