Sabtu, 12/06/2021, 13:28:55
Sidak di Pasar, Dewi Aryani: Masih Banyak yang Tidak Patuhi Prokes
LAPORAN SL. GAHARU

Anggota Komisi IX DPR RI, Dr. Hj. Dewi Aryani sidak penerapan prokes di Pasar Trayeman Slawi, dilanjukan memberikan batuan ke Puskesmas Pagerbarang makanan tambahan 100 box biskuit untuk ibu hamil dan balita. (Foto: Dok/Tim DeAr)

Di Puskesmas Pagerbarang, Dewi Aryani menyerahkan 100 box makanan tambahan untuk ibu hamil dan balita.

PanturaNews (Tegal) - Disaat meningkatnya warga yang positif Covid-19, penerapan protokol kesehatan (Prokes) masih belum maksimal, bahkan terlihat kendor. Banyak pedagang dan pembeli yang tidak mematuhi prokes, walaupun jumlahnya tidak signifikan.

Hal itu dikatakan Anggota Komisi IX DPR RI, Dr. Hj. Dewi Aryani, M.Si saat inspeksi mendadak (Sidak) ke Pasar Trayeman, Slawi, Kabupaten Tegal, Sabtu 12 Juni 2021.

“Prokes di pasar masih mengendor. Banyak pedagang dan pengunjung tidak mengenakan masker. Fasilitas cuci tangan juga tidak nampak di sekitar pasar,” ungkap Dewi Aryani yang akrab disapa DeAr.

Untuk itu, Dewi Aryani meminta pengelola pasar harus disiplin melakukan patroli, mengingatkan pedagang dan pembeli wajib mengenakan masker. Petugas jangan ragu menegur yang membandel untuk menertibkan pelaksanana prokes.

Selain sidak pasar tradisionil, Politisi PDI Perjuangan dari Dapil Jawa Tengah IX yang meliputi Kota-Kabupaten Tegal dan Brebes ini, juga melakukan kunjungan ke wilayah Kecamatan Pagerbarang, Kabupaten Tegal.

Melalui Puskesmas Pagerbarang, Dewi Aryani bersama timnya menyerahkan makanan tambahan, yakni 100 box biskuit untuk ibu hamil dan balita. Bantuan ini akan di salurkan kepada para ibu hamil dengan resiko tinggi, dan balita kurang gizi yang ada di kecamatan pagerbarang.

“Perbaikan gizi dapat di dukung melalui makanan tambahan dengan nilai kandungan gizi yang di butuhkan untuk perkembangan janin dan balita,” tutur Dewi Aryani.

Sebelumnya, untuk peningkatan kualitas gizi ibu dan anak, dilakukan diskusi dengan petugas Puskesmas Pagerbarang. Dari diskusi dihasilkan, kegiatan sosialisasi cara memberikan makan pada bayi dan anak dilaksanakan 1 tahun 13 kali, dilakukan per desa. Termasuk konseling gizi ibu dan anak usia 1-5 tahun.

Untuk pemberian susu ibu hamil yang menderita kurang energi kronis (kaek), distribusi APBD Kabupaten Tegal 1 tahun sekali, dan dropping dari APBN Pusat 1 tahun sekali.

Sedangkan sosialisasi ASI ekslusif  dilakukan setiap bulan. Dan kelas hamil, ibu hamil dikulmpulkan dalam 1 kelas 10 orang, biasanya dilakukan di balai desa. Stunting dari Puskesmas Pagarbarang hanya sebagai Fasilitator untuk pemberian PMT untuk biskuit balita.

“Balita yang mengalami stunting di Kecamatan Pagerbarang jumlahnya tidak terlalu banyak, kurang lebih 20 balita. Itu karena riwayat prematur, penyakit penyerta, dan faktor ekonomi pada orangtua,” jelas Dewi Aryani.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita