Selasa, 08/06/2021, 15:18:56
Demi Popularitas, Tak Peduli Dengan Bahaya yang Mengancam
Oleh: Indah Purwati

DI era 2021 kemudahan terhadap segala hal memang sudah sangat lumrah. Hal ini dipengaruhi oleh hasil perkembangan tekhnologi yang sangat berpengaruh saat ini, yaitu ponsel atau yang sering masyarakat Indonesia sebut dengan HP atau Ponsel.

Awalnya alat komunikasi yang digunakan hanyalah dengan telepon, lalu berkembang menjadi telepon genggam. Saat ini sampailah pada hasil yang dapat memudahkan kegiatan seseorang, yaitu melalu ponsel dimana tidak hanya digunakan sebagai alat komunikasi melainkan juga bisa digunakan untuk berbisnis, berjualan bahkan pada saat pandemi ini dapat dijadikan sebagai alat transisi pembelajaran.

Dengan kelengkapan fitur yang terdapat pada ponsel saat ini seperti aplikasi Facebook, Instragram, WhatsApp, Twitter, Youtube dan masih banyak lagi. Dari aplikasi tersebut juga tidak jarang banyak orang yang menginginkan suatu eksistensi mereka, entah itu untuk berbagi kegiatan sehari-hari, menunjukan skill fotografi dengan segala angle yang menakjubkan bila dilihat, hingga untuk mengunggah foto mereka di tempat yang indah.

Hal ini sudah menjadi sebuah kewajaran bagi masyarakat saat ini. Terlebih lagi jika sudah mendapatkan banyak notif like maupun banyak followers, tentu mengunggah foto dengan angle yang bagus merupakan hal wajib bagi seseorang.

Namun terkadang ada beberapa orang yang entah sengaja atau tidak, mereka seolah mengkesampingkan bebrapa hal penting bila ingin mengambil foto dengan angle bagus, salah satu diantaranya adalah keselamatan. Misalnya pada kejadian yang terjadi pada seseorang pemuda yang hendak mengambil foto dengan angle bagus di sebuah pantai.

Tanpa memikirkan keselamatannya, pemuda tersebut mengendarai motor diatas pantai yang memang seharusnya tidak diperbolehkan, mengingat itu hanya sebuah jalan kecil yang dapat dilalui dengan kaki. Hingga akhirnya kejadian yang tidak diinginkan terjadi, akibat terpaan ombak yang cukup keras. Pemuda tersebut kehilangan kesiimbangan dan terjaatuh dalam pantai, dan pada akhirnya pemuda itu tewas di tempat karena terbawa ombak dan tenggelam.

Kejadian tersebut tentunya harus menjadi pembelajaran serius untuk kita, yang memang hidup dalam eksistensi yang lebih condong ke sebuah dunia maya. Kesadaran kita tentang betapa pentingnya mengenai rambu-rambu keselamatan, jauh lebih penting dari pada terciptanya sebuah foto yang hanya berupa selembaran kenangan penuh dengan kepopularitasan.

Ada banyak hal lagi yang harus kita pelajari dari perkembangan tekhnologi, agar kita bisa mendapatkan banyak manfaat dari sebuah tekhnologi. Tentunya selaras dari pandangan masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam, sudah dapat dijelaskan dalam Al-Qur’an di surah Al-Alaq ayat 1-5 dimana terdapat kata Iqro’ dalam awal kalimat ayat 1 dan 3 yang artinya ‘bacalah’.

Diperkuat pada ayat 5 yang berbunyi Allamal-insaana maa lam ya’lam yang artinya: ‘Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya’. Dilanjut dengan surah Al-A’la ayat 8 yang berarti “Dan Kami akan memudahkan bagimu ke jalan kemudahan (mencapai kebahagian dunia dan akhirat).

Dari surah tersebut dapat kita simpulkan, bahwa untuk mendapatkan sebuah ilmu kita diharuskan untuk memperbanyak membaca. Dan setelah mendapatkan banyak wawasan, tentunya kita dapat dipermudah dalam segala aspek, tidak terkecuali  tekhnologi yeng merupakan aspek penting dari hasil seseorang membaca.

Kemudian hal itu dikembangkan hingga terciptalah sebuah sesuatu yang dapat memudahkan umat manusia dalam segala aspek kehidupan sosial, maupun untuk sebuah media pembelajaran. Tekhnologi tersebut tentunya tidak akan berhenti sampai di sini, itu akan terus berkembang sesuai dengan ilmu pengetahuan yang didapat oleh para ahli.

Dan kita sebagai orang awam yang memang semakin dipermudah dengan perkembangan tekhnologi, seharusnya lebih bijak lagi dalam penggunaan dan pemanfaatannya, agar tidak mendapatkan sesuatu yang menimbulkan kemudharatan dimasa kini dan yang akan datang.

(Indah Purwati adalah Mahasiwi Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Peradaban Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah)

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita