Sabtu, 19/06/2021, 17:25:22
Desa Cangkingan Indramayu Masuk 5 Besar Lomba Desa di Jawa Barat
LAPORAN RESMAN S

Rapat persiapan presentasi dengan Kepala Desa Cangkingan di Aula Kantor DPMD Indramayu. (Foto: Dok)

PanturaNews (Indramayu) - Desa Cangkingan, Kecamatan Kedokanbunder, Kabupaten Indramayu mempersiapkan untuk menjadi desa maju, menyusul masuknya desa tersebut dalam 5 besar lomba desa/kelurahan tingkat Provinsi Jawa Barat.

Desa Cangkingan siap berkompetisi. Segala sesuatunya sudah dipersiapkan mulai dari dokumen administrasi, hingga tempat untuk kunjungan lapangan di beberapa lokus penilaian.

Hal tersebut ditegaskan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Indramayu, Sugeng Heriyanto ketika berlangsung persiapan presentasi (expose) dengan Kepala Desa Cangkingan di Aula Kantor DPMD Indramayu, kemarin.

Menurut Sugeng, Desa Cangkingan berhasil masuk dalam 5 besar lomba desa/kelurahan, karena banyak memiliki potensi dan juga inovasi serta punya komitmen, yakni ‘Membangun Desa Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi yang akan bertranformasi menjadi ‘Desa Digital’.

Dengan luas wilayah 516.918 hektar dan jumlah penduduk 8.055 jiwa, Desa Cangkingan memiliki visi Cangkingan Hebat, Juara dan Bermartabat. Visi tersebut menjadi suatu komitmen bersama dari seluruh pihak.

Hal yang sangat luar biasa, Desa Cangkingan juga memiliki 6 misi yang terus dijalankan dan dikembangkan. Penjabaran misi ini dituangkan dalam berbagai program kerja dan kegiatan yang ada di desa tersebut dengan 6 pilar smart, yakni smart government, smart economy, smart living, smart people, smart village, dan smart heritage.

“Dari enam smart ini semuanya secara bertahap untuk dijalankan dengan melibatkan masyarakat,” jelas Sugeng kepada Diskominfo Indramayu di ruang kerjanya.

Menurut Sugeng, beberapa inovasi yang telah dilakukan oleh Desa Cangkingan yaitu telah memiliki website desa, aplikasi layanan mandiri, tower kawasan, pengukuran aset dan batas desa, dan yang terbaru desa tersebut mampu membuat mesin anjungan layanan mandiri untuk pelayanan administrasi kependudukan.

“Beberapa inovasi yang sudah diluncurkan di bidang pemerintahan tersebut, menjadikan Desa Cangkingan sebagai Desa Digital pertama di Kabupaten Indramayu,” tutur Sugeng.

Sugeng juga menambahkan, Desa Cangkingan terus melakukan berbagai kegiatan dalam bidang kemasyarakatan dengan melibatkan peran serta masyarakat, yakni berupa budidaya dan pelatihan untuk bisa mengembangkan kemampuan dan potensi masyarakatnya.

Beberapa budidaya yang dikembangkan yaitu jangkrik, sapi, domba, maggot, dan lainnya. Sedangkan jenis pelatihan yang dikembangkan yaitu las, UMKM pembuatan kulit lumpia, komputer, menjahit, dan tata rias.

“Bersama dengan PKK Desa Cangkingan terus lakukan budidaya dan pelatihan untuk mengembangkan perekonomian warganya,” pungkas Sugeng.

Sementara Kepala Desa (Kuwu) Cangkingan, Didi Wahyudi mengatakan, ikhtiar untuk mewujudkan sebagai desa terbaik di Jawa Barat, terus dilakukan oleh berbagai pihak di desanya. Output dari pembangunan yang dilaksanakan sudah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Menurut Didi, pendapatan per kapita masyarakat mengalami peningkatan pada tahun 2020 lalu bila dibandingkan tahun 2019 sebelumnya. Begitupun pada angka pengangguran di desanya, pada tahun 2020 lalu mengalami penurunan drastis bila dibandingkan tahun 2019.

“Keinginan masyarakatnya untuk maju dan berubah sangat luar biasa. Menjadi desa terbaik adalah impian dan harapan bersama. Bukan hanya untuk lomba desa, tapi ini merupakan ikhtiar dalam aplikasi nyata dalam kehidupan masyarakat Desa Cangkingan,” ungkap Didi Wahyudi.

Seperti diketahui, Desa Cangkingan Kecamatan Kedokanbunder masuk dalam 5 besar pada lomba desa/kelurahan tingkat Provinsi Jawa Barat. Desa Cangkingan harus bersaing dengan 4 desa lainnya yaitu Desa Cipanas Kabupaten Cianjur, Desa Ciburial Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung, Desa Cibuluh Kecamatan Tanjungsiang Kabupaten Subang, dan Desa Kaso.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita