Kamis, 24/06/2021, 23:02:46
Dewi Aryani dan Kader PDIP Pasang 185 Titik “Kepak Sayap Kebhinnekaan”
LAPORAN SL. GAHARU

Billboard, Baligho dan Spanduk “Kepak Sayap Kebhinnekaan” di 185 titik di Kabupaten Tegal dan sebagian di Kota Tegal. (Foto: Dok/Tim DeAr)

PanturaNews (Tegal) - Tema “Kepak Sayap Kebhinnekaan” menjadi pilihan untuk mengingatkan semua elemen masyarakat, termasuk kader-kader banteng bahwa saat ini gotong royong dan semangat kebhinekaan harus terus di pupuk bersama.

Hal itu dikatakan Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Dr. Hj. Dewi Aryani, M.Si di tengah pemasangan Billboard, Baligho hingga Spanduk di 185 titik di Kabupaten Tegal dan sebagian di Kota Tegal, Kamis 24 Juni 2021.

“Itu dalam rangka meningkatkan soliditas semangat kepartaian dan kebangsaan, serta untuk menguatkan rasa kebangsaan  dan semangat membangun bangsa ke depan dengan tanpa membedakan ras , suku, agama, pekerjaan, dan budaya,” ujar Dewi Aryani yang akrab disapa DeAr.

Pemasangan Billboard, Baligho dan Spanduk oleh wanita parlemen dari Dapil Jawa Tengah IX (Kab Tegal, Kab Brebes dan Kota Tegal), dilakukan bersama 12 Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Tegal, dua anggota DPRD Provinsi

Para kader yang siap menggaungkan semangat kebhinnekaan diantaranya Ketua DPC PDI Perjuangan Kab Tegal, Rustoyo sekaligus Wakil Ketua DPRD Kab Tegal, BR. Irawanto, Nursidik, Memet Said, Agung Yudhi Kurniawan, Lina Agustina, Erni, Amd.Par, Nurkholifah SH, Rita Iryanti ST, Rosmalia Yuniar SE, KRT Sugono, Ragil Tresna Setyoningrum, S.Si.t serta 2 anggota DPRD Provinsi Jateng yaitu dr Messy Widiastuti dan MG Marhenismanto.

“Kami serentak akan melakukan kerja politik gotong royong,” tegas Dewi Aryani.

Sementara Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tegal, Rustoyo mengatakan dengan digaungkanya gotong royong dan semangat kebhinekaan, siap memenangkan PDI Perjuangan di Kabupaten Tegal.

“Sudah saatnya partai berlambang moncong putih mengambil kembali kemenangan Kabupaten Tegal di Pemilu 2024 nanti. Kerja politik telah kita mulai dan bersama-sama seluruh kader dan elemen masyarakat, kita akan lakukan yang terbaik untuk kemajuan daerah ke depan,” tegasnya.

Lebih lanjut Dewi Aryani menjelaskan, kebhinnekaan yang di maksud diantaranya adalah yang pertama Kebhinekaan Mata Pencaharian;

Indonesia merupakan negara kepulauan dan memiliki kondisi alam yang berbeda-beda, dan perbedaan mata pencaharian ada yang sebagai petani, nelayan, pedagang pegawai, peternak dan lain-lain. Sehingga kebinekaan mata pencaharian tersebut, dapat menjalin persatuan karena satu sama lain saling membutuhkan.

Sedangkan yang kedua adalah Kebhinekaan ras; Letak Indonesia sangat strategis sehingga Indonesia menjadi tempat persilangan jalur perdagangan. Banyaknya kaum pendatang ke Indonesia mengakibatkan terjadinya akulturasi baik pada ras, agama, kesenian maupun budaya. Kebhinnekaan tersebut tidak mengurangi persatuan dan kesatuan karena tiap ras saling menghormati dan tidak menganggap ras nya paling ungul.

Ketiga adalah Kebhinnekaan Suku Bangsa; Indonesia merupakan negara kepulauan yang dipisahkan oleh perairan. Pulau-pulau terisolasi dan tidak saling berhubungan. Akibatnya setiap pulau/wilayah memiliki keunikan tersendiri baik dari segi budaya, adat istiadat, kesenian, maupun bahasa. Adanya kebhinnekaan tersebut menjadikan Indonesia sangat kaya. Walaupun berbeda tetapi tetap menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan. Terbukti dengan menempatkan bahasa Indonesia menjadi bahasa resmi dan persatuan.

Keempat adalah Kebinnekaan agama; Masuknya kaum pendatang baik yang berniat untuk berdagang maupun menjajah membawa misi penyebaran agama yang mengakibatkan kebinnekaan agama di Indonesia. Ada agama Islam, Kristen Katolik, Protestan, Hindu, Budha dan Konghucu serta aliran kepercayaan.

Kebhinnekaan agama sangat rentan akan konflik, tetapi dengan semangat persatuan dan semboyan bhineka tunggal ika konflik tersebut dapat dikurangi dengan cara saling toleransi antar umat beragama. Setiap agama tidak mengajarkan untuk menganggap agamanya yang paling benar tetapi saling menghormati dan menghargai perbedaan sehingga dapat hidup rukun saling berdampingan dan tolong menolong di masyarakat.

Adapun yang kelima adalah Kebhinnekaan Budaya; Budaya adalah keseluruhan sistem gagasan tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan miliki diri manusia dengan cara belajar. Budaya memiliki tujuan untuk mengubah sikap dan juga perilaku SDM kearah yang lebih baik.

Masuknya kaum pendatang juga mengakibatkan kebhinnekaan budaya di Indonesia sehingga budaya tradisional berubah menjadi budaya yang modern tanpa menghilangkan budaya asli Indonesia sendiri seperti budaya sopan santun, kekeluargaan dan gotong royong. Budaya tradisional dan modern hidup berdampingan di masyarakat tanpa saling merendahkan satu sama lain.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita