Selasa, 08/06/2021, 15:20:55
Pentingnya Mengenalkan Perbedaan Lawan Jenis Pada Anak
Oleh: Indah Purwati

SELARAS dengan budaya timur, pendidikan lawan jenis pada anak itu masih dianggap tabu. Ditambah lagi ajaran norma mengenai sopan santun, masih dijunjung tinggi di negara kita.

Tetapi jika di telaah lebih dalam, jika si kecil sudah mulai memahami perbedaan tentang lawan jenis akan lebih mudah mereka untuk menghargai lawan jenis, yaitu perbedaan antara anak laki-laki dan anak perempuan. Saat ini pendidikan perbedaan lawan jenis, adalah penting yang harus diajarkan pada anak-anak.

Tujuannya yaitu tidak lain adalah untuk membatasi diri, ketika anak berada jauh dari orangtua. Ditambah lagi maraknya kasus pelecehan pada anak yang semakin tahun jumlahnya semakin meningkat. Pendidikan ini seharusnya tidak menjadi hal yang tabu lagi bagi orangtua, untuk mengajarkan anak tentang lawan jenis.

Dalam buku yang ditulis oleh Sandra Bem yang berjudul ‘Psychology of Sex Role’, anak-anak biasanya sudah mengerti tentang perbedaan antara lawan jenis dalam konsep sederhana, yaitu perbedaan antara anak perempuan dan laki-laki. Hal ini lah yang dapat menegaskan, mengenalkan perbedaan gender pada anak sangat penting.

Namun untuk menjelaskan hal tersebut agar tidak terjadi kekeliruan dalam penyampaian informasi tentang perbedaan gender dengan usai si anak. Misalnya pada anak usia 1-3 tahun beritahu tentang istilah tubuh yang sebenarnya. Gambaran sederhananya beritahu mereka jika anak perempuan akan sama dengan ibu, dan anak laki-laki akan sama dengan ayah. Dengan begitu si kecil sudah mempunyai satu dasar sederhana dalam pembelajaran ini.

Pada anak usia 4-5 tahun orangtua bisa mengajari anatomi tubuh pada anak melalui buku bergambar. Hal ini tentunya sangat bermanfaat bagi orangtua, selain mengajarkan anatomi tubuh orangtua juga bisa membiasakan anak untuk berlatih membaca.

Pada saat kanak-kanak yaitu antara umur 6-10 tahun, tentu mereka sudah memasuki usia sekolah, dimana pelajaran ini sudah disampaikan oleh dua arah yaitu antara orangtua dan guru. Ada baiknya jika orangtua menanyakan dulu pada anak sudah sampai mana pelajaran mengenai perbedaan lawan jenis yang sudah diajarkan oleh guru, agar orangtua dapat menambahkan kekurangan dari pembelajaran tersebut.

Hal ini juga penting ditanyakan oleh orang tua pada anak, agar tidak terjadi perbedaan persepsi yang menimbulkan kebingungan terhadap anak. Pada usia ini anak diberitahu agar melarang orang asing untuk menyentuh bagian-bagian organ tubuh yang bersifat pribadi seperti dada, organ reproduksi dan lainnya.

Selanjutnya untuk anak usia 11-15 tahun dimana anak sudah mengalami pubertas dan beberapa perubahan baik secara hormonal maupun perubahan fisik, ajaklah anak berdiskusi santai tenang alat reproduksi dan dampak dari perbuatan yang nantinya akan mereka alami jika sudah melakukan kesalahan.

Tentunya peran orangtua pada usia ini, sangat diperlukan namun jangan terlalu memaksa atau mengekang, sehingga akan membuat anak akan bersifat tertutup karena mental usia remaja sangat rentan dengan penolakan.

Pelajaran-pelajaran tersebut perlunya partisipasi penyampaian dari orangtua, karena jika dari guru saja dikhawatirkan informasi yang di dapat sangat minim karena anak cenderung tertutup dan merasa malu jika ingin bertanya pada guru. Usahakan orangtua mampu menjadi pendengar dan penjelas yang baik untuk anak, agar anak mampu bersikap terbuka pada orangtua untuk membahas hal ini.

Anak yang tumbuh dengan kondisi mental dan pikiran yang sehat, tentunya akan berdampak positif baik untuk dirinya sendiri dan lingkungannya kelak. Anak tersebut juga tidak luput tubuh dari peran orangtua yang selama ini banyak mengajarinya tentang banyak hal.

Peran orangtua agar mengajarkan perbedaan lawan jenis sejak usia dini sampai dewasa, adalah hal yang penting agar anak dapat terhidar dari perbuatan yang tidak diinginkan, maupun menjadi korban kejahatan seksual dimasa kini yang semakin gencar dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab.

Dari sisi lain, pengajaran perbedaan gender pada anak laki-laki juga sangat penting, karena selain mengajarakan tentang gender, anak laki-laki juga akan menghargai seorang wanita kelak ketika mereka tumbuh dewasa. Hal ini disebabkan oleh pengajaran yang benar atau didikan yang selaras dengan norma dan agama dari kedua orangtuanya.

(Indah Purwati adalah Mahasiwi Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Peradaban Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah)

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita