Senin, 14/06/2021, 10:45:43
Angka Positif Covid-19 Melonjak, Nina: PPKM Mikro Harus Lebih Aktif
LAPORAN RESMAN S

Bupati Indramayu, Nina Agustina minta semua pihak waspada dan melakukan edukasi secara masif melalui implementasi program PPKM Mikro. (Foto: Dok/Istimewa)

PanturaNews (Indramayu) - Dalam sepekan terakhir, angka penularan Covid-19 di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, naik drastis. Sampai 12 Juni 2021, total kasus 9.038 orang, sembuh sebanyak 8.118 orang dan meninggal 210 orang.

Dengan lonjakan angka positif Covid-19 ini, Bupati Indramayu, Nina Agustina minta semua pihak untuk bersama-sama mewaspadai, dan melakukan edukasi secara masif akan bahaya Covid-19 melalui implementasi program PPKM Mikro.

“Peningkatan angka penularan Covid-19 yang terjadi saat di Indramayu harus menjadi perhatian serius,” kata Nina Agustina, Senin 14 Juni 2021.

Dikatakannya, perilaku hidup bersih dan sehat serta anjuran memakai masker, hindari kerumunan dan selalu menggunakan handsanitizer kerap diabaikan. Ini yang menjadi faktor utama lonjakan angka terkonfirmasi positif.

Karenanya, Nina akan melakukan pembahasan evaluasi dan upaya preventif dalam menghadapi perkembangan grafik peningkatan kasus Covid-19 yang terjadi saat ini. Terutama bagaimana pelaksanaan PPKM Mikro yang saat ini masih perlu dilakukan evaluasi secara menyeluruh.

"Kami akan tegas kedepanya, apalagi sudah banyak keluhan jika pola hidup masyarakat kita sudah abai terhadap protokol sekehatan Covid-19," tutur Nina.

Bupati Indramayu berharap, penegakan Prokes 4M dengan melibatkan seluruh unsur yang terkait, penting untuk lebih ditingkatkan lagi sebagai upaya pencegahan. "Kita harus sama-sama peduli, bergotong royong untuk mengatasi pandemi sesuai yang telah ditentukan oleh Pemerintah Pusat," tandasnya.

Sementara itu, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Indramayu, Deden Bonni Koswara menyebutkan, lonjakan angka pasien Covid-19 disebabkan beberapa faktor, diantaranya efek banyaknya kerumunan dan tempat hiburan, serta kurangnya kesadaran masyarakat terhadap kepatuhan penerapan protokol kesehatan.

"Yang paling membahayakan saat ini adalah ketidak pedulian masyarakat terhadap bahaya Covid-19. Mereka abai, jadi sangat tidak peduli soal Covid-19," tegas Deden.

Seperti diketahui, sejumlah rumah sakit yang selama ini menjadi rujukan pasien Covid-19 di Kabupaten Indramayu seperti RSUD MA Sentot, RS Pertamina Balongan, RSUD Indramayu dan RS Bhayangkara.

Rumah sakit lainnya, yakni RS Mitra Plumbon Widasari, RS MIS Krangkeng, RS MM Indramayu, RS Alirsyad Haurgeulis dan RS Sentra Media melakukan antisipasi.

"Ketersediaan tempat tidur untuk pasien Covid-19 di seluruh rumah sakit hanya sekitar 219, sekarang sudah terisi 128 orang. Sedangkan untuk RSUD Indramayu sudah penuh," jelas Deden.

Sebagai langkah antisipasi keterbatasan ketersiadaan tempat tidur akibat lonjakan pasien saat ini, Satgas Covid-19 meminta seluruh rumah sakit menambah kapasitas rawat hingga 30 persen dari jumlah normal.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita