Rabu, 09/06/2021, 22:30:08
Pelaku dan Korban Pencabulan Sama-Sama Anak di Bawah Umur
LAPORAN JOHARI

Kapolres AKBP Rita Wulandari dan Kak Seto dari LPAI saat menggelar pers rilis di Mapolres Tegal Kota. (Foto: Johari)

PanturaNews (Tegal) – Sungguh memprihatinkan, kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur terjadi di Kota Tegal, Jawa Tengah. Mirisnya, pelaku dan korban semuanya masih anak dibawah umur.  Pelaku 3 anak yakni DS (14), RA (12) dan ZF (14) sedangkan korban 5 anak.

Perbuatan tidak senonoh itu dilakukan para pelaku akibat keseringan menonton konten berbau pornografi sesama jenis melalui handphone (HP) mereka.

Kapolres Tegal Kota AKBP Rita Wulandari Wibowo didampingi Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Kak Seto, saat menggelar pers rilis mengatakan pelaku diketahui berjumlah 3 anak yang kesemuanya masih di bawah umur (12-14 tahun). Sedangkan korbannya 5 anak usia (7-10 tahun)

"Pelaku dan korban sama-sama masih di bawah umur dan mereka berteman," kata Kapolres AKBP Rita Wulandari, Rabu 09 Juni 2021.

Menurutnya, hasil penyelidikan diketahui, ketiga pelaku sering menonton konten yang berisi pornografi. Kemudian timbul niat untuk mempraktekan adegan yang ada dalam tontonan itu.

"Aksi tidak senonoh itu dilakukan para pelaku di suatu tempat dengan terlebih dulu mereka akan menganiaya korban jika tidak mau menuruti keinginannya,"ujarnya.

Menurut Rita, terungkap berkat laporan dari masyarakat yang mengetahui adanya perbuatan tak senonoh oleh para pelaku terhadap korban di sejumlah tempat.  Kemudian, warga itu melaporkan kepada pihaknya. “Kami berterima kasih kepada warga yang telah menginformasikan kasus ini, kalau tidak cepat ditangangani dikwatirkan akan lebih banyak lagi korban berikutnya,” imbuhnya.

Akibat perbuatannya, para pelaku diancam dengan pasal 82 ayat (1) jo Pasal 76 E UU RI nomor 17/2016 tentang perlindungan terhadap anak. Dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Rita menambahkan, pihaknya mengimbau kepada para orang tua untuk lebih memperketat pengawasan terhadap anak-anaknya. Jangan sampai, mereka menjadi korban maupun pelaku kejahatan.

“Kami tidak melakukan penahanan karena pelaku masih di bawah umur, namun juga tidak bisa dilakukan upaya hukum diversi karena ancaman hukumannya lebih dari 9 tahun,” tandasnya.

Sementara Ketua LPAI Kak Seto, merasa prihatin dengan kejadian tersebut. Menurutnya, perhatian orang tua terhadap anak  harus lebih. “Dengan siapa si anak berteman, sering control HP dan jangan tunjukan ke marahan kepada anak, meski kita marah. Karena usia anak antara 10-14 bagaikan magma gunung berapi yang suatu saat bisa meledak,” ujar kak Seto.

Selain dihadiri Kak Seto dari LPAI, dalam Konferensi Pers itu dihadiri pula dari Bapas Pekalongan, PPT Puspa Kota Tegal, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) sejumlah tokoh peduli anak.  

 


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita