Kamis, 16/09/2021, 11:08:01
Soal Sampah di Pelabuhan Jongor, DFW: Belum Ditangani Maksimal
JITAM-OLEH: H. TAMBARI GUSTAM

Koordinator LSM Nasional Destructive FishingWatch Pusat, Mohammad Abdi. Foto 2: H. Wasto (kiri) pemilik kapal dialog dengan Koordinator LSM DFW Wilayah Kota Tegal. (Foto: Gustam)

...harus ada penindakan hukum yang tegas, edukasi terus dari pemerintah agar masyarakat secara SDM bisa sadar...

PanturaNews (Tegal) - Sampah laut sudah menjadi masalah global. Seperti halnya persoalan sampat di kawasan Pelabuhan Jongor, Tegalsari, Kota Tegal, perlu adanya penataan agar pengolahan sampah bisa berdaya guna.

Hal itu dikatakan Koordinator LSM Nasional Destructive FishingWatch (DFW) Pusat, Mohammad Abdi di Kota Tegal, Kamis 16 September 2021.

“Sampah palstik dari kapal-kapal nelayan, sisa bungkus ikan dari kapal cantrang yang jumlah sampai berton-ton, belum ditangani secara maksimal dan profesional,” ujar pria yang akrab disapa Abdi. 

Menurutnya, LSM DFW yang ditugasi dalam penanganan pengolahan limbah sampah plastik, berharap bisa ada keterlibatan dari para pelaku usaha perikanan dan pengolahan ikan di kawasan Pelabuhan Jongor.

“Harus ada keterlibatan dari para pelaku usaha untuk mengatasi masalah sampah laut ini,” tegas Abdi.

Sementara Koordinator LSM DFW wilayah Kota Tegal, Hartono mengatakan bahwa pengolahan sampah perlu di garap secara profesional, agar sampah-sampah limbah plastik bisa dioptimalkan.

“Dengan begitu, kondosi Pelabuhan Jongor Tegalsari bisa bersih dan lebih nyaman, baik bagi masyarakat pelaku usaha perikanan maupun pengunjung kawasan pelabuhan,” tutur Hartono.

Sedangkan H. Wato sebagai pelaku usaha pengolahan ikan dan perwakilan pemilik kapal, menyampaikan harus ada penindakan hukum yang tegas, edukasi terus menerus dari pemerintah agar masyarakat secara SDM bisa sadar.

“Harus ada penindakan hukum yang tegas, dan edukasi terus menerus dari pemerintah,” tandas H. Wato.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita