Kamis, 13/05/2021, 01:28:58
Jelang Idul Fitri, Ribuan Botol Miras dan Ribuan Petasan Dimusnahkan
LAPORAN JOHARI

Ribuan Botol Muras dan Petasan sedang dimusnahkan

PanturaNews (Tegal) – Untuk menjaga kondusifitas, serta memberi rasa aman dan nyaman selama berlangsungnya Idul Fitri 1442, Polres Tegal Kota, Jawa Tengah,  musnahkan ribuan botol minuman keras (Miras) berbagai merk dan ribuan butir petasan, di depan Mapolres Tegal Kota, Rabu 12 Mei 2021 sore. Miras dimusnahkan dengan cara dislender sedangkan petasan disiram air.

Kapolres Tegal Kota AKBP Rita Wulandari mengatakan ribuan botol miras dan petasan itu hasil Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD), Satuan Sabhara sebelum dan selama bulan suci Ramadan. Ribuan botol miras itu disita dari sejumlah toko kelontong yang tidak mempunyai ijin menjual miras sedangkan petasan disita dari pengrajin petasan di Kelurahan Kemandungan, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal, Jawa Tengah.

“Miras dan petasan hasil kegiatan rutin yang ditingkatkan oleh Sat Sabhara,” kata Kapolres.

Menurutnya, miras adalah musuh berasama, karena penyakit masyarakat ini pemicu awal tindak kriminal. Orang yang sudah mabok miras akan kehilangan kesadaran, sehingga timbul keberanian untuk berbuat kriminal. “Biasanya pelaku kejahatan terlebih dahulu menenggak minuman keras, karena  mereka hilang kesadaran sehingga  nekat berbuat kriminal,” ujar Kapolres.

Sebelumnya juga dilakukan apel gelar pasaukan pengamanan malam takabiran dan shalat Idul Fitri 1442 H, yang dihadiri Forkompinda  (Pemkot Tegal, Ketua DPRD, Dandim 0712, Lanal Tegal, Dishub, tokoh agama, Sub Denpm) di halaman Mapolres Tegal Kota. Hal itu untuk memberi rasa aman dan nyaman kepada umat muslim yang akan melakukan ibadah shalat idul fitri. Tentunya juga harus menerapkan protokol kesehatan (Prokes). 

“Panitia shalat idul fitri harus melaporkan berapa kapasitas tempat yang akan digunakan untuk shalat, harus 50 persennya  dan harus ditandai dengan garis untuk jamaah,”ungkap Kapolres.

Kapolres menambahkan, jangan sampai  jamaah yang hadir melebihi kapasitas tempat shalat, apalagi sampai tidak ada jarak, tentunya akan menambah masalah baru karena tidak sesuai prokes.

“Kami minta data berapa kapasitas tempat yang akan digunakan untuk shalat idul fitri, jika sudah memenuhi quota, jamaah yang baru datang disarankan untuk shalat di tempat lain,” pungkasnya.

Malam harinya, empat pilar diantaranya Polri, TNI, Pemkot Tegal (Satpol PP dan Dishub) dan unsur lain melakukan patroli pada malam takbiran, untuk mengatasi kerumunan. Jika ditemukan kerumunan massa maka akan diuari oleh petugas. “Kami melarang adanya takbir keliling dan kermunan di malam takbiran,” pungkasnya.       

 


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita