Senin, 14/06/2021, 16:02:29
Mari Cerdas Berintropeksi Diri
Oleh: Isti Yunita Safitri

BUKAN suatu hal asing lagi ketika membahas tentang intropeksi diri. Arti intropeksi menurut saya, adalah suatu sikap dan keadaan dimana kita berfikir hingga melihat sejauh apa diri kita selama ini.

Sehingga hal tersebut bisa dijadikan bahan pertimbangan serta penilaian apa yang harus di rubah, perbaiki agar menjadi pribadi yang lebih baik lagi dari sebelum-sebelumnya, dan tentunya agar menjadi pribadi yang lebih baik ke depannya.

Intropeksi sendiri terletak pada masing-masing pribadi dalam menyikapi setiap permasalahan serta setiap hal dalam hidupnya, bisa jadi ketika oranglain sikapnya berubah tidak sepenuhnya  menyalahkan bahwa kesalahan terletak pada orang lain.

Akan tetapi instropeksi diri sendiri dulu apakah apa yang ada di diri kita yang banyak kesalahan ataupun kekurangan, sehingga perlu banyak hal yang di perbaiki agar menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Bisa jadi sebuah permasalahan terletak pada diri kita sendiri yang kurang memiliki sikap intropeksi,  dan cenderung lebih suka mencaci oranglain.

Sikap mudah mencaci muncul karena banyak faktor, diantaranya adanya hal yang tidak di sukai/di benci terhadap dalam diri oranglain baik dari sikap, perilaku, ataukah cara berfikir yang di milikinya. Sikap iri juga bisa karena orang lain bisa mendapatkan apapun yang di inginkan sedangkan pencapaian diri ini belum bisa seperti orang lain.

Dari hal ini perlu adanya sikap intropeksi yang lebih ke diri sendiri, intropeksi diri sendiri bisa dilakukan dengan berfikir serta memahami baik dari sikap, perilaku, maupun bertutur kata apakah ada yang salah atau adakah yang melukai hati oranglain. Masing-masing orang mempunyai waktu tersendiri untuk kapan dan seperti apa konsep intropeksi diri sendiri.

Tak jarang juga terkadang masing-masing orang kurang intropeksi diri karena dalam dirinya merasa paling benar ataupun merasa sempurna, sebenernya instropeksi diri sendiri harus dilakukan agar step by step mengenai be better person and be better your self  bisa menjadi satu takaran bahwa diri kita sendiri menjadi lebih baik lagi. Kurangi mencaci perbanyak intropeksi. Tentang bagaimana respon orang lain akan tergantung dari bagaimana sikap, perilaku dan cara kita bertutur kata terhadap oranglain.

Jadi faktor pertama dan utama yang harus dirubah dan diperbaiki adalah apa yang ada didalam diri kita terlebih dahulu, back your self again. Tapi tak jarang juga memang faktor dari oranglain atau lawan bicaranya yang memicunya, karena kita tidak bisa memaksa apa yang oranglain katakan terhadap kita.

Jadi intropeksi harus dilakukan karena kesadaran dalam dirinya sendiri dulu, hal apa yang harus di perbaiki serta dirubah agar menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Intropeksi bisa dilakukan dengan bertanya ke orang lain apakah ada sikap yang kurang baik, sehingga diri kita mampu buat berintropeksi terhadap diri sendiri.

Sekiranya seperti itu pendapat dan saran dari penulis mengenai cerdas berinteropeksi diri, dimana hal yang utama soal intropeksi lahir dan dibangun dalam dirinya sendiri dulu terlebih dahulu. Pembenahan soal tentang sikap, perilaku, cara berfikir dan bertutur kata bisa dilakukan bertahap step by step agar menjadi pribadi yang lebih suka berintropeksi ketimbang mencaci hal dari orang lain.

Dengan cara bertanya kepada oranglain sikap kita yang kurang baik sehingga bisa dijadikan pembenahan pribadi diri sendiri, atau bisa di lakukan dengan merenung dan berfikir apakah dalam diri kita ada sikap yang harus diperbaiki. Perbanyak intropeksi akan membuat dirimu menjadi pribadi yang lebih baik lagi dari sebelum-sebelumnya.

Semoga kita bisa menjadi pribadi yang cerdas soal intropeksi dan lemah soal hal mencaci. Karena tak ada yang sempurna dalam diri manusia soal sikap dan beretika. Mari cerdas berintropeksi dan lemah dalam hal mencaci.

(Isti Yunita Safitri is a Primary Teacher Education Program Peradaban University, Brebes Regerency, Central Java)

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita