Jumat, 23/07/2021, 00:04:03
Lagi, Gugatan Warga Terhadap PT KAI Tidak Dapat Diterima
LAPORAN JOHARI

Setelah majelis hakim mengetuk palu, LBH FERARI berdiri

PanturaNews (Tegal) – Untuk kedua kalinya, gugatan warga Jalan Kol Sudiarto, Kelurahan Panggung, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal, Jawa Tengah, yang menjadi korban penggusuran oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan Pemkot Tegal, tidak dapat diterima (Niet Ontvankelijk verklaard/NO) oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Tegal, Kamis 22 Juli 2021.

Pada sidang putusan kasus perdata, ketua majelis hakim Sudira, didampingi Endra Hermawan dan Elsa Lina BR Purba dalam putusannya mengatakan, menolak seluruhnya eksepesi tergugat dan penggugat. Gugatan penggugat tidak dapat diterima.

“Dengan putusan ini, baik penggugat maupun tergugat mempunya hak untuk menerima, banding  atau pikir-pikir,” kata Sudira. Dijawab oleh kedua belah pihak menyatakan pikir-pikir.

Kuasa hukum warga dari LBH Federasi Advokat Republik Indonesia (FERARI) Tegal, Yulia Anggraini didampingi Agus Slamet mengatakan, pihaknya  akan berunding dulu dengan warga apakah akan menempuh proses hukum lainnya.

“Pertimbangan hakim dengan memutus NO, karena tidak sinkronnya angka pada luasan tanah. Luasan tanah yang kami tulis kurang lebih 365 meter persegi, namun tiba-tiba nongol angka 340 meter persegi. Dengan perbedaan angka itu sehingga hakim memutuskan tidak menerima gugatan yang kita sampaikan,” kata Yulia.

Sementara Agus Slamet menilai, majelis hakim belum memiliki keyakinan dalam proses persidangan dan pembuktian hingga akhirnya memutuskan NO.

“Saya melihat hakim belum memiliki keyakinan dalam proses persidangan dan pembuktian. Yang jelas kita akan terus memperjuangkan warga untuk mendapatkan keadilan,” kata pria yang akrab disapa Guslam.

Seperti diketahui, gugatan muncul setelah Pemkot Tegal dan PT KAI menggusur bangunan yang dihuni warga selama puluhan tahun di Jalan Kolonel Sudiarto, Kota Tegal pada awal 2020 lalu.

Penggusuran dilakukan sebagai upaya revitalisasi mengubah wajah kota di kawasan stasiun hingga ke Alun-alun Tegal.  Namun pihak warga keberatan karena akibat penggusuran itu, 19 warga Gang Birau RT 7 dan RT 8 di RW 3, Panggung, Tegal Timur, kehilangan tempat tinggal dan mata pencarian.

Warga menilai semestinya pembongkaran di tanah yang masih sengketa seharusnya dilakukan setelah ada surat keputusan pengadilan. Mereka menilai status tanah bekas Eigendom Verbonding 1732 atau belum bersertifikat /memiliki status hak oleh siapapun.

Pada gugatan pertama, majelis hakim juga memutuskan NO pada sidang putusan 16 September 2020 lalu.

 


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita